Usman, Sahrah Fadillah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tau-Tau in the narrative of spatial awareness of the Toraja community: A sociological review Ahmadin, Mr.; Usman, Sahrah Fadillah
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 9 No 3 (2025): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v9i3.214

Abstract

This study aims to analyze the symbolic meaning of Tau-Tau (wooden statues depicting the deceased) in the narrative of spatial awareness among the Toraja people. Using a sociological approach, this study explores the existence of Tau-tau, which not only serves as a physical representation of the deceased, but also acts as a symbolic marker that actively shapes the collective understanding of space. In this context, the spaces referred to are sacred spaces (the spirit world), social spaces (settlements and ceremonial sites), and cosmological spaces. The research method used is qualitative, with data collection techniques involving participant observation and in-depth interviews with traditional elders, families who own Tau-Tau, and the general public in Tana Toraja. The results of the study reveal that the presence of Tau-Tau on the cliffs of burial grounds in the hills creates a cultural landscape that connects the world of the living with the world of the ancestors. Tau-tau become silent but powerful narrators that affirm social hierarchy, family status, and the continuity of the relationship between the living and the dead. In the context of Toraja community spatial awareness, this is a complex socio-cultural construction, in which tau-tau function as key elements in interpreting, regulating, and animating that space. The main contribution of this research is to provide a deeper understanding of the socio-cultural dynamics of local communities, particularly regarding the interrelationship between symbols, space, and social structures
FILSAFAT ILMU SEBAGAI DASAR PENGUATAN PEMIKIRAN KRITIS DALAM PENDIDIKAN IPS Aulia, Nurul; Usman, Sahrah Fadillah; Syukur, Muhammad; Ahmad, M. Ridwan Said
SOCIETY Vol. 16 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/society.v16i2.14514

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan peran filsafat ilmu dalam memperkuat pemikiran kritis dalam pendidikan IPS. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa filsafat ilmu memberikan landasan epistemologis dan metodologis yang membantu mahasiswa memahami, menganalisis, dan mengevaluasi fenomena sosial secara lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pemikiran filosofis mendorong pembelajaran IPS yang lebih reflektif, logis, dan komprehensif. Oleh karena itu, filsafat ilmu memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas pemahaman kritis dalam ranah pendidikan IPS. Kata kunci: filsafat ilmu, pendidikan IPS, berpikir kritis
Pembelajaran Sejarah Berbasis Multikulturalisme dan Gender: Upaya Menumbuhkan Toleransi dan Kesetaraan di Sekolah Usman, Sahrah Fadillah; Bahri, Bahri; Ridha, M. Rasyid
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37159

Abstract

Pembelajaran sejarah memegang posisi penting dalam membangun kesadaran sosial, menumbuhkan sikap toleran, serta memperkuat pemahaman mengenai prinsip kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Akan tetapi, pelaksanaannya di sekolah masih sering menitikberatkan pada penguasaan fakta dan dominasi sudut pandang tertentu, sehingga nilai keberagaman dan perspektif gender belum terintegrasi secara menyeluruh. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji konsep pembelajaran sejarah yang berlandaskan multikulturalisme dan perspektif gender, menganalisis urgensi penerapannya, serta menguraikan strategi implementasinya di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui penelaahan berbagai literatur yang relevan dengan fokus kajian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengintegrasian nilai multikulturalisme dan perspektif gender dalam pembelajaran sejarah memiliki peran penting dalam mencegah tumbuhnya intoleransi dan diskriminasi, membentuk karakter peserta didik yang demokratis dan berkeadilan, serta meningkatkan keterkaitan pembelajaran dengan realitas sosial peserta didik. Penerapan pendekatan tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan bahan ajar yang inklusif, penerapan metode pembelajaran partisipatif, analisis kritis terhadap narasi sejarah, integrasi nilai dalam proses evaluasi, serta penguatan budaya sekolah yang inklusif. Dengan demikian, pembelajaran sejarah tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian pengetahuan, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter yang menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi nilai kesetaraan.