Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pelatihan Keterampilan CPR, Balut Bidai dan Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital pada Warga RT 19 Desa Loa Kumbar Samarinda Septiawan, Taufik; Sureskiarti, Enok; Safrudin, Bachtiar; Masnina, Rusni; Kefie, Muhammad
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.2027

Abstract

Desa Loa Kumbar berada di kelurahan loa buah dan berada di wilayah kerja Puskesmas Loa Bakung Samarinda, Desa ini cukup terisolir karena akses darat yang rusak parah dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua ataupun roda empat. Jalur sungai menjadi jalan alternatif warga. Masalah kesehatan yang banyak terjadi pada warga desa loa kumbar adalah penyakit hipertensi, dimana penyakit ini dapat berkembang menjadi penyakit jantung koroner yang dapat menyebabkan penderita beresiko terkena serangan jantung dan henti jantung. Selain masalah kesehatan tersebut, warga di desa Loa Kumbar rata-rata adalah petani dan juga buruh kayu, kondisi tersebut rentan untuk terjadinya kecelakaan yang dapat menyebabkan cidera dan perdarahan. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk melatih warga agar bisa melakukan CPR, melakukan balut bidai dan melakukan penilaian tanda-tanda vital. Pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan Only Hand CPR, keterampilan Balut Bidai dan Pengukuran Tanda-tanda Vital. Hasil Kegiatan ini warga sangat antusias untuk mengikuti pelatihan dan terjadi peningkatan pengetahuan serta keterampilan warga dalam pelaksanaan CPR, Balut Bidai dan Pemeriksaan Tanda-tanda Vital
Hubungan antara Usia Ibu, Komplikasi Kehamilan dan Persalinan dengan Kejadian Depresi Postpartum di Puskesmas Azzahra, Amarilis Fatimah; Wahyuni, Tri; Masnina, Rusni
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v19i2.2308

Abstract

Latar Belakang: Usia muda dikaitkan degan ketidaksiapan perempuan untuk menjadi ibu, dikaitkan dengan kesehatan fisik dan mental. Memiliki anak pada usia muda meningkatkan resiko terjadinya komplikasi selama kehamilan, persalinan, dan masa nifas. Komplikasi bisa berupa penyakit pada ibu, janin serta gangguan Kesehatan mental seperti depresi postpartum. Tujuan study: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia ibu, komplikasi kehamilan dan persalinan dengan kejadian depresi postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Samarinda. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pengujian hubungan antar variabel yaitu usia ibu, komplikasi kehamilan, komplikasi persalinan dan depresi postpartum dengan jumlah responden 117 ibu yang berusia dibawah 25 tahun, dan telah memiliki anak dengan usia 6-36 bulan, yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kota Samarinda. Analisa data dengan menggunakan Rank sparemant dengan dimulai menggunakan uji Univariat. Hasil : Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan antara komplikasi kehamilan dengan depresi postpartum, namun tidak ditemukan hubungan antara komplikasi persalinan dengan depresi postpartum. Selain itu, tidak ada hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian depresi postpartum.Manfaat : Hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan informasi bagi peneliti selanjutnya. Kesimpulan : tidak Ada hubungan antara usia ibu saat ini dengan depresi postpartum, ada hubungan antara komplikas kehamilan terhadap depresi postpartum dan tidak ada hubungan komplikasi persalinan pada depresi postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Samarinda.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMP KOTA SAMARINDA Nursela, Nursela; Asthiningsih, Ni Wayan Wiwin; Masnina, Rusni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42024

Abstract

Obesitas merupakan suatu kondisi di mana jumlah asupan energi melebihi kebutuhan sehingga terjadi ketidakseimbangan antara asupan energi dengan energi yang digunakan. Masa remaja merupakan masa yang rawan mengalami masalah gizi. Salah satu masalah gizi yang sering dialami remaja adalah obesitas. Obesitas terjadi karena adanya kelainan kompleks pengaturan nafsu makan dan metabolisme energi yang dikendalikan oleh beberapa faktor-faktor seperti genetik, aktivitas fisik, pola makan, lingkungan dan hormonal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan pola makan dengan kejadian obesitas pada remaja di SMP Kota Samarinda. Metode ini menggunakan metode kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah remaja yang memiliki IMT ≥27kg/m2 di SMP Negeri 2 Samarinda, SMP Negeri 16 Samarinda, SMP Negeri 29 Samarinda berjumlah 131 responden. Hasil penelitian dapat diketahui, responden yang melakukan aktivitas fisik rendah sebanyak 45 remaja, kategori sedang sebanyak 40 remaja, dan kategori tinggi sebanyak 11 remaja. Remaja dengan pola makan kurang baik sebanyak 65 remaja dan pola makan baik sebanyak 31 remaja. Remaja dengan obesitas I sebanyak 25 remaja dan obesitas II sebanyak 71 remaja. Ada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja di SMP Kota Samarinda dengan nilai p-value= 0,029< α= 0,05. Ada hubungan pola makan dengan kejadian obesitas pada remaja di SMP Kota Samarinda dengan nilai p-value= 0,001< α= 0,05. Aktivitas fisik yang minim serta pola makan yang tidak baik merupakan faktor utama yang harus dihindari untuk mencegah obesitas. Gaya hidup aktif dan memilih makanan bergizi seimbang sangat penting untuk menjaga berat badan ideal.
MEDICATION ADHERENCE AND MENTAL HEALTH AMONG PATIENTS WITH SCHIZOPHRENIA AT LOA BAKUNG PRIMARY HEALTH CENTER, SAMARINDA Najdah; Masnina, Rusni; Asthiningsih, Ni Wayan Wiwin; Atthoba, La Debi
PRIMA WIYATA HEALTH Vol 7 No 1 (2026): Prima Wiyata Health: Januari 2026
Publisher : LPPM STIKES HUSADA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60050/pwh.v7i1.116

Abstract

Background: Schizophrenia is a chronic severe mental disorder associated with impaired functioning and high relapse rates. Medication nonadherence remains a major challenge in maintaining mental health stability, particularly in primary health care settings where resources are limited. Objectives: To examine the association between medication adherence and mental health status among outpatients with schizophrenia at Puskesmas Loa Bakung Samarinda. Methods: A cross-sectional analytic study was conducted from October to November 2024 involving 40 outpatients with schizophrenia selected through total sampling. Medication adherence was assessed using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), while mental health status was measured using the General Health Questionnaire-12 (GHQ-12). Data were analyzed using descriptive statistics and the Chi-square test with a significance level of 0.05. Results: Most participants had low medication adherence (57.5%) and experienced mild psychological distress (47.5%). Bivariate analysis showed a statistically significant association between medication adherence and mental health status (p < 0.001), with patients who had moderate to high adherence showing a lower likelihood of psychological distress (OR = 0.032; 95% CI: 0.003–0.295). Conclusion: Medication adherence was significantly associated with mental health status among outpatients with schizophrenia in a primary health care setting. These findings indicate an important relationship between adherence and psychological condition, although causal conclusions cannot be drawn due to the cross-sectional design.
FAMILY SUPPORT AND MEDICATION ADHERENCE AMONG PATIENTS WITH SCHIZOPHRENIA IN PRIMARY HEALTHCARE Nurkhalisah; Masnina, Rusni; Asthiningsih, Ni Wayan Wiwin
PRIMA WIYATA HEALTH Vol 7 No 1 (2026): Prima Wiyata Health: Januari 2026
Publisher : LPPM STIKES HUSADA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60050/pwh.v7i1.118

Abstract

Background: Schizophrenia is a chronic mental disorder requiring long-term pharmacological treatment. Medication non-adherence remains a major challenge and contributes to relapse and rehospitalization. In primary healthcare settings, family support is considered a key psychosocial factor influencing medication adherence. Objectives: This study aimed to examine the association between family support and medication adherence among outpatients with schizophrenia in a primary healthcare setting. Methods: An analytical cross-sectional study was conducted at Puskesmas Loa Bakung Samarinda, Indonesia. A total of 40 schizophrenia outpatients were recruited using total sampling. Family support was measured using the Duke-UNC Functional Social Support Questionnaire, while medication adherence was assessed with the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Data were analyzed using univariate analysis and Chi-square or Fisher’s exact test, with odds ratio (OR) estimation at a significance level of p < 0.05. Results: Of the respondents, 52.5% reported sufficient to high family support, while 47.5% reported low support. Medication adherence was categorized as low in 57.5% of patients, moderate in 17.5%, and high in 25.0%. A significant association was found between family support and medication adherence (p = 0.022). Patients with low family support had a sixfold higher risk of non-adherence compared to those with sufficient or high family support (OR = 6.094). Conclusion: Family support is significantly associated with medication adherence among patients with schizophrenia in primary healthcare. Strengthening family involvement in community-based mental health services is essential to improve adherence and reduce the risk of relapse.
THE ASSOCIATION BETWEEN FAMILY SUPPORT AND MENTAL HEALTH AMONG OUTPATIENTS WITH SCHIZOPHRENIA Aqilah, Syafwa; Masnina, Rusni; Wiwin Asthiningsih, Ni Wayan
PRIMA WIYATA HEALTH Vol 7 No 1 (2026): Prima Wiyata Health: Januari 2026
Publisher : LPPM STIKES HUSADA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60050/pwh.v7i1.119

Abstract

Background: Outpatients with schizophrenia still face the risk of mental health distress despite regular treatment. Family support is considered an important psychosocial factor that potentially plays a role in maintaining stable mental health. However, empirical evidence regarding the relationship between family support and mental health in patients with schizophrenia in primary healthcare settings is limited, particularly in the outpatient setting. Objectives: This study aims to analyze the relationship between family support and mental health in outpatients with schizophrenia. Methods: This study used a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The subjects were 40 outpatients with schizophrenia registered at the Loa Bakung Community Health Center, Samarinda, who were selected using total sampling. Family support was measured using the Duke–UNC Functional Social Support Questionnaire (FSSQ), while mental health was assessed using the General Health Questionnaire-12 (GHQ-12). Data were analyzed descriptively and bivariately using the Chi-square test with continuity correction, and presented with Odds Ratio (OR) values ​​and 95% confidence intervals with a significance level of p < 0.05. Results: The analysis results showed that the majority of respondents were in a state of mental health distress (72.5%). There was a statistically significant relationship between family support and the mental health of schizophrenia patients (p = 0.008). Respondents with adequate to high family support were less likely to experience mental health distress than respondents with low family support (OR = 0.061; 95% CI: 0.007–0.545). Conclusion: This study demonstrates a significant association between family support and mental health in outpatients with schizophrenia. However, given the cross-sectional design and limited sample size, these results cannot be used to conclude a causal relationship. These findings emphasize the importance of family support as a psychosocial factor that needs to be considered in community-based mental health services.