Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sinergi dan Aksi Nyata untuk Desa (SANDESA): Optimalisasi Kapasitas Pelaku Usaha di Pesisir Desa Pangkil Saputra, M. Rizky Indrawan; Nabila, Nabila; Ratman, Mely Nur; Safitri, Dian Prima
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i4.2819

Abstract

Program SANDESA (Sinergi dan Aksi Nyata untuk Desa) dilaksanakan di Desa Pangkil untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya pelaku UMKM, melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi logo dan kemasan standar sebagai identitas produk, serta pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS (Online Single Submission). Program ini menggunakan metode sosialisasi partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Berdasarkan hasil observasi, mayoritas pelaku usaha di Desa Pangkil masih menggunakan kemasan tanpa label dan belum memiliki NIB. Melalui kegiatan penyuluhan dan praktik langsung yang diikuti oleh 18 pelaku usaha lokal, para peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya label sebagai identitas produk serta manfaat legalitas dalam mendukung pemasaran dan perlindungan hukum. Hasil kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa masyarakat mulai memiliki kesadaran baru untuk memperkuat legalitas usaha, meningkatkan kredibilitas dan daya saing produk rumahan di pasar yang lebih luas, serta memanfaatkan pendampingan lanjutan dalam pengurusan NIB melalui sistem OSS (Online Single Submission). Secara keseluruhan, Program SANDESA terbukti relevan dengan kondisi masyarakat setempat dan menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menjadi penggerak pemberdayaan yang berkelanjutan.
Implementasi Teknologi Tepat Guna Inovatif dalam Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Bank Sampah Sebagai Strategi Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan Kurnianingsih, Fitri; Muzwardi, Ady; Putri, Ririn Deswita; Wandarizqa, Nabila; Saputra, M. Rizky Indrawan; Febriansyah, Muhammad Iqbal
Jurnal Pengabdian Negeri Vol. 2 No. 4 (2025): Desember, 2025
Publisher : CV. Austronesia Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69812/jpn.v2i4.203

Abstract

Persoalan timbulan sampah dan lemahnya tata kelola komunitas menyebabkan Bank Sampah Berkah di Kelurahan Sei Jang, Kota Tanjungpinang, belum efektif, ditandai ketidakrapian administrasi, pembagian peran yang belum jelas, keterampilan produksi terbatas, sarana pengolahan minim, serta pemasaran yang sempit. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan bank sampah sekaligus memperkuat ekonomi sirkular lokal melalui penerapan teknologi tepat guna inovatif dan penguatan kapasitas warga. Metode dilaksanakan secara partisipatif melalui lima tahapan: koordinasi-sosialisasi, pelatihan kelembagaan dan manajemen (struktur, SOP, buku kas), pelatihan teknis produksi (pemilahan, kompos, kerajinan), penerapan teknologi tepat guna dan penguatan pemasaran (mesin pencacah plastik, komposter, alat cetak paving, katalog dan media sosial), serta monitoring-evaluasi (pre/post-test, evaluasi produksi, dan penguatan jejaring). Hasil menunjukkan produksi total meningkat dari 100 kg/bulan menjadi 200 kg/bulan; kompos naik 40 menjadi 80 kg/bulan, paving block daur ulang 30 menjadi 70 kg/bulan, dan kerajinan plastik/kertas 30 menjadi 50 kg/bulan, serta muncul produk baru pot tanaman ±20 kg/bulan. Jumlah anggota aktif bertambah dari 8 menjadi 16 orang, dan mesin pencacah mampu menurunkan volume plastik lebih dari 50%. Capaian ini melampaui target peningkatan 30% dan diikuti perbaikan transparansi pencatatan digital, serta rencana keberlanjutan melalui MoU dengan pemda, sekolah, UMKM, dan dukungan CSR untuk memperluas pasar dan kemandirian. Program ini menegaskan bahwa integrasi pelatihan, teknologi, dan pemasaran digital memperkuat layanan, nilai tambah, serta keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis komunitas
The Application of Shipping Governance in the Management of Small E-Pas Outlet in Pangkil Village, Bintan Regency Saputra, M. Rizky Indrawan; Helmi, Jauzari; Putra, Adrian Kurnia Sobana
Journal of Maritime Policy Science Vol. 2 No. 3 (2025): December, 2025
Publisher : Center for Maritime Policy and Governance Studies. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmps.v2i2.7792

Abstract

Indonesia’s position as the world’s largest archipelagic state makes small-scale fishing vessels central to mobility and coastal livelihoods, yet many traditional boats still face uneven access to legality services, safety oversight, and state support conditions that can increase operational risk and exclude fishers from entitlements such as subsidized fuel. This study investigates how shipping governance is applied through the management of a Small E-Pas (e-Pas Kecil) outlet in Pangkil Village, Bintan Regency, and assesses what the outlet’s village-level implementation implies for traditional fishers. Using a qualitative, descriptive case study design, the research draws on systematic document analysis of national regulations and circulars, official institutional releases, and local media reports related to vessel measurement, registration, service delivery, and inter-agency coordination; the data were examined through thematic content analysis and coding aligned to core governance principles transparency, accountability, participation, and effectiveness supported by source triangulation. The findings indicate that the outlet has brought legality services closer to an island community by measuring and registering dozens of vessels under 7 GT, strengthening fishers’ legal identity, and facilitating access to subsidized diesel and basic safety support, while also promoting more standardized risk-prevention practices. However, implementation remains constrained by limited digital literacy among fishers, reliance on a small number of trained technical staff for measurement and data entry, and fragmented data management and coordination across KSOP, KPLP, and local government agencies, which reduces the consistency and scalability of accountability mechanisms.