Kurniawan, Rama Nur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tingkat Rumah Tangga dengan Kejadian Diare Pada Balita Sudarman, Sumardi; Kurniawan, Rama Nur; Wijaya, Ivan; Nensi, Emilia
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i4.1414

Abstract

Penyakit diare menjadi permasalahan utama di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan memperkirakan diare yang ditangani sebanyak 146.958 kasus (62,24%), dimana kejadian terbesar di Kota Makassar 19.592 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tingkat rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasiona dengan desain cross sectional study. sampel sebanyak 60 orang diperoleh dengan takenik simple random sampling. pengumpulan data menggunakan kuisioner dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pemberian ASI Ekslusif (p value=0,000), kebiasaan CTPS (0,000), penggunaan air bersih (0,000), jamban sehat (0,000) dengan kejadian diare pada balitadi wilayah kerja Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar
Resistensi Sosial terhadap Vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Jeneponto: Social Resistance Against Covid 19 Vaccination in Jeneponto Regency Haris, Hardianto; Kurniawan, Rama Nur; Ivan Wijaya
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.2912

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Jeneponto dalam penerimaan vaksinasi covid 19 telah mengalami kegagalan capaian, yang dimana pemerintah telah menargetkan vaksinasi 90% namun capaian vaksinasi 68,07% per Januari 2022, kegagalan capaian vaksinasi di Kabupaten Jeneponto dikarenakan dua faktor yakni faktor struktural maupun kultural. Faktor kultural meliputi rendahnya kepatuhan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, serta upaya pembangkangan terhadap peraturan-peraturan. Sedangkan faktor struktural antara lain disebabkan kekurang sigapan pemerintah dalam upaya merespon penyebaran covid-19. Masih ada masyarakat yang menolak divaksin dengan berbagai alasan seperti ragu terhadap efektivitas vaksin, ketidakpercayaan terhadap vaksin, kekhawatiran adanya efek samping hingga alasan keagamaan atau kehalalan vaksin. Bentuk resistensi masyarakat terhadap vaksin tersebut tidak hanya beredar pada bisik-bisik antar warga dan ranah pribadi lainnya, tetapi juga beredar melalui media sosial dan juga whatsapp group Tujuan: Mendiskripsikan bentuk resistensi sosial terhadap vaksinasi covid 19 di Kabupaten Jeneponto dengan menggunakan teori James Scott. Metode: Metode kualitatif dengan tahapan pertama yakni melakukan identifikasi sasaran pada beberapa orang yang belum melakukan vaksinasi covid 19 di kabupaten Jeneponto. Tahapan kedua peneliti melakukan segmentasi usia pada kelompok yang belum melakukan vaksinasi covid 19. Tahapan ketiga adalah melakukan pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipasi dan diskusi kelompok terarah pada beberapa informan yang telah terjaring dan dianggap representative untuk 6 jumlah Kecamatan di Kabupaten Jeneponto. Jumlah informan diperkirakan sekitar 15-20 orang dengan karakteristik Pendidikan SMA/sederajat dan dari Diploma atau Sarjana. Hasil: Faktor penyebab terjadinya resistensi sosial terhadap vaksinasi covid 19 di Jeneponto Kurangnya sosialisasi dan edukasi yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat di Kabupaten Jeneponto tentang vaksinasi covid 19 menyebabkan masyarakat minim pengetahuan tentang manfaat vaksinasi covid 19. Pemerintah hanya banyak melakukan himbauan dalam bentuk pemberitaan di berbagai media media online. Pemerintah berharap dengan adanya pemberitaan di media media online masyarakat akan mengikuti program vaksinasi covid 19 dan tidak perlu lagi mensosialisasikannya secara langsung kepada masyarakat. Namun, masih banyak masyarakat yang tidak membaca arahan arahan pemerintah yang dilakukan lewat media media online sehingga tidak mempedulikan pesan yang disampaikan oleh pemerintah tersebut. Kesimpulan: Terdapat dua jenis resistensi sosial terhadap vaksinasi covid 19 di Kabupaten Jeneponto, resistensi secara tertutp dan resistensi secara terbuka, resistensi secara terbuka telah dilakukan oleh orang orang yang telah berpendidikan strata dua dan strata satu, hal ini terjadi dikarenakan tidak percaya terhadap keberadaan covid 19 sehingga tidak percaya pula pada vaksinasi covid 19, sementara resistensi sosial secara tertutup di dominasi oleh masyarakat yang tamatan SMA dengan cara engganan dalam mendukung program vaksinasi covid 19, ketidakikutsertaan dalam kegiatan vaksinasi covid 19, dan berlambat-lambat dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi covid 19.