Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai-nilai Islam dalam Politik dan Hubungan Internasional Firdaus, Muhammad Ikhsan
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 2 No. 10 (2025): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Oktober 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v2i10.1660

Abstract

Islam adalah agama terbesar kedua di dunia saat ini. dengan jumlah penganut 1,6 miliar atau 23% penduduk bumi penganut agama Islam tersebar di berbagai belahan dunia. Sebagai agama Islam memiliki nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam bernegara. Hal ini yang membuat banyak politisi dari negara mayoritas Muslim mencoba bagaimana menerapkannya dalam hal kenegaraan, banyak juga pemikir Islam yang mencari tahu bagaimana konsep negara Islam yang ideal. Dalam praktiknya tentu saja penerapan terkait nilai keislaman mendapatkan jalan terjal, dari zaman wafatnya Nabi Muhammad SAW, hingga saat ini, selalu ada saja konflik yang terjadi di negara-negara mayoritas Muslim. Tantangan pada modern ini bagaimana cara agar negara-negara dengan mayoritas Muslim bisa meningkatkan tali persaudaraan antar Muslim (ukhuwah islamiyah). Bagaimana Islam dapat diterapkan menjadi nilai, dalam membangun negara dan menjembatani hubungan antar negara, baik ke negara yang mayoritas Muslim, atau yang tidak.
NEGATIVE PEACE KONFLIK AZERBAIJAN DAN ARMENIA DI KAWASAN NAGORNO-KARABAKH PADA 2023-2024 Firdaus, Muhammad Ikhsan; Anggresti, Refatika; Hanggarini, Peni
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i2.4869

Abstract

Sejak 1988 Nagorno-Karabakh menjadi wilayah rebutan antara Azerbaijan dengan Armenia. Penelitian ini mengkaji konsep negative peace dalam konflik Azerbaijan-Armenia pasca serangan terakhir Azerbaijan pada 20 September 2023, yang dimana serangan ini memenangkan Azerbaijan, dan membuat Azerbaijan kembali menguasai Nagorno-Karabakh. Azerbaijan berupaya merebut kembali Nagorno-Karabakh untuk memulihkan kedaulatan, sementara Armenia melakukannya demi kepentingan etnis dan stabilitas domestik. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan mempelajari dokumen, yang tersedia. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa konflik ini masih berada pada fase negative peace, kondisi dimana kekerasan berhenti, tapi tanpa menyelesaikan akar masalah konflik Nagorno-Karabakh. Belum adanya sistem, atau kesepakatan damai antara Azerbaijan dengan Armenia juga membuat konflik ini masih pada tahap negative peace.