Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Epidemiologi Sosial dalam Pencegahan Penyakit Scabies di Pondok Pesantren X Kotamobagu Akbar, Hairil; Mokoagow, Firman Arbi Mutu; Kanahaya, Anindya Adelweis; Mamonto, Carli; Makalalag, Celsia Olivia; Darmiasih, Ni Nyoman; Limo, Ramadhanya; Kolopita, Reva Nurshifa; Shahira, Syafina Nailah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.625

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menerapkan model epidemiologi sosial dalam pencegahan scabies di Pondok Pesantren X Kotamobagu. Scabies merupakan penyakit kulit menular yang sering terjadi di lingkungan padat dengan sanitasi terbatas, sehingga diperlukan pendekatan yang melibatkan faktor individu, perilaku, dan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab yang melibatkan santri dan pengurus pesantren. Materi mencakup definisi scabies, penyebab dan cara penularan, tanda dan gejala, dampak, serta langkah pencegahan melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran santri terkait scabies serta pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Partisipan aktif bertanya dan mampu menjawab pertanyaan evaluasi dengan benar. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan meliputi dukungan pengurus pesantren, antusiasme peserta, dan tersedianya media edukasi. Kegiatan ini membentuk model epidemiologi sosial untuk pencegahan scabies, menekankan peran pengasuh dan pimpinan pesantren dalam menerapkan kerja bakti rutin dan kebersihan pribadi. Kesimpulannya, penerapan model epidemiologi sosial efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri serta mendorong terbentuknya perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan scabies di lingkungan pesantren.
Determinan Keluhan Dermatitis Kontak Pada Petani Padi di Kecamatan Kotamobagu Timur Rumaf, Fachry; Akbar, Hairil; Fauzan, Moh. Rizki; Rismayani, Besse; Tungkagi, Moh. Zey; Mamonto, Carli
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v11i1.576

Abstract

Dermatitis kontak merupakan 90% dari penyakit kulit akibat kerja, yang sering dialami oleh petani akibat paparan bahan kimia dan kebersihan perorangan yang buruk. Di Indonesia, prevalensi dermatitis kontak mencapai 97% dari total kasus penyakit kulit. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan keluhan dermatitis kontak pada petani padi di Kecamatan Kotamobagu Timur. Metode penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional Study terhadap 81 responden petani padi di wilayah Motoboi Besar, Kobo Kecil, Tumubui, Sinindian, dan Moyag pada September–Desember 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara personal higiene (Sig.=0,000), penggunaan alat pelindung diri (APD) (Sig.=0,000), dan masa kerja (Sig.=0,000) dengan keluhan dermatitis kontak. Sebaliknya, faktor usia (Sig.=0,064) dan durasi kerja (Sig.=1,000) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap keluhan dermatitis kontak pada petani padi. Faktor personal higiene dan APD serta faktor masa kerja menjadi determinan utama dermatitis kontak pada petani padi di Kecamatan Kotamobagu Timur. direkomendasikan kepada petani padi untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan APD dan untuk instansi terkait memberikan sosialisasi mengenai kesehatan kulit saat bekerja.