Elias, Thomson Framonty E
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MENGEMBANGKAN MODERASI BERAGAMA DIKALANGAN PERSEKUTUAN ANGGOTA MUDA: DEVELOPING RELIGIOUS MODERATION AMONG THE FELLOWSHIP OF YOUNG MEMBERS Dompas, Arifin Alomona; Anthoni, Jean; Elias, Thomson Framonty E
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 8 No 2 (2023): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v8i2.163

Abstract

Moderasi atau moderator berasal dari bahasa latin moderatio yang berarti moderasi, arti moderasi adalah bertindak sebagai mediator, termasuk peran hakim sebagai penengah (mediator) bagi orang-orang yang mempunyai permasalahan seperti itu. agar keduanya mendapatkan keadilan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman kepada generasi muda mengenai isu moderasi beragama. Generasi muda sebagai aset dan penerus bangsa harus dibekali dengan pemikiran yang mengarah pada keterbukaan, seperti siap menerima kelompok lain yang berbeda agama. Kegiatan pengabdian yang bertemakan peningkatan moderasi beragama merupakan salah satu cara untuk mengenalkan generasi muda tidak hanya pada pandangan agama yang mendalam namun juga toleransi dan moderasi. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif yang melakukan wawancara secara langsung dan mencacat dokumen untuk mengumpulkan data-data yang akan digunakan untuk menunjang penelitihan. Seluruh data yang diperoleh dan diverifikasi ulang agar data tersebut digunakan sungguh-sungguh valid. Hasil kegiatan menunjukkan kesadaran generasi muda terhadap moderasi beragama sangat baik. Ini merupakan sumber modal yang penting untuk pelatihan kepribadian yang lebih terspesialisasi bagi generasi muda masa depan. Oleh karena itu, perlu dilanjutkannya program perluasan cakupan peningkatan pemahaman moderasi beragama. Kegiatan ini hanya ditujukan untuk generasi muda sehingga dampaknya terbatas. Kedepannya, perlu dilakukan upaya besar dengan melibatkan partisipasi lapisan masyarakat yang lebih luas.
PEMBINAAN TENTANG PEMAHAMAN TRITUNGGAL DIKALANGAN GENERASI MUDA Montang, Ricky Donald; Anthoni, Jean; Elias, Thomson Framonty E
SOLIDEO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Solideo
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/js.v2i1.174

Abstract

Doktrin tentang Tritunggal merupakan doktrin Kristen yang sangat sulit untuk dipahami sehingga seringkali menimbulkan kontroversi dan berbagai macam pertanyaan. Karena itu doktrin ini harus dijelaskan dengan baik sehingga bisa memahaminya dengan baik dan benar. Metodenya dalam bentuk ceramah dan diskusi, metode ceramah disampaikan dalam bentuk power point sehingga memudahkan untuk memahaminya sementara bentuk diskusi supaya bisa mengukur sejauh mana pemahaman generasi muda tentang doktrin Tritunggal. Hasilnya, setelah diskusi terlihat bahwa awalnya generasi muda masih kurang paham mengenai Tritunggal tetapi setelah dijelaskan mereka suamu mulai memahami dengan baik dan benar mengenai doktrin Tritunggal
PERAN KELUARGA DALAM PERKEMBANGAN PERILAKU ANAK Watak, Skivo Reiner; Elias, Thomson Framonty E; Mambrasar, Ariance Trivena
Jurnal Neria Vol 1 No 2 (2023): Neria
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/neria.v1i1.150

Abstract

Pengaruh Lingkungan keluarga sangat besar dalam perkembangan seorang anak, terutama dalam pembentukan perilaku. Dalam observasi awal penulis menemukan bahwa di Kelurahan Warmasen ada sebagian keluarga yang mengalami permasalahan yang berdampak pada perubahan perkembangan perilaku anak yang tadinya baik menjadi buruk. Dengan menggunakan penelitian kualitatif, yang dimana metode ini dilakukan dengan cara penulis melakukan penelitian secara langsung dengan turun lapangan untuk mengambil data kepada objek yang diteliti. Teknik pengambilan data dengan observasi dan Wawancara. Dalam penelitian ini terdapat populasi sebanyak 261 KK, dengan jumlah L+P sebanyak 572 orang. Sedangkan untuk sampelnya sebanyak 30 orang termasuk didalam adalah hasil observasi dari penulis. Hasil yang didapatkan di tempat penelitian yaitu, Dalam lingkungan keluarga ada orangtua yang mendidik anak mereka dengan baik tetapi juga ada keluarga yang tidak memperhatikan anak-anak mereka dengan baik. Sehingga mengakibatkan perubahan perilaku anak yang tadinya baik menjadi buruk. Oleh sebab itu sebagai orangtua harus menunjukkan sikap dan teladan yang baik didepan anak, karena teladan orangtua dapat menjadi pengaruh besar dalam pertumbuhan anak baik di dalam keluarga, Gereja dan Masyarakat.
PERANAN ORANG TUA DALAM MENDORONG ANAK KE SEKOLAH MINGGU Yapen, Mariangke Rehinalda; Watak, Skivo Reiner; Elias, Thomson Framonty E
Jurnal Neria Vol 2 No 1 (2024): Neria: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/jurnalneria.v2i1.180

Abstract

Peranan orang tua dalam medorong anak ke sekolah minggu adalah merupakan tanggung jawab yang tidak dapat dilemparkan kepada Pendeta, majelis, guru agama, ataupun pengasuh. Juga, kewajiban wali dalam dalam menumbuhkan iman rohani anak sangatlah penting. Namun kenyataannya yang telah terjadi di GKI Sion Saupapir Klasis Sorong tidak seperti yang di harapkan. Buktinya ada wali yang tidak memperhatikan bahkan tidak mendorong anaknya untuk pergi beribadah pada hari minggu malahan membiarkan anak-anak mereka bermain di rumah dan di pantai pada hari minggu, ini menjadi masalah bagi anak-anak untuk datang ke sekolah minggu. Strategi yang digunakan dalam eksplorasi ini adalah penggambaran subjektif dengan prosedur pemeriksaan informasi induktif. Hasil yang didapat dari hasil eksplorasi ini bahwa. Faktor yang mempengaruhi kurangnya kehadiran anak ke sekolah minggu adalah, malas, sakit, dan bermain, banyak keluarga yang lalai dalam mendorong anak ke sekolah Minggu, mereka lebih mementingkat pekerjaan mereka, itulah sebabnya sebagai orang tua perlu memahami Pentingnya Peranan Orang Tua dalam Mendorong anak Ke Sekolah Minggu.