Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Prediksi Fragmentasi Hasil Peledakan Overburden di Pit E Banko Tengah PT. Bukit Asam Tbk. Sugiarte, I Made Arie; Jasipto, Alio; Arham, La Ode; Mildan, Deni
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 1 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i1.1868

Abstract

Peledakan di PT Bukit Asam Tbk terutama pada Pit E Banko Tengah masih terdapat permasalahan fragmentasi yang tidak mencapai target, ditandai dengan ukuran boulder yang melebihi target perusahaan yaitu 70 cm dengan kelolosan 80%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab parameter ketidaktercapaian fragmentasi dan menentukan metode fragmentasi teoritis yang hasilnya paling sesuai dengan aktual. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data 29 lokasi peledakan di Pit E Banko Tengah. Fragmentasi aktual dianalisis menggunakan metode image analysis. Hasil aktual tersebut kemudian dibandingkan dengan tiga metode prediksi teoritis. Kesesuaian dari ketiga metode dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 peledakan tidak mencapai target. Parameter penyebab dari ketidaktercapaian fragmentasi yaitu, powder factor yang rendah, rasio (PC/H) yang tidak optimal, rasio (S/B) yang terlalu besar, dan nilai burden relief yang kurang optimal. Metode Rock Engineering System (RES) menunjukkan kesesuaian paling tinggi dengan fragmentasi aktual, dibuktikan dengan perbandingan grafik dan nilai R² sebesar 0,5322, serta nilai RMSE atau nilai eror terendah yaitu 4,95, dibanding dengan metode Kuz-ram dan Cunningham. Dengan demikian perlunya optimasi pada parameter yang menjadi penyebab ketidaktercapaian fragmentasi yang telah dijelaskan untuk mencapai target fragmentasi. Selain itu, metode Rock Engineering System (RES) terbukti menjadi metode prediksi yang lebih andal dan valid untuk digunakan sebagai pembanding dalam merencanakan kegiatan peledakan di lokasi penelitian.
Analisis balik kelongsoran lereng lowwall dan pengaplikasiannya pada tambang pit utara di PT Banyan Koalindo Lestari Tambunan, Aldito Suranta; Jasipto, Alio; Hakim, Hafid Zul; Mildan, Deni
Jurnal Geoparks Vol 1, No 01 (2026): Jurnal Geoparks Volume 01 Nomor 01 April 2026
Publisher : Department of Geological Engineering, Faculty of Engineering, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v1i01.17606

Abstract

PT Banyan Koalindo Lestari merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara di Indonesia dan memiliki luas Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 10.980 ha. Pada April 2024, terjadi longsoran di pit utara sisi lowwall PT BKL. Penyebab kelongsoran belum diketahui sehingga diperlukan analisis balik untuk mencari penyebab kelongsoran, belum pernah dilakukanya analisis balik oleh perusahaan. Ada beberapa hal yang diduga menjadi parameter yaitu material properties, pengaruh air, kegempaan, dan beban alat. Analisis balik dilakukan pada material properties didapatkan pada nilai kohesi batuan sandstone dan claystone adalah 0.057 dan 0.030 dan sudut geser dalamnya 24.530 serta 15.300, didapatkan penurunan strength reduction factor sebesar 46.5%. Pada pengaruh air didapatkan penurunan yang cukup signifkan adalah 49.5%. Kegempaan dan beban alat memiliki dampak yang tidak terlalu signifikan dapat dilihat dari penurunan kedua parameter, nilai penurunan kedua parameter adalah 10.53% dan 16.3%. dari hasil yang telah diperoleh dapat dikatakan bahwa penyebab kelongsoran adalah material properties dan pengaruh air. Diketahui penyebab kelongsorannya dan dilakukan pemodelan diperoleh strength reduction factor sebesar 0.86, Kesesuaiann antara total displacement dan pergerakan lereng aktual mendapatkan hasil 0.7 cm dengan 2.4 cm . Kedua hasil ini dikatakan tidak terlalu jauh sehingga masih bisa merepresentasikan keadaan lapangan pada model yang dibuat pada software analisis berbasis FEM.