Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Berbasis Nilai Nilai Islam dalam Pembentukan Karakter Siswa di MI Ikhlashul Jamaah Kota Bandung Nurwahid, Lutfi; Syarief, Nashruddin; Rohaeni, Anie
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i5.867

Abstract

Implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat berbasis nilai-nilai Islam dalam pembentukan karakter siswa di MI Ikhlashul Jamaah Kota Bandung, serta pentingnya pendidikan karakter untuk menghadapi tantangan globalisasi dan degradasi moral di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi program tersebut, menganalisis integrasi nilai-nilai Islam, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pembentukan karakter siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan kepala madrasah, guru, dan siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program ini cukup efektif dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam aspek kedisiplinan, tanggung jawab, dan kejujuran, yang dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam yang diterapkan. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan konsistensi penerapan dan pengaruh lingkungan luar madrasah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengintegrasian nilai-nilai Islam dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dapat menjadi strategi yang efektif dalam pembentukan karakter siswa yang Islami.
The Transformation of the Independent Curriculum: Integrating 21st Century Skills and Islamic Educational Values in Facing the Era of Disruption Nurwahid, Lutfi; Tarliah, Liah
Islamic Journal of Education Vol. 4 No. 1 (2025): Ijed: Islamc Journal of Education
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/3v13qh43

Abstract

 The era of volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity (VUCA) demands a fundamental redefinition of educational paradigms. This study aims to critically analyze the implementation of the Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum) as a strategic instrument in accelerating 21st-Century Skills (critical thinking, creativity, collaboration, and communication) and its intersection with the ontology of holistic Islamic education. Employing a qualitative descriptive-analytical approach and extensive literature review, this research dissects the epistemological shift in the classroom—from instructional pedagogy to cognitive autonomy. The findings indicate that the Independent Curriculum structurally succeeds in deconstructing learning authority through the integration of Project-Based Learning (PjBL) and instructional differentiation. This flexibility not only stimulates student agency in solving contextual problems but also resonates with the concept of ta'dib, integrating intellectual and spiritual intelligence to form the insan kamil (perfect human). Nevertheless, critical discourse reveals that the curriculum's effectiveness is still reduced by digital literacy disparities and the cultural resistance of educators in marginalized areas. This study concludes that the Independent Curriculum is an essential social engineering tool, yet it requires a continuous transformation of the educators' professional ecosystem to align with the demands of global citizenship.