Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Urgensi Layanan Bimbingan Konseling Islam Pada Anak Usia Sekolah Dasar Dalam Mencegah Pelecehan Seksual Marbun, Saiful Salim; Siregar, Fithri Choirunnisa; Siregar, Siti Wahyuni
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 6, No 1 (2024): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v6i1.12476

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pustaka untuk mengumpulkan data dari sumber-sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Langkah pertama dalam pendekatan ini adalah menemukan kata kunci yang sesuai dengan topik penelitian, kemudian kata kunci tersebut digunakan untuk mencari literatur terkait. Penelitian ini membahas urgensi bimbingan dan konseling Islam untuk anak-anak usia sekolah dasar dalam mencegah seksual menjelaskan. Kekerasan seksual sering terjadi di masyarakat, terutama di kalangan siswa sekolah dasar. Fenomena ini sangat memprihatinkan karena berdampak pada masa depan mereka. Aktivitas orang tua yang sangat padat seringkali membuat mereka mengabaikan hal-hal penting yang merupakan kebutuhan vital bagi anak-anak mereka. Kekerasan seksual adalah fenomena yang sulit dihindari. Paparan tanpa bimbingan, interaksi sosial yang sangat mengganggu merupakan faktor lainnya. Pemahaman orang tua mengenai pemberian pendidikan seksual masih dapat dikatakan minim, karena masyarakat masih memikirkan tabu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan urgensi layanan bimbingan seksual dan konseling Islam bagi anak-anak usia sekolah dasar dalam mencegah pemahaman.
Konsep Psikoterapi Islam: Tinjauan Literatur Sistematis Pulungan, Muhammad Syukri; Siregar, Fithri Choirunnisa
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 6, No 2 (2024): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v6i2.13713

Abstract

This research aims to explain the concept of Islamic psychotherapy through a systematic literature review method. The survey results show that mental health problems are a very important problem based on data showing that 15.5 million teenagers nationally experience mental health disorders. Based on the quantity of figures shown, it is equivalent to 2.45 million Indonesian teenagers. Anxiety disorders are the mental disorders most commonly suffered by teenagers, namely 3.7%. This is what underlies researchers' interest in researching the concept of Islamic psychotherapy as a form of assistance in dealing with mental health. The method used in this research is Systematic Literature Review by taking articles sourced from scopus.com. After the article was analyzed descriptively, it was found that there were at least two opinions about Islamic psychotherapy; firstly, that the concept of Islamic psychotherapy must be sourced from the Koran, Hadith and Muslim scientists, and the second opinion states that the concept of modern psychotherapy can be combined with Islamic values (Islamic perspective). However, everyone agrees on how important it is to apply Islamic psychotherapy to help with mental health problems
Prediction of Potential Regret in Marriage Conflict: Reviewed from Qur'anic Psychology and Family Therapy Siregar, Fithri Choirunnisa; Siregar, Esli Zuraidah
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 8 No. 1 (2026): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026081717000

Abstract

Marriage in Islam is highly encouraged as an act of worship to Allah SWT and as the fulfillment of the Sunnah of the Prophet Muhammad ﷺ. As a lifelong commitment, marriage can be a source of happiness as well as prolonged psychological stress due to inevitable marital conflicts. Although many conflicts are minor and resolvable, they often lead to regret when handled unwisely. Such regret may reflect a genuine desire to preserve the sanctity of marriage, yet it can become destructive when emotional immaturity prevents healthy conflict resolution. This study adopts a qualitative conceptual approach by integrating two perspectives: Qur’anic Psychology as an Islamic framework for understanding marital psychological dynamics, and Applied Psychology through Family Therapy as a practical strategy for managing marital conflict. The findings indicate that marital regret can serve as a constructive signal when approached through Qur’anic psychological principles, encouraging self-awareness, emotional regulation, and spiritual reflection. Family Therapy complements this perspective by offering structured techniques that promote effective communication, emotional maturity, and mutual understanding between spouses.The integration of Qur’anic Psychology and Family Therapy highlights that marital conflict is not merely a relational issue but a divine test that requires both spiritual consciousness and psychological skills. Constructive conflict resolution grounded in Islamic values and supported by applied psychological methods can strengthen marital harmony and sustain the sacred bond of marriage.
ANALISIS KOMPLEKSITAS PROBLEMATIKA UMAT ISLAM DI TATARAN NASIONAL DAN GLOBAL : TELAAH PEMIKIRAN DAN ALTERNATIF SOLUSI Yossar, Yossar; Siregar, Fithri Choirunnisa; Putra, Rizki Eka; Wahyuni, Sri; Hakim, Rosniati
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7742

Abstract

Dunia Islam saat ini menghadapi tantangan multidimensi yang kompleks yang memerlukan solusi komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompleksitas problematika umat Islam di tataran nasional dan global serta merumuskan alternatif solusi berdasarkan perspektif para ahli. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini mengidentifikasi bahwa problem internal seperti krisis epistemologi, fragmentasi politik, kemiskinan struktural, dan krisis kepemimpinan melemahkan kemampuan umat Islam dalam menghadapi tantangan eksternal termasuk islamophobia yang terinstitusionalisasi, hegemoni budaya Barat, ketidakadilan politik internasional, dan kesenjangan digital. Analisis berbagai perspektif ahli menunjukkan tiga pendekatan utama: proaktif-optimis, kritis-pesimis, dan moderat-jalan tengah. Penelitian menyimpulkan bahwa solusi memerlukan pendekatan multidimensi yang mencakup transformasi politik-institusional, rekonstruksi epistemologis-intelektual, dan adaptasi sosio-kultural. Rekomendasi strategis meliputi revolusi pendidikan, pengembangan ekonomi syariah yang berkeadilan, diplomasi budaya yang proaktif, penguatan kerjasama Selatan-Selatan, dan pemberdayaan pemuda secara sistematis.