Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Description of Worship Routine and Burnout Incidence in Medical Students of Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Shidqiyah, Alfani Naqiya; Ekayanti, Fika; Prasetiyawan, Prasetiyawan; Fadhilah, Marita; Nurhidayat, Adhi Wibowo
The Avicenna Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2023): The Avicenna Medical Journal
Publisher : Faculty of Medicine, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/avicenna.v4i1.31072

Abstract

Background: The latest study in 2021 regarding the incidence of burnout in medical students at 29 medical faculties shows that 1,729 students experience high category burnout. Indonesia as a country with the world's largest Muslim population, Islamic worship is their way of life. Islam teaches its followers that worship routine will help them to live in peace. Religious practices both individually and socially have been shown to help reduce symptoms of mental disorders and improve mental health include burnout. The aims of this study is to find out the incidence of burnout and worship routine among students in the preclinical year of the State Islamic University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.Subjects and Methods: It was a descriptive study design with total sampling on medical students batch 2018 to 2020. Data were collected by questionnaires and analysed descriptively using SPSS 28.0. Results: From 282 respondents (90.1% response rate), results showed that most students had high worship routine (60.6%), and only 3.5% had low worship routine. The incidence of burnout were about 11%, with 44% of them had high risk for burnout. Among the burnout students, most of them had low worship routine 50%, 24.8% moderate routine, and 0.6% high routine.Conclusion: Most of the preclinical year medical students who experience burnout have low worship routines
Analisis Drug Related Problems Pasien Depresi di Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor Triwulan I 2024 Anantaningtyas, Laora Ratna; Sumiyati, Yati; Utami R., Hesty; Prasetiyawan, Prasetiyawan
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v22i1.25315

Abstract

Masalah terkait obat lazim terjadi pada pengobatan jiwa termasuk depresi yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kejadian DRP pada pasien depresi. Penelitian ini merupakan studi cross sectional dengan pengambilan data secara prospektif. Subyek penelitian adalah seluruh pasien depresi di poliklinik Cemas & Depresi periode Januari sampai Maret 2024 yang memenuhi kriteria inklusi. Pada penelitian ini dilakukan analisis faktor yang diprediksi berpotensi menyebabkan DRP terdiri dari karakteristik demografi dan klinis menggunakan uji regresi logistik. Analisis DRP menggunakan Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) V9.1. Jumlah sampel penelitian sebanyak 173 pasien. Pada penelitian ini pasien jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan (68,2%); rata-rata usia 38,4 tahun; dengan pendidikan tinggi (72,8%) dan tidak bekerja (57,2%). Lama pengobatan rata-rata 22 bulan; jumlah obat rata-rata 3 item; dan tanpa penyakit penyerta (86.1%). Antidepresan yang paling sering diresepkan adalah sertralin (62,9%) dan sebanyak 91% merupakan terapi kombinasi dengan kombinasi terbanyak adalah sertralin-clobazam-lorazepam (22%). Terdapat 655 DRP dengan 194 DRP aktual (29,6%) dan 461 DRP Potensial (70,4%). Secara keseluruhan DRP paling banyak terkait potensi interaksi obat sebanyak 59%; durasi pengobatan terlalu lama sebanyak 21,2%; terkait kepatuhan minum obat sebanyak 8,4%; dosis obat terlalu rendah sebanyak 6,1% dan penyebab lain sebanyak 5,3%. Antidepresan yang sering menyebabkan DRP adalah amitriptilin 35,7%. Obat yang sering menyebabkan DRP adalah lorazepam sebanyak 36,4% dan clobazam 33,8%.  Karakteristik pasien yang berpengaruh signifikan (p value < 0,05) terhadap kejadian DRP adalah usia (p value 0,035; odds ratio 1,044; 95% CI 1,003-1,087); jumlah obat (p value 0,000; odds ratio 3,206; 95% CI 1,951-5,268) dan lama pengobatan (p value 0,007; odds ratio 1,035; 95% CI 1,009-1,061).