Angka penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) masih tergolong rendah, meskipun AKDR termasuk dalam Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang efektif. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat pentingnya KB dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode AKDR di wilayah kerja Puskesmas Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasangan usia subur (PUS) pengguna kontrasepsi aktif sebanyak 4.058 orang, dengan sampel sebanyak 98 responden yang diambil menggunakan rumus Slovin. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan pemilihan metode AKDR adalah paritas, pengetahuan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan suami. Sementara itu, umur dan pendidikan responden tidak berhubungan secara signifikan dengan pemilihan AKDR. Kesimpulan bahwa pemilihan metode AKDR dipengaruhi oleh paritas, pengetahuan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan suami, sedangkan umur dan pendidikan tidak berhubungan secara signifikan. Namun diperlukan peningkatan edukasi dan dukungan dari petugas kesehatan dan pasangan agar penggunaan AKDR sebagai metode kontrasepsi meningkat.