Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Deteksi Helicobacter pylori Pada Feses Mahasiswa Gastritis Tingkat Akhir Angkatan 2018 Di Universitas Megarezky Makassar Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) Nur Laela Alydrus; Juli Saputri; Rugayyah Alyidrus
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 1 (2024): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v3i1.198

Abstract

Gastritis termaksud dalam salah satu masalah pencernaan yang paling banyak dialami pada gangguan kesehatan. Gastritis atau lebih lazim dikenal dengan sakit “maag” merupakan peradangan dari mukosa lambung yang disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi. Pada umumnya salah satu penyebab gastritis diakibatkan oleh adanya infeksi bakteri Helicobacter pylori. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi Helicobacter pylori pada mahasiswa tingkat akhir angkatan 2018 di Universitas Megarezky dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Metode penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengen menggunakan desain cross sectional study. Hasil penelitian ini dengan menggunakan 12 sampel feses mahasiswa gastritis di dapatkan 2 sampel (6,7%) yang terdeteksi Helicobacter pylori dengan target band 294 bp. Kesimpulan penelitian ini bahwa terdapat Helicobacter pylori pada feses mahasiswa gastritis tingkat akhir angkatan 2018 di UNIMERZ dimana hal ini disebabkan oleh faktor stres, pola makan yang tidak teratur, serta makan makanan yang dapat merangsang peningkatan asam lambung
The Influence of Personal Hygiene on the Prevalence of Soil-Transmitted Helminths (STH) in Children: A Case Series in a Remote Indigenous Community in Indonesia Nur Laela Alydrus; Ka’bah; Rugayyah Alyidrus; Risky Nurul Fadlila RN; Fika Andriani
Scientific Journal of Pediatrics Vol. 3 No. 1 (2025): Scientific Journal of Pediatrics
Publisher : Phlox Institute: Indonesian Medical Research Organization

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59345/sjped.v2i2.172

Abstract

Introduction: Soil-transmitted helminths (STHs) are a major public health concern, especially in remote indigenous communities with limited access to clean water and sanitation. This study aimed to investigate the influence of personal hygiene practices on the prevalence of STH infections in children in the Ammatoa Kajang community of Bulukumba Regency, Indonesia. Methods: An observational case series was conducted among children aged 3-13 years in the Ammatoa Kajang community. Data on personal hygiene practices were collected through questionnaires and interviews, while stool samples were examined for STH infections using the Kato-Katz method. Data were analyzed using correlation tests to determine the relationship between personal hygiene and STH prevalence. Results: The prevalence of STH infection was 45%, with Ascaris lumbricoides being the most common (30%), followed by Trichuris trichiura (10%) and hookworm (5%). Poor personal hygiene practices, such as infrequent handwashing, not using soap after defecation, and not wearing footwear, were significantly associated with an increased risk of STH infection. Conclusion: Personal hygiene plays a crucial role in the prevalence of STH infections among children in the Ammatoa Kajang community. Health promotion programs focused on improving personal hygiene practices, along with improved sanitation facilities, are essential for reducing the burden of STH infections in this remote indigenous community.
Evaluasi Penggunaan Obat Antihistamin pada Pasien Rawat Jalan Penyakit Kulit Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu : Evaluation of the Use of Antihistamines in Outpatients with Skin Diseases Undata Regional General Hospital Palu M. Fakhrul Hardani; Amelia Rumi; Yuli indasari; Rugayyah Alyidrus; Abdurrahman Hasymi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3219

Abstract

Latar belakang: Penyakit kulit merupakan sebuah kelainan kulit yang disebabkan beberapa faktor seperti jamur, kuman, parasit, virus dan infeksi yang dapat menyerang segala umur. Gejala dari penyakit kulit dapat diatasi menggunakan antihistamin, yang bila dikonsumsi tidak tepat dapat menyebabkan gangguan pada sistem konduksi kardiovaskuler, retensi urin akut, acute generalized exanthematous pustulosis (AGEP), penurunan fungsi kognitif dan gangguan neuromuscular junction. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum penggunaan obat dan evaluasi penggunaan antihistamin yang ditinjau dari aspek tepat indikasi, dosis, dan interval waktu pemberian di RSUD Undata Palu. Metode: Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif yang bersifat retrospektif dengan pengambilan data secara purposive sampling pada rekam medis Juli sampai dengan Desember 2021. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 responden diperoleh karakteristik pasien sebagian besar berjenis kelamin laki-laki 59%, usia 46-65 tahun 33%, didominasi tidak bekerja 18%, dan ditemukan 100% manifestasi klinik mengalami keluhan gatal dan ruam, diagnosa terbanyak adalah dermatitis seboroik 16%, pada jumlah pasien yang mendapatkan <3 jenis obat 85%, dengan penggunaan antihistamin terbanyak adalah setirizin 80%. Kesimpulan: Evaluasi kesesuaian indikasi didapatkan sebesar (100%) tepat indikasi, tepat dosis pemberian obat didapatkan sebesar (97%) tepat dosis, dan tepat interval waktu pemberian didapatkan sebesar (96%) tepat interval waktu pemberian berdasarkan pada British National Formulary (BNF) Edisi 83.