Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Digital Produk Olahan Ikan Bilih Pada Poklahsar Jaso Danau Nagari Tikalak ira desmiati; Indira Karina; Boni Ikhlas; Siti Aisyah; Dicky Rustam
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i4.4134

Abstract

Abstract: This program aims to transform processed bilih fish products from Lake Singkarak through business digitalization to enhance tourism appeal and increase the added value of local food products. The partner, POKLAHSAR Jaso Danau in Nagari Tikalak, Solok Regency, experienced a 35% decline in sales turnover over the past two years due to limited digital marketing and reliance on conventional sales. In addition, production capacity could only meet about 60% of market demand, with inconsistent product quality caused by the absence of written SOPs. The program was implemented using a participatory approach through stages of socialization, technical training, innovation adoption, and mentoring. The main focus included the development of production SOPs, logbooks and digital bookkeeping, organizational structuring, and digital marketing strategies using websites, QR Codes, and social media. The results revealed significant improvement in five key aspects: business recording, production, distribution, branding, and digital marketing. The average score increased from 2.7 (fair) in 2024 to 4.0 (good) in 2025, with the highest achievement in business recording and digital marketing through the activation of an official website and marketplace integration. This transformation demonstrates that digitalization of local food MSMEs not only improves product quality and consistency but also expands distribution channels, strengthens competitiveness, and supports the achievement of the SDGs, particularly women’s empowerment, poverty alleviation, economic growth, and sustainable consumption and production. Keywords: bilih fish, MSME digitalization, women empowerment, digital marketing, lake singkarak Abstrak: Program ini bertujuan mentransformasi produk olahan ikan bilih khas Danau Singkarak melalui digitalisasi usaha guna meningkatkan daya tarik wisata dan nilai tambah pangan lokal. Mitra kegiatan adalah POKLAHSAR Jaso Danau di Nagari Tikalak, Kabupaten Solok, yang mengalami penurunan omzet hingga 35% dalam dua tahun terakhir akibat keterbatasan pemasaran digital dan masih mengandalkan penjualan konvensional. Selain itu, kapasitas produksi hanya mampu memenuhi sekitar 60% permintaan pasar, dengan kualitas produk sering tidak konsisten karena ketiadaan SOP tertulis. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan inovasi, dan pendampingan. Fokus utama meliputi penyusunan SOP produksi, logbook dan pembukuan digital, pembentukan struktur organisasi, serta strategi pemasaran berbasis website, QR Code, dan media sosial. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan signifikan pada lima aspek utama: pencatatan usaha, produksi, distribusi, branding, dan pemasaran digital. Skor rata-rata naik dari 2,7 (cukup) pada 2024 menjadi 4,0 (baik) pada 2025, dengan capaian terbesar pada pencatatan usaha dan pemasaran digital melalui aktivasi website resmi dan integrasi marketplace. Transformasi ini membuktikan bahwa digitalisasi UMKM pangan lokal tidak hanya memperbaiki kualitas dan konsistensi produk, tetapi juga memperluas distribusi, memperkuat daya saing, serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya pemberdayaan perempuan, pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan konsumsi-produksi berkelanjutan. Kata Kunci: ikan bilih, digitalisasi UMKM, pemberdayaan perempuan, pemasaran digital, danau singkarak
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea Mays l. Saccharata) DI KABUPATEN SOLOK SELATA KECAMATAN SANGIR NAGARI LUBUK GADANG TIMUR M zergi agustio; Indira Karina
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4864

Abstract

 Abstract: This study aims to analyze the factors affecting sweet corn (Zea mays L. saccharata) production in Sangir District, Nagari Lubuk Gadang Timur, Solok Selatan Regency. Primary data were obtained from 40 farmers through interviews and questionnaires using a descriptive quantitative method with the Cobb-Douglas production function. The variables studied included land area, seeds, fertilizer, pesticides, and labor. The results showed that simultaneously all variables significantly affected sweet corn production, while partially only the fertilizer variable had a significant effect. The coefficient of determination (R²) was 0.550, and the Return to Scale (RTS) value of 0.910 indicated that sweet corn farming operates under decreasing return to scale. Thus, fertilizer is the most dominant factor in increasing production. Improving the efficiency of fertilizer use and managing other production inputs are necessary to enhance sweet corn productivity in the study area. Keyword: Sweet Corn, Production Factors, Cobb-Douglas, Solok Selatan. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi jagung manis (Zea mays L. saccharata) di Kecamatan Sangir, Nagari Lubuk Gadang Timur, Kabupaten Solok Selatan. Data primer diperoleh dari 40 petani melalui wawancara dan kuesioner, dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas. Variabel yang diteliti meliputi luas lahan, benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kelima variabel berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung manis, sedangkan secara parsial hanya variabel pupuk yang berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,550 dan Return to Scale (RTS) sebesar 0,910 menandakan usaha tani jagung manis berada pada kondisi decreasing return to scale. Dengan demikian, faktor pupuk menjadi variabel yang paling dominan dalam meningkatkan produksi. Diperlukan peningkatan efisiensi penggunaan pupuk dan pengelolaan input produksi lainnya agar produktivitas jagung manis di wilayah ini dapat meningkat. Kata kunci: Jagung Manis, Faktor Produksi, Cobb-Douglas, Solok Selatan.