Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Pembayaran COD bagi Mahasiswa Ekonomi UNUJA sebagai Konsumen di Shopee Moh Rasidi; Adinda Medi Silvia; Khotija; Saiyidatul Kamalia Saudah; Yuni Lailatul Fitriah
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 1 (2024): Desember: JURNAL ILMIAH MAHASISWA (NAAFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v1i6.92

Abstract

This study aims to analyze the meaning of Cash On Delivery (COD) payment for economics students at Universitas Nurul Jadid (UNUJA) as consumers on the Shopee e-commerce platform. With the advancement of digital technology, e-commerce has become a primary alternative for shopping, with Shopee being one of the most popular platforms in Indonesia. One of the payment methods frequently chosen by consumers, especially students, is COD, which allows payment to be made after the goods are received. This method provides a sense of security and reduces concerns about fraud, thus increasing purchase interest among students. This study uses a qualitative approach with a literature review method to explore the factors influencing the choice of COD payment method and how it impacts student consumption behavior. The findings show that COD offers convenience, flexibility, and a sense of security for students who have limited access to digital payment methods. Additionally, COD plays a role in improving students' financial literacy and strengthening the social relationship between consumers and e-commerce platforms through interaction with couriers. This study identifies various factors influencing students' decisions to choose COD, as well as its implications for e-commerce platform strategies to improve customer satisfaction and loyalty
Peran Standar Akuntansi Keuangan dalam Peningkatan Akuntabilitas Pelaporan Keuangan UMKM: Studi Kasus Pada UMKM Gerabah Moh. Fakhri Siddiqi; Saiyidatul Kamalia Saudah
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.1014

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional, UMKM juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Salah satu sektor UMKM yang cukup berkembang adalah usaha gerabah, khususnya di daerah yang memiliki tradisi kuat dalam kerajinan tanah liat. Namun demikian, banyak pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal pengelolaan laporan keuangan yang akuntabel dan sesuai standar. Umumnya, pencatatan keuangan dilakukan secara manual, tidak terstruktur, serta tercampur antara keuangan usaha dan keuangan pribadi, yang menghambat evaluasi dan pengambilan keputusan usaha secara tepat. Pemerintah melalui Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) untuk mengatasi persoalan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha belum memahami secara memadai prinsip-prinsip dasar akuntansi serta isi dari SAK EMKM. Kurangnya akses terhadap pelatihan dan pendampingan menjadi faktor utama rendahnya tingkat penerapan standar ini. Kesimpulannya, dibutuhkan intervensi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan lembaga pendamping UMKM untuk memberikan edukasi dan pelatihan berkelanjutan agar implementasi SAK EMKM dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan dalam mendukung keberlanjutan usaha gerabah. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya program pendampingan intensif dan penyusunan modul pelatihan SAK EMKM yang disesuaikan dengan karakteristik usaha gerabah.