Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dialektika Adat Dan Islam Pada Pamali: Analisis Wacana Tokoh Masyarakat Banjar Dan Ushul Fiqih Madani, Muhammad Taha; rahmi, Diana
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1599

Abstract

Pamali merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang hidup dan mengakar dalam masyarakat Banjar sebagai mekanisme pengendalian sosial, pendidikan moral, dan perlindungan sosial yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, dalam praktiknya pamali sering kali dipahami secara tekstual dan mistis sehingga berpotensi bertentangan dengan prinsip tauhid dalam Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dialektika antara adat dan Islam dalam praktik pamali masyarakat Banjar melalui analisis wacana tokoh masyarakat serta pendekatan ushul fiqih. Penelitian ini menggunakan metode empiris kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat Desa Galam Rabah Kabupaten Banjar, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menggunakan konsep 'urf dan maslahah mursalah sebagai kerangka analisis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pamali tidak dipahami secara tunggal oleh tokoh masyarakat, melainkan mengalami proses reinterpretasi dari makna mistis menuju makna rasional, etis, dan edukatif. Pamali yang mengandung nilai kemaslahatan sosial dan tidak bertentangan dengan prinsip tauhid dapat diterima sebagai 'urf shahih dan bagian dari maslahah mursalah, sementara pamali yang mengandung keyakinan terhadap kekuatan selain Allah dikategorikan sebagai 'urf fasid dan perlu ditinggalkan. Penelitian ini menegaskan bahwa dialektika adat dan Islam dalam pamali Banjar bersifat adaptif dan selektif, di mana adat direkonstruksi agar selaras dengan tujuan syariat (maqasid al-syariah).
Analysis of the Effectiveness of the Eco-Ticket Program Trans Banjarmasin as a Plastic Waste Management Strategy Based on the Principles of Ecological Justice Fadillah, Rahmat; Nurullah, Ahmad Rizkhan; Anwar, Ramly Salim; Rahman, Muhammad Khairu; Madani, Muhammad Taha
SIYAR Journal Vol. 6 No. 2 (2026): July
Publisher : International Relations Study Program, The Faculty of Social and Political Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/siyar.2026.6.2.357-378

Abstract

The city of Banjarmasin is currently facing an increase in waste production, from 168,032.90 tons in 2020 to 171,998.09 tons in 2023, and potentially faces bigger problems with the planned closure of the Basirih Landfill in February 2025. As an innovative step, the EcoTicket Trans Banjarmasin Program was introduced, allowing residents to exchange their used plastic bottles for free bus tickets, supporting the circular economy principle. This study evaluates the program's effectiveness and its alignment with the concept of ecological justice, utilizing qualitative methods and descriptive analysis. Budiani's effectiveness indicators, such as target accuracy, socialization, goal achievement, and monitoring, as well as ecological justice frameworks from James Lovelock, Vandana Shiva, and Andrew Dobson, are used for analysis. Through a review of literature and official documents from related agencies, it was found that in four months, the program successfully collected 60,523 plastic bottles, equivalent to 200 kg of waste that had been exchanged. Analysis shows that (1) the program effectively reaches public transportation users; (2) its socialization still needs improvement; (3) most goals were achieved, particularly in increasing public transport use and environmental awareness; (4) monitoring needs improvement. Collaboration with the City Waste Bank enables this program to create a sustainable circular economy cycle and stimulate local income. This study offers innovation by combining program effectiveness theories and ecological justice principles in circular economy-based waste management, and identifying a sustainable model without relying on government subsidies. The EcoTicket program has proven to be an effective solution incorporating ecological justice values through approaches like pollution prevention, redistribution of environmental benefits, and increasing ecological awareness in urban communities. This model has the potential to be applied in other cities to address the challenges of plastic waste in a sustainable manner.