Kontaminasi makanan di area transportasi publik seperti bandara memiliki dampak kesehatan yang serius, termasuk risiko keracunan makanan dan insiden foodborne disease dengan gejala akut (mual, muntah, diare) yang dapat menimbulkan morbiditas tinggi pada kelompok rentan. Salah satu penyakit bawaan makanan dominan dalam kasus ini adalah diare akibat bakteri Escherichia coli, yang sering ditemukan pada makanan dengan kualitas sanitasi rendah di area publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran praktik kebersihan dan sanitasi pada tempat pengolahan makanan di area kuliner Bandara Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi langsung terhadap lima pedagang makanan di kantin karyawan. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas pedagang telah menerapkan penyimpanan bahan baku dan makanan jadi secara tertutup, penggunaan alat bantu penyajian, serta menyediakan fasilitas cuci tangan dan tempat sampah tertutup. Tetapi ditemukan beberapa kekurangan seperti praktik penyajian makanan dengan tangan langsung dan potensi vektor (lalat) di area dagangan. Secara umum, praktik kebersihan dan sanitasi pada sebagian besar pedagang di area kuliner Bandara Yogyakarta sudah memenuhi indikator utama food safety, namun masih terdapat kekurangan seperti inkonsistensi penggunaan alat bantu dan potensi kontaminasi dari vektor lalat. Disarankan adanya pengawasan internal yang lebih ketat, edukasi berkelanjutan bagi pedagang, serta pembenahan fasilitas penunjang sanitasi untuk menekan insiden penyakit bawaan makanan dan menjaga kualitas layanan makanan yang aman bagi masyarakat.