Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Urgensi Pembatasan Masa Jabatan Pemerintah Desa Untuk Mewujudkan Desa Anti Korupsi Rohmah, Elva Imeldatur; Faizah, Isniyatin
Sosio Yustisia: Jurnal Hukum dan Perubahan Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): May
Publisher : Magister Hukum Tata Negara Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/sosyus.v4i1.577

Abstract

Kepala dan perangkat desa adalah unsur penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang berperan dalam melaksanakan program-program pembangunan, pemberdayaan, dan pelayanan kepada masyarakat desa. Namun, mereka berpotensi terlibat dalam KKN yang merugikan kepentingan umum dan menghambat kemajuan desa. Salah satu faktor yang diduga memicu terjadinya KKN adalah masa jabatan mereka yang begitu lama. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Bahan hukum primer meliputi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Bahan hukum sekunder meliputi buku-buku, jurnal, artikel, dan putusan pengadilan yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembatasan masa jabatan kepala dan perangkat desa memiliki urgensi yang tinggi dalam rangka mencegah dan memberantas KKN di desa. Pembatasan masa jabatan kepala dan perangkat desa dapat memberikan dampak positif, antara lain: (1) meningkatkan kinerja dan akuntabilitas; (2) mendorong regenerasi dan inovasi dalam kepemimpinan desa; (3) mengurangi potensi penyalahgunaan wewenang dan sumber daya desa; dan (4) memperkuat partisipasi dan pengawasan masyarakat terhadap pemerintahan desa. Pembatasan masa jabatan kepala dan perangkat desa juga memiliki urgensi yang sangat besar dalam mewujudkan desa anti korupsi.
The Criminal Law of Forced Marriage on Children as a Preventive Measure on Sadz Dzariah's Perspective: Hukuman Pidana atas Perkawinan Paksa Terhadap Anak sebagai Tindakan Pencegahan dalam Perspektif Sadz Dzariah Shodiq, Ja’far; Faizah, Isniyatin; Aqil Musthofa, Moh.; Mahdiyah, Aisyah Nur
Al-Jinayah : Jurnal Hukum Pidana Islam Vol. 10 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Islamic Criminal Law Study Program, Faculty of Sharia and Law, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya, Surabaya, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/aj.2024.10.2.219-236

Abstract

This research aims to find out the law that can criminally prosecute perpetrators of forced marriage on children and what is Sadz Dzariah's theoretical perspective on punishing perpetrators of forced marriage on children considering that marriage hurts children so the government makes criminal regulations, for cases of sexual violence where children become victims. This is most important because every child has the right to survival, growth, and development and the right to protection from violence and discrimination. In this research, the author uses a juridical-normative research method that combines conceptual analysis with legislation. The result is that, first; To provide protection and guarantee the rights of children, the government has established various laws and regulations that can prosecute perpetrators of forced marriage and sexual violence against children, such as; the Law Number 35/2014article 76 D, Law number 17/2016 article 81 and Law number 12/2022 article 10. Second; The existence of criminal articles for perpetrators of forced marriage is an effort by the government to close (سد) so that child marriage does not occur which becomes a way or cause (الذريعة) the emergence of negative impacts on children.
Pendampingan Kalibrasi Arah Kiblat sebagai Upaya Peningkatan Ketepatan Praktik Ibadah Faizah, Isniyatin
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v5i3.4931

Abstract

This community service program aims to improve the accuracy of qibla determination in the mosques and prayer rooms of Tepanas Hamlet through a Community Based Research (CBR) approach. Initial observations revealed qibla deviations ranging from 1° to 15°, caused by the use of traditional methods without astronomical verification and the low level of falak literacy among worship place administrators. Through the CBR model, activities were designed participatorily through several stages: problem identification, planning, training, field action, evaluation, and empowerment. The training focused on the use of the Mizwala, a highly accurate sun-shadow-based instrument, complemented by verification using GPS applications. During the field action stage, five worship facilities were successfully recalibrated, resulting in the elimination of all deviations and full alignment with the theoretical azimuth. The evaluation indicated a significant improvement in participants’ technical competence, including the ability to read the Mizwala scale and validate measurement results. The program continued with the establishment of local falakiyah cadres as a sustainability measure. The outcomes demonstrate that the CBR approach is effective in enhancing community capacity while producing an accurate, participatory, and sustainable model for qibla calibration.
Pendampingan Kalibrasi Arah Kiblat sebagai Peningkatan Akurasi Ibadah Warga NU di Dusun Panjen Desa Jenggolo Faizah, Isniyatin; Lisaniyah, Fashi Hatul; Kamelya, Silvana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.825

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan takmir masjid serta pengurus mushalla di Dusun Panjen, Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban dalam menentukan arah kiblat secara ilmiah. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan penyimpangan arah kiblat antara 6°–8° dari posisi Ka’bah akibat penggunaan metode tradisional tanpa koreksi deklinasi magnetik. Metode Community Based Research (CBR) digunakan untuk memastikan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi isu, perencanaan partisipatif, peningkatan kapasitas, hingga refleksi dan diseminasi hasil. Pelatihan meliputi teori dasar ilmu falak, praktik penggunaan alat bantu seperti kompas digital, mizwala, dan aplikasi Qibla Finder, serta kalibrasi langsung di lapangan menggunakan metode rashdul kiblat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% peserta mampu melakukan kalibrasi arah kiblat secara mandiri dengan tingkat akurasi di bawah satu derajat. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan koreksi arah kiblat secara teknis, tetapi juga meningkatkan kesadaran spiritual dan tanggung jawab kolektif jamaah dalam menjaga kesempurnaan ibadah. Pendekatan CBR terbukti efektif dalam mengintegrasikan riset falak dengan edukasi ibadah berbasis komunitas.
Rekonsiliasi Waris Tiga Dimensi Faizah, Isniyatin; Shodiq, Ja’far; Muhibbulloh, Muhammad Za'im; Gufron, Muhammad
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 9 No 1 (2025): AnCoMS, Oktober 2025
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v9i1.766

Abstract

This research examines legal pluralism in Indonesian inheritance law, encompassing three parallel systems: Islamic law (sharia), customary law (adat), and civil law (KUHPerdata). Dutch colonial legacies created normative tensions, including the 2:1 faraidh ratio, collectivist customary principles (Minangkabau matrilineal systems or Batak patrilineal systems), and the Civil Code's egalitarian framework, often precipitating familial disputes. Employing a normative-comparative methodology, this study analyzed statutes, jurisprudence, and key real-world cases, such as the 1957 Minangkabau case and Lamtiur v. Hariman (1971). Findings stressed that the command for grounded reconciliation in tolerance and maqashid syariah to harmonize core values. This harmonization can could be achieved through contextual ijtihad, customary deliberation, mediation, and testamentary grants instruments. This research is an integrative multidimensional model that provides a progressive framework for achieving substantive justice, reducing litigation, and reinforcing social cohesion in this pluralistic society. This research recommended judicial reform, legal education, and socialization of pluralism to bolster national stability
Legal Protection for Consumers in the Distribution of Illegal Gadgets Nahdliyah, Hadziqotun; Faizah, Isniyatin; Suisno; Taqiyuddin , Moh. Fatih
Jurnal Independent Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Independent
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ji.v13i2.387

Abstract

Technological developments and the high demand for gadgets have led to the widespread distribution of products that do not comply with legal requirements, particularly those related to customs. The distribution of gadgets without official customs documents not only harms the state in terms of tax revenue but also causes losses for consumers. This study aims to analyze the form of legal protection for consumers who purchase illegal gadgets without knowing their legal status, as well as examine the government's role in combating the circulation of these products. The research method used is normative juridical with a statutory regulatory approach. The results show that consumers have the right to security, comfort, and correct information as stipulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. However, weak supervision and a lack of legal literacy make consumers vulnerable to becoming victims. Therefore, it is necessary to strengthen regulations, increase supervision of product distribution, and educate the public so that consumer rights are optimally protected
Peran Kantor Urusan Agama Dalam Penguatan Keutuhan Rumah Tangga: (Studi Program SEKOPER HATI Di KUA Kecamatan Tuban) Faizah, Isniyatin; Irawan, Ah. Soni; Kamelya, Silvana
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v7i1.4214

Abstract

Program SEKOPER HATI (Sekolah Perempuan Harokah Majelis Taklim) merupakan salah satu inisiatif pemberdayaan perempuan yang diselenggarakan oleh KUA Kecamatan Tuban untuk memperkuat keutuhan rumah tangga melalui pendekatan edukatif, spiritual, dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak program tersebut terhadap peningkatan kapasitas perempuan dalam mengelola dinamika keluarga serta kontribusinya terhadap ketahanan rumah tangga. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berpengaruh positif terhadap peningkatan literasi keagamaan, kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, manajemen konflik, serta penguatan ekonomi keluarga. Selain itu, peserta memperoleh dukungan sosial melalui jaringan majelis taklim yang membantu proses mediasi dini ketika muncul masalah keluarga. Program ini juga mendorong pembentukan perilaku adaptif dan spiritualitas yang lebih kuat, sehingga berimplikasi pada terwujudnya keluarga yang lebih harmonis dan stabil. Temuan ini menegaskan bahwa SEKOPER HATI merupakan model pemberdayaan perempuan berbasis nilai keagamaan yang efektif dalam memperkuat keutuhan rumah tangga.