Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Upaya Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung menjadi Briket sebagai Bahan Bakar Alternatif di Desa Jadi Semanding Tuban Muhibbulloh, Muhammad Za'im; Putra, Dito Amanda; Anikmah, Anikmah; Fidiyanti, Fiya; Fitrotin, Evita Zayyinatul; Utomo, Achmad Wahyu Priyo; Nisa', Istiqomatin; Rosidah, Amirur; Andika, Sukron Ma'mun; Nashihah, Siti Roudlotun; Wijaya, Abdul Latif Akbar; Wahyudhi, Ilham Tri
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v4i5.755

Abstract

This community service activity was carried out in Jadi Village, Semanding District, Tuban Regency, aiming to utilize corn cob waste into briquettes as an environmentally friendly and economically valuable alternative fuel. The method applied was the Asset-Based Community Development (ABCD) approach through the stages of Discovery, Dream, Design, Define, and Destiny, involving observation, interviews, socialization, and participatory training. The results showed that corn cob waste, which had previously been discarded, can be processed into briquettes using simple technology, low costs, and abundant raw materials. The production process includes burning the corn cobs into charcoal, grinding, mixing with natural binders, molding, and drying. This program has enhanced community skills, reduced agricultural waste, and created new business opportunities. Challenges encountered include the dependence on sunlight for drying and limited marketing reach. Future development can be achieved through the establishment of joint business groups, packaging innovation, and expansion of distribution networks.
Saintifikasi Hukum Islam dalam Kasus Mahram Sepersusuan (Rad{a>’ah) Perspektif Sains Kedokteran dengan Teknik Komparasi Illat Hukum (Silogisme) Febrianto, Ahmad Amin; Nurcholis, Moch.; Muhibbulloh, Muhammad Za'im
The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jaksya.v5i1.737

Abstract

Ketentuan tentang mahram sebab persamaan asupan air susu ibu (ASI) dimaknai oleh sarjana muslim klasik sebagai ajaran dogmatis semata. Dalam perkembangan selanjutnya dunia sains mengungkap data-data saintifik terkait persoalan kandungan ASI. Artikel ini berupaya mengkaitkan temuan sains yang rasional dengan ajaran agama yang bersifat dogmatis tersebut. Pertanyaan dalam artikel ini berkisar pada persoalan dampak ASI terhadap seorang anak perspektif sains kedokteran dan rasionalisasi mahram radha’ah dalam Islam perspektif sains kedokteran terhadap penetapan mahram seseorang anak. Persoalan tersebut penting untuk diungkap agar nilai-nilai ajaran agama dapat dipahami secara rasional oleh dunia modern. Penelitian kualitatif ini menggunakan data kepustakaan. Data kepustakaan diperoleh melalui metode dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode komparatif dengan paradigma berfikir induktif, penarikan kesimpulan menggunakan teknik siklus interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Artikel ini menyimpulkan dua hal. Pertama, ASI memiliki dampak yang signifikan terhadap tumbuh kembang bayi di awal masa kelahirannya, yakni sebagai asupan sempurna, pengawal bagi penyakit dan alergi dengan resiko kematian, menyempurnakan perkembangan otak dan mental, serta pembelajaran dari sisi psikis, sosial dan emosional. Kedua, alasan yang menyebabkan menyusui bayi dapat menjadikan mahram adalah disamakan dengan alasan mahram karena hubungan nasab, yaitu terdapat bagian dari tubuh orang tua yang masuk kedalam bayi dan menjadi bagian darinya. Telah ditemukan juga kesamaan manfaat dan kandungan yang terdapat didalam ASI sebagai perwakilan dari mahram sepersusuan dan mani sebagai perwakilan dari mahram sebab nasab.
Perspektif Maqasid al-Shari'ah Terhadap Ahli Waris Pengganti: Studi Putusan Nomor 0478/Pdt.G/2014/PA.Mr. di PA Mojokerto Muhibbulloh, Muhammad Za'im; Majid, Abdul
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 3 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v3i2.2609

Abstract

Ahli waris pengganti adalah ahli waris yang menggantikan kedudukan ahli waris yang sesungguhnya karena ahli waris sesungguhnya meninggal terlebih dahulu dari pewaris. Hal tersebut diatur dalam kompilasi Hukum Islam serta sebelumnya sudah tercantum dalam BW yang mana menjadikan sebuah kesenjangan dengan hukum Islam dalam bab hukum kewarisan yang diasumsikan paten dan tidak bisa ditambah. Dalam hukum Islam tidak disebutkan secara jelas perihal ahli waris pengganti Sedangkan di Indonesia khususnya di Pengadilan Agama, para Hakim dalam mmutuskan perkara berdasarkan pada Kompilasi Hukum Islam sebagai acuan dalam persidangan tanpa menafikan pertimbangan pendapat para ulama’ terdahulu maupun yang kontemporer serta berdasarkan bahwa keputusan hakim Pengadilan Agama bisa menghilangkan perbedaan pendapat hukum sehingga bisa memutuskan untuk memberi bagian waris kepada ahli waris pengganti. Dengan pertimbangan-pertimbangan yang berdasarkan hukum Islam dengan mempertimbangkan unsur  normatif serta berdasarkan nash yang sharih dan ditinjau maqasid syari’ah dan Kompilasi Hukum Islam perihal diatas dikaji dan diulas sehingga menghasilkan hukum yang sesuai dengan tujuan-tujuan pensyari’atan dan juga mencapai kemaslahatan bersama.
Rekonsiliasi Waris Tiga Dimensi Faizah, Isniyatin; Shodiq, Ja’far; Muhibbulloh, Muhammad Za'im; Gufron, Muhammad
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 9 No 1 (2025): AnCoMS, Oktober 2025
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v9i1.766

Abstract

This research examines legal pluralism in Indonesian inheritance law, encompassing three parallel systems: Islamic law (sharia), customary law (adat), and civil law (KUHPerdata). Dutch colonial legacies created normative tensions, including the 2:1 faraidh ratio, collectivist customary principles (Minangkabau matrilineal systems or Batak patrilineal systems), and the Civil Code's egalitarian framework, often precipitating familial disputes. Employing a normative-comparative methodology, this study analyzed statutes, jurisprudence, and key real-world cases, such as the 1957 Minangkabau case and Lamtiur v. Hariman (1971). Findings stressed that the command for grounded reconciliation in tolerance and maqashid syariah to harmonize core values. This harmonization can could be achieved through contextual ijtihad, customary deliberation, mediation, and testamentary grants instruments. This research is an integrative multidimensional model that provides a progressive framework for achieving substantive justice, reducing litigation, and reinforcing social cohesion in this pluralistic society. This research recommended judicial reform, legal education, and socialization of pluralism to bolster national stability
Legal Regulations Regarding Online Donation Management Through Platforms Nayasari, Dhevi; M. Yanto; Muhibbulloh, Muhammad Za'im; Melvi, Ardita
Jurnal Independent Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Independent
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ji.v13i2.391

Abstract

The development of digital technology has driven changes in various aspects of life, including in fundraising activities or online donations which are now widely carried out through various digital platforms, but this convenience also poses challenges in legal protection, transparency and accountability of donation management. Along with technological advances, fundraising activities can now be done via the internet. In this online donation process, donations given by donors are not directly received by the beneficiaries, this opens up opportunities for Platform organizers and Campaigners to commit acts of misuse of funds. Therefore, this study will discuss how the legal regulations regarding the management of online donations through platforms and how legal sanctions are imposed on platforms for embezzlement of online donation funds in Indonesia from the perspective of civil law, criminal law and government supervision of online fundraising activities. This study uses a normative legal method, is descriptive analysis, with a statutory approach. The results of the study show that; online donation management is regulated in general regulations, the legal materials used are primary legal materials including: Law Number 9 of 1961 concerning the collection of money or goods, Law Number 11 of 2008 concerning transactions and electronics, Law Number 15 of 2002, Law Number 27 of 2022, Government Regulation Number 29 of 1980 and Regulation of the Minister of Social Affairs Number 28 of 2021. These regulations have not fully regulated specifically regarding online donations. Meanwhile, legal sanctions for misuse of funds from online donations through platforms include civil and administrative criminal sanctions in accordance with Article 372 of the Criminal Code and Article 1365 of the Civil Code.