M. Fakhrul Hardani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aplikasi “Terapi” Usaha Berbasis Teknologi Digital untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Kota Palu: Digital Technology-Based Business "Terapi" Application to Improve Palu City Health Services M. Fakhrul Hardani; M. Rinaldhi Tandah; Ririen Hardani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4201

Abstract

Latar belakang: Teknologi digital sudah banyak digunakan dalam dunia perbisnisan, contohnya dalam pelayanan kefarmasian. Banyak apotek - apotek online didirikan pada sebuah platform aplikasi yang sudah terkenal, tetapi sangat disayangkan hal ini menyebabkan hilang pula peran seorang apoteker didalam platform tersebut. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah membuat perangkat lunak berbasis mobile apps yang bekerja dengan sistem apotek online tanpa menghilangkan peran apoteker dan menentukan sistem regulasi penyerahan obat pada aplikasi Terapi Metode: Mobile apps terapi dibuat dengan menggunakan android studio, penentuan data dan informasi, penentuan system dispensing obat, desain aplikasi, penambahan fitur aplikasi, pembuatan logo aplikasi, pembuatan data base , desain interface aplikasi Hasil: aplikasi Terapi akan menampilkan 6 fitur utama yaitu menu Obat, Apotek, Apoteker, Rumah Sakit, Gawat Darurat, dan Order. Pengujian dilakukan dengan metode Black Box Testing dengan hasil pengujian valid. Regulasi dispensing obat pada penggunaan aplikasi Terapi menganut system penyerahan obat berdasarkan golongan obat. Golongan obat keras & psikotropik tidak dapat dilayani melalui aplikasi terapi karna terkait penggunaan yang harus diawasi, efek samping dan toksisitas obat. Pemesanan obat yang tidak dilayani, pengguna akan diarahkan aplikasi untuk mendapatkan obat langsung pada apoteker dan dokter praktek Kesimpulan: aplikasi Terapi akan menampilkan 6 fitur utama yaitu menu Obat, Apotek, Apoteker, Rumah Sakit, Gawat Darurat, dan Order. Regulasi dispensing obat pada penggunaan aplikasi Terapi menganut system penyerahan obat berdasarkan golongan obat. Golongan obat keras & psikotropik tidak dapat dilayani melalui aplikasi terapi karna terkait penggunaan yang harus diawasi, efek samping dan toksisitas obat. Pemesanan obat yang tidak dilayani, pengguna akan diarahkan aplikasi untuk mendapatkan obat langsung pada apoteker dan dokter praktek.
Evaluasi Penggunaan Obat Antihistamin pada Pasien Rawat Jalan Penyakit Kulit Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu : Evaluation of the Use of Antihistamines in Outpatients with Skin Diseases Undata Regional General Hospital Palu M. Fakhrul Hardani; Amelia Rumi; Yuli indasari; Rugayyah Alyidrus; Abdurrahman Hasymi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3219

Abstract

Latar belakang: Penyakit kulit merupakan sebuah kelainan kulit yang disebabkan beberapa faktor seperti jamur, kuman, parasit, virus dan infeksi yang dapat menyerang segala umur. Gejala dari penyakit kulit dapat diatasi menggunakan antihistamin, yang bila dikonsumsi tidak tepat dapat menyebabkan gangguan pada sistem konduksi kardiovaskuler, retensi urin akut, acute generalized exanthematous pustulosis (AGEP), penurunan fungsi kognitif dan gangguan neuromuscular junction. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum penggunaan obat dan evaluasi penggunaan antihistamin yang ditinjau dari aspek tepat indikasi, dosis, dan interval waktu pemberian di RSUD Undata Palu. Metode: Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif yang bersifat retrospektif dengan pengambilan data secara purposive sampling pada rekam medis Juli sampai dengan Desember 2021. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 responden diperoleh karakteristik pasien sebagian besar berjenis kelamin laki-laki 59%, usia 46-65 tahun 33%, didominasi tidak bekerja 18%, dan ditemukan 100% manifestasi klinik mengalami keluhan gatal dan ruam, diagnosa terbanyak adalah dermatitis seboroik 16%, pada jumlah pasien yang mendapatkan <3 jenis obat 85%, dengan penggunaan antihistamin terbanyak adalah setirizin 80%. Kesimpulan: Evaluasi kesesuaian indikasi didapatkan sebesar (100%) tepat indikasi, tepat dosis pemberian obat didapatkan sebesar (97%) tepat dosis, dan tepat interval waktu pemberian didapatkan sebesar (96%) tepat interval waktu pemberian berdasarkan pada British National Formulary (BNF) Edisi 83.