Ulil Firdausiyah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Islamic Education Institute for Children of Madurese Migrant Workers in Malaysia Ulil Firdausiyah; Muhammad Ihsan; Maimun, Maimun
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i4.1836

Abstract

This article examines the existence and role of Islamic educational institutions for the children of migrant workers from Madura in Malaysia. The phenomenon of labour migration from Indonesia to Malaysia has created a need for adequate education for the children of migrant workers, especially in the context of Islamic education which is an integral part of their cultural identity. This research uses a qualitative method with a case study approach, involving in-depth interviews and field observations in several Madurese communities in Malaysia. The research results show that there are various Islamic educational institutions that serve the children of Madurese migrant workers, ranging from formal institutions such as the Kota Kinabalu Indonesian School (SIKK) and the Kuala Lumpur Indonesian School (SIKL), to non-formal institutions such as the Indonesian Education Center (PPI) and Madurese Learning Community (KBM). Apart from that, there are also informal educational initiatives such as home recitations and study programs at mosques or surau. While these institutions play a key role in defending Islamic values and Madurese culture, they face various challenges such as resource constraints, legality issues, and the need to balance religious education with the demands of general education. This article also explores the adaptation strategies implemented by these institutions, including the use of technology for distance education and cooperation with local authorities. In conclusion, the existence of Islamic educational institutions for the children of Madurese migrant workers in Malaysia has deep significance, not only in the context of religious education, but also as a means of cultural preservation and preparation for reintegration into Indonesia. This research recommends increased support from the governments of Indonesia and Malaysia, as well as closer cooperation between various stakeholders to strengthen and develop these Islamic educational institutions.
Pengembangan Bahan Ajar Miniatur Manasik Haji Berbasis Digital Untuk Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Muhammad Ihsan; Halimatus Sa’diyah; Ulil Firdausiyah; Mohammad Suhud
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i4.1557

Abstract

Pembelajaran fiqih tidak hanya membutuhkan teori, tetapi juga praktik, karena siswa harus menunjukkan kemampuan mereka dalam melaksanakan ibadah, khususnya haji. Pembelajaran haji tidak cukup hanya melalui persiapan teori untuk memperkuat pemahaman siswa, tetapi juga membutuhkan penyajian praktik dan media yang tepat agar mampu menjelaskan materi Manasik Haji. Miniatur Manasik Haji berbasis digital ini sangat diperlukan, karena siswa saat ini cenderung lebih menyukai media pembelajaran berbasis digital. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan materi pengajaran Manasik Haji miniatur berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan dan efektivitas materi pengajaran Manasik Haji miniatur untuk siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) menggunakan model ADDIE, yang dikembangkan oleh Dick dan Carey. Materi pengajaran ini dikembangkan menggunakan model ADDIE yang mencakup tahapan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahan Ajar Manasik Haji Miniatur Berbasis Digital efektif diberikan kepada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah dengan peningkatan hasil belajar siswa yang mencapai 75,9%. Bahan ajar Manasik Haji Miniatur ini telah divalidasi oleh beberapa validator dari tim ahli, ahli media atau desain, dan ahli materi atau pembelajaran dengan nilai kumulatif rata-rata 87,5%, sehingga bahan ajar ini layak diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah. Bahan ajar ini telah diuji pada siswa kelas V MI, baik skala kecil, menengah, dan besar dengan nilai akhir kumulatif 75,9%, yang menunjukkan tingkat pencapaian yang tinggi.