Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sanggar Andhika Jaya dalam Pelestarian Tari Kiprah Glipang di Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo Tahun 1980-2024 Putri, Mia Widasari Kiswari; Ida Ayu Wirasmini Sidemen; Anak Agung Inten Asmariati
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR) Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i6.6778

Abstract

This study aims to analyze the role and forms of preservation of the Kiprah Glipang Dance carried out by the Andhika Jaya Studio in Pendil Village, Probolinggo Regency, from 1980 to 2024. This research uses a qualitative method with a historical approach. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews with key informants, and document studies. The results show that Sanggar Andhika Jaya carries out comprehensive preservation through three main forms: (1) structured regular training with age grouping and a dancer regeneration system, despite facing challenges such as student discipline and the lack of regeneration for singers and musicians; (2) active participation in various art festivals from local to national levels, which functions as cultural promotion and education; and (3) contribution to government policy that establishes the Kiprah Glipang Dance as a local content subject in schools. The studio's existence also has positive implications for the community, such as strengthening social bonds and boosting the local MSME economy, and for the local government as a strategic partner in preserving cultural heritage and building the region's image. It is concluded that Sanggar Andhika Jaya has not only succeeded in maintaining the authenticity of the dance but has also innovated it into a therapeutic and cultural promotion medium.
Eksistensi seni Bali dalam komunitas multikultural di Kampung Bali Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Tahun 1986-2023 Muhammad Yusuf Habibi; Ida Ayu Wirasmini Sidemen; Fransiska Dewi Setiowati Sunaryo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji eksistensi seni dan budaya Bali dalam komunitas multikultural di Kampung Bali Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada rentang waktu 1986 hingga 2023. Komunitas ini menarik untuk diteliti karena meskipun secara kuantitatif warga Bali bukan kelompok dominan, mereka berhasil mempertahankan identitas budayanya secara aktif melalui ekspresi seni seperti tari, musik gamelan, seni pahat, serta arsitektur dan kuliner khas Bali. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tiga pertanyaan utama: pertama, mengapa eksistensi seni Bali tetap bertahan di Kampung Bali Bekasi; kedua, bagaimana strategi yang digunakan untuk menjaga eksistensi tersebut; dan ketiga, apa dampak sosial budaya dan ekonomi dari keberadaan seni Bali di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan tokoh masyarakat, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan pendekatan teoritik yang menggabungkan penjelasan dan kausalitas sejarah serta teori adaptasi budaya untuk melihat proses pelestarian dan interaksi sosial antar kelompok etnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian seni Bali dilakukan melalui pendidikan seni informal, sanggar tari, pertunjukan budaya, serta kerja sama dengan pemerintah dan komunitas lokal. Eksistensi ini memberikan dampak positif dalam memperkuat identitas budaya, menciptakan harmoni sosial, dan membuka peluang ekonomi melalui pariwisata budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa pelestarian seni tradisional dalam masyarakat multikultural dapat menjadi sarana efektif membangun integrasi dan solidaritas sosial.