Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI DIGITAL MUSEUM R.A.KARTINI REMBANG “Rekonstruksi Keadilan Gender Melalui Animasi Genealogi R.A.Kartini” Saputro, Godham Eko; Muhammad Wildan Khunaefi; Muhammad Fakhrihun Na’am; Siti Nurrohmah
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 9 No 2 (2024): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/demandia.v9i2.7639

Abstract

Studi tentang museum sering kali kurang populer, padahal merekamenawarkan manfaat edukasi yang signifikan. Dengan fokus pada animasi genealogiperjuangan gender R.A. Kartini di Museum R.A. Kartini Rembang, studi inimengeksplorasi penggunaan media digital untuk menyampaikan pesan keadilangender. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengevaluasi efektivitas desain interaktifdan animasi dalam edukasi sejarah; (2) mengidentifikasi tantangan dan peluangteknologi digital; dan (3) memberikan rekomendasi untuk pengembangan desainkomunikasi visual. Metode kualitatif dengan analisis teori desain komunikasi visualdari Paul Rand dan Zona Perkembangan Proksimal (ZPD) Lev Vygotsky menjadi dasarstudi ini. Temuan menunjukkan bahwa animasi tersebut efektif dalam menarikperhatian dan memotivasi penonton untuk terlibat lebih dalam, termasuk dalamdiskusi, pencarian informasi tambahan, dan partisipasi dalam aktivitas sosial. Dari 30pengunjung, 60% melaporkan peningkatan pemahaman tentang perjuangan Kartinisetelah menonton animasi. Namun, tantangan terkait aksesibilitas dan relevansihistoris tetap ada, dengan 71% pengelola museum mencatat masalah dalam hal ini.Kesimpulannya, desain komunikasi visual yang baik dapat meningkatkanpembelajaran digital, sementara inovasi berkelanjutan diperlukan untukmemaksimalkan potensi pendidikan digital. Studi ini menawarkan wawasan pentinguntuk pengembangan konten edukasi digital yang lebih efektif dan inklusif.
REALITAS PENGUNJUNG DAN RESPON MUSEUM SOEGARDA PURBALINGGA: PEMBANGUNAN DESAIN EDUTAINMENT MEDIA AUGMENTED REALITY SEBAGAI INOVASI KONSERVASI BUDAYA : VISITORS' REALITY AND RESPONSE OF SOEGARDA MUSEUM PURBALINGGA: DEVELOPMENT OF AUGMENTED REALITY MEDIA EDUTAINMENT DESIGN AS A CULTURAL CONSERVATION INNOVATION Godham Eko Saputro; Muhammad Wildan Khunaefi; Muh Fakhrihun Na’am; Siti Nurrohmah; Ifa Nurhayati
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 11 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v11i1.11184

Abstract

Era globalisasi telah memberikan normalisasi digital dan perubahan selera belajar pada berbagai aspek, termasuk museum. Museum Soegarda Purbalingga mengalami tantangan dalam adaptasi digital dan selera belajar pengunjung. Tujuan studi ini adalah meningkatkan minat belajar pengunjung dan adaptasi digital museum melalui Augmented Reality (AR). Studi ini menggunakan pendekatan research and development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dan triangulasi data untuk validitas. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan AR di Museum memiliki dampak signifikan dan positif terhadap minat pengunjung untuk belajar lebih banyak tentang artefak dan budaya lokal. Nilai korelasi (r) sebesar 0.86 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara efektivitas AR dan motivasi pengunjung. Analisis statistik menunjukkan nilai t sebesar 4.89 dengan derajat kebebasan 9, menunjukkan signifikansi statistik tinggi (p < 0.05). Secara keseluruhan, hasil studi ini mendukung bahwa AR dapat menciptakan pengalaman belajar yang efektif dan menyenangkan, memberikan dasar kuat untuk penggunaan teknologi AR dalam strategi konservasi dan edukasi museum.