Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Assistance for Adiwiyata school teachers in learning innovation with an integrated STEAM-H approach Fatimah, Ai Tusi; Rahayu, Febriani; Suparman, Chandra; Insani, Ismatal Qisthi
Galuh International Journal of Community Service and Development Vol 1 No 2 (2024): March 2024
Publisher : Badan Kemitraan Inovasi dan Kewirausahaan Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/gijcsd.v1i2.3803

Abstract

Learning innovations to support environmentally friendly behavior in Adiwiyata schools at the technical level are still complained of as difficult for teachers to implement. Integrated STEAM-H (science, technology, engineering, agriculture, mathematics, and health) is a learning approach that can be used by teachers to create innovative learning across subjects. This community service activity was carried out to assist sixth-grade Madrasah Ibtidaiyah Handapherang (equivalent to elementary school) teachers in designing, implementing, and assessing learning using an integrated STEAM-H approach. This mentoring method is carried out through the stages of preparation, implementation, and evaluation. The preparatory stage is carried out through focus group discussions to build learning tools and prepare tools and materials as learning media. The implementation stage is the implementation of the planning stage. Evaluation stage of the entire series of activities. Assistance produces teaching modules across subjects, namely mathematics, and science, building hydroponic project-based learning, providing meaningful learning for students that integrates agriculture, science, mathematics, technology, engineering, and health in a hydroponic vegetable cultivation project. The results of this assistance become a reference for innovative learning at the Madrasah Ibtidaiyah Handapherang to be further developed to support environmentally friendly behavior at Adiwiyata schools.
STUDI KEANEKARAGAMAN GASTROPODA AKUATIK DI PERAIRAN WISATA GOA CILALAY KECAMATAN CIGUGUR KABUPATEN PANGANDARAN Suparman, Chandra; Dadi, Dadi; Rinaldi, Feri Bakhtiar
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.21321

Abstract

Data standar mengenai keanekaragaman gastropoda air tawar di Kabupaten Pangandaran hingga saat ini belum tersedia. Sebagian besar penelitian berfokus pada keanekaragaman gastropoda air laut dan payau, sehingga studi tentang keanekaragaman air tawar sangat penting dilakukan. Informasi ilmiah terkait indeks ekologi biota ini dapat memberikan referensi dalam sistem pengelolaannya serta lebih jauh lagi sebagai indikator lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui keanekaragaman jenis gastropoda akuatik, kualitas lingkungan berdasarkan parameter fisika – kimia perairan, dan struktur komunitas gastropoda akuatik di perairan Wisata Goa Cilalay Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, metode observasi eksploratif dan teknik pengambilan sampel dengan transect walk mengikuti pola garis sungai. Pengambilan keong di 3 stasiun pengamatan menggunakan plot berdiameter 30 cm, setiap stasiun 8 plot dengan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Terdapat 2 famili dari kelas gastropoda yang teramati yaitu Famili Pachychilidae yaitu Sulcospira kawaluensis, Sulcospira testudinaria dan Famili Bucinnidae, yaitu Anentome helena. Kualitas perairan Wisata Goa Cilalay termasuk dibawah ambang batas berdasarkan baku mutu air Sungai PP No. 22 Tahun 2021, menunjukan bahwa Perairan Wisata Goa Cilalay sangat baik. Kepadatan populasi pada Sulcospira kawaluensis berkisar 19 – 252 Idn/m2, Sulcospira testudinaria berkisar 8 – 37 Idn/m2, dan Anentome helena berkisar 0 – 8 Idn/m2. Indeks keanekaragaman semua stasiun kategori rendah. Indeks keseragaman kategori tinggi di Stasiun II, Stasiun I, dan Stasiun III kategori rendah. Indeks dominansi tertinggi di Stasiun I dan terendah Stasiun II.