Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Virtual Reality terhadap Motivasi Belajar Anak Usia 5-6 tahun di PAUD Melati Kabupaten Sintang Maharani, Resti; Miranda, Dian; Ramadhani, Ariyani
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis virtual reality terhadap motivasi belajar anak usia 5-6 tahun di PAUD Melati Kabupaten Sintang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif bentuk eksperimen dengan menggunakan desain penelitian pre-eksperimental desain one group pretest-posttest. Sampel pada penelitian ini berjumlah 22 anak. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji normalitas, uji hipotesis (uji t-test), dan uji effect size. Didapatkan nilai rata-rata motivasi belajar anak sebelum penggunaan media pembelajaran berbasis virtual reality adalah 7,05 dengan kategori kadang-kadang (KK). Setelah penggunaan media pembelajaran berbasis virtual reality 8,86 dengan kategori selalu (S). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Sig. (2-tailed) pada uji hipotesis (uji t-test) sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya media pembelajaran berbasis virtual reality berpengaruh terhadap motivasi belajar. Hasil uji t menunjukan bahwa thitung > ttabel (-6,521 > -2,080) maka hipotesis Ha diterima dan H0 ditolak. Terdapat pengaruh dari penggunaan media pembelajaran berbasis virtual reality terhadap motivasi belajar anak usia 5-6 tahun di PAUD Melati Kabupaten Sintang sebesar 1,633 dilihat dari perhitungan uji effect size, menurut kategori masuk ke dalam kategori efek kuat atau strong effect karena memperoleh hasil 1,633 > 1,00.
Hubungan Dukungan Sosial terhadap Stres pada Keluarga yang Merawat Anak dengan Leukemia Maharani, Resti; Huda, Nurul; Kusumarini, Novita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.490

Abstract

Pendahuluan: Leukemia merupakan salah satu jenis kanker darah yang menyerang anak-anak dan memerlukan perawatan jangka panjang di rumah sakit. Kondisi ini menimbulkan beban fisik, emosional, dan psikologis bagi keluarga. Dukungan sosial dari anggota keluarga, lingkungan, dan tenaga kesehatan berperan penting dalam membantu keluarga mengelola stres selama proses perawatan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat stres pada keluarga yang merawat anak penderita leukemia di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional . Sampel penelitian terdiri dari 41 responden, yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling . Instrumen penelitian berupa kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan skala Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk menilai tingkat stres. Analisis data dilakukan dengan uji Fisher's Exact dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar keluarga memperoleh dukungan sosial pada kategori tinggi (48,8%), sedangkan tingkat stres yang dialami berada pada kategori sedang (46,3%). Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan tingkat stres keluarga (p = 0,029 < 0,05), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial, semakin rendah tingkat stres yang dialami. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan stres pada keluarga yang merawat anak penderita leukemia. Dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan tekanan psikologis keluarga. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan melibatkan keluarga dalam perawatan anak, memberikan edukasi, serta menyediakan dukungan psikososial. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti variabel lain yang berhubungan dengan stres keluarga, seperti strategi penanggulangan dan kualitas hidup.