Murti, Andhyka
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGELOLAAN DESWITA RINTISAN DEWI PANDANG BERBASIS CBT DI DESA PANDANPURO PAKEM SLEMAN Wigati, Erna; Purwoko, Yitno; Murti, Andhyka
Jurnal Pariwisata Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v10i2.17420

Abstract

ABSTRAKPadukuhan Pandanpuro merupakan salah satu wilayah dalam Kapanewon Pakem di daerah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan menjadi rintisan desa wisata yang dikembangkan berdasarkan potensi desa yang dimiliki. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui Pengelolaan yang dilakukan warga desa dalam merintis desa wisata dengan berbasis CBT yang dilakukan di desa Pandanpuro, Pakem Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Rapid Rural Appraisal (RRA). Data diperoleh dari hasil indepth interview dengan keyperson terkait dengan tujuan untuk mengetahui pengelolaan apa saja yang telah dilakukan dengan berbasis CBT dalam merintis desa wisata rintisan Dewi Pandang. Hasil dari penelitian ini adalah Potensi yang dimiliki oleh Dusun Pandanpuro terbagi dalam kuliner UMKM, seni budaya, pertanian, perikanan dan rekreasi outdoor. Masyarakat mengembangkan potensi tersebut untuk menjadi daya tarik wisata dengan melakukan pelatihan yang didampingi akademisi seperti cara membuat paket wisata sesuai potensi yang ada di Dewi Pandang.Kata Kunci: Pengelolaan1, Desa Wisata2, Deswita Rintisan3, Community Based Tourism4 ABSTRACT Padukuhan Pandanpuro is one of the areas in Kapanewon Pakem in the Sleman area, Special Region of Yogyakarta which will become a pilot tourism village that will be developed based on the village's potential. This article aims to find out the management carried out by villagers in starting a tourism village based on CBT which was carried out in Pandanpuro village, Pakem Sleman. The research method used is descriptive qualitative with the Rapid Rural Appraisal (RRA) approach. The data was obtained from the results of in-depth interviews with keypersons related to the aim of knowing what management had been carried out based on CBT in starting the Dewi Pandang tourism pilot village. The results of this study are that the potential possessed by Dusun Pandanpuro is divided into UMKM culinary, cultural arts, agriculture, fisheries and outdoor recreation. The community develops this potential to become a tourist attraction by conducting training accompanied by academics such as how to make tour packages according to the potential that exists in Dewi Pandang.Keywords: Management1, Tourism Village2, Embryo Tourism Village3, Community Based Tourism4
Kecakapan Berbahasa Inggris Serta Keterlibatan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Ekowisata Pancoh Murti, Andhyka; Kusuma, Andreas Dian Anggi
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i1.15305

Abstract

Dinas Pariwisata Sleman terus berbenah dan mengembangkan didalam membuat Desa Wisata menjadi bagian dari daya tarik unggulan dengan mengusung konsep pariwisata berkelanjutan. Desa Ekowisata Pancoh menjadi desa yang termasuk didalam kategori desa mandiri pada tahun 2022. Kegiatan pariwisata yang berbasis masyarakat (PBM) ini yang akan menjadi penyangga kedepannya bagi kemandirian sebuah desa. Setelah Pandemi, jumlah kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Desa Ekowisata Pancoh mulai menunjukkan peningkatan. Untuk menunjang kenyamanan wisatawan mancanegara, diperlukan adanya kegiatan pengarahan dan penyuluhan mengenai pentingnya layanan bagi wisatawan mancanegara dalam penggunaan bahasa Inggris lisan maupun tulisan disekitar area Desa Wisata. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif mix method yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara faktual pendekatan elemen-elemen sosial budaya termasuk bahasa pada pengembangan Desa Ekowisata Pancoh. Data yang diperoleh peneliti berasal dari pengisian lembar kuesioner yang disebarkan pada pengelola dan penduduk Desa Ekowisata Pancoh. Untuk data kualitatif didapat melalui wawancara dengan pengelola dan observasi langsung di desa tersebut. Hasil yang diperoleh dari pengisian kuesioner terkait kemampuan berbahasa Inggris masyarakat yaitu: masyarakat yang Sangat Tidak Setuju sebesar 20%, Tidak Setuju 46%, Setuju 26%, Sangat Setuju 8%. Sampel data didapatkan dari 50 informan dengan melibatkan pengelola dan masyarakat area Desa Ekowisata Pancoh dengan rentang usia sekitar 20 hingga 60 tahun. Data yang dihasilkan menunjukkan tingkat kecakapan Bahasa Inggris masyarakat masih tergolong kurang, terlebih pada bidang kosakata, ungkapan sehari-hari serta kemampuan menjelaskan. Sedangkan hasil wawancara dan observasi menunjukkan bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan desa seperti gotong royong dan kerjasama antar warga sudah cukup baik, terutama dalam hal pengembangan sarana prasarana dan pelayanan terhadap wisatawan. Namun dalam hal menyumbangkan ide inovatif, evaluasi serta pengambilan keputusan masih perlu ditingkatkan demi terlaksananya konsep pariwisata berkelanjutan.