Apriani, Destia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PEMANFAATAN APLIKASI ELIXXIER (set.a.light 3D) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA MATA KULIAH FOTOGRAFI STUDIO (Studi Kasus: Mahasiswa Seni Rupa Angkatan 2020 Universitas Telkom Bandung) Apriani, Destia; Endriawan, Didit; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk mengetahui bagaimana masa depan pengguna program Elixxier (set.a.light 3D) untuk pembelajaran jarak jauh, di jurusan fotografi film Universitas Telkom Bandung, khususnya di program studi seni rupa fakultas industri kreatif. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan program Elixxier (set.a.light 3D), khususnya tentang persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi manfaat yang dirasakan, serta kerangka teori fotografi studio pada mata kuliah pembelajaran jarak jauh. Metodologi studi kasus dan pendekatan kualitatif deskriptif, termasuk observasi langsung melalui wawancara, dan rekaman audio mengumpulkan data untuk penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa aplikasi Elixxier (set.a.light 3D) memudahkan dalam penggunaan. Selama pandemi, Elixxier (set.a.light 3D) adalah pilihan yang berguna untuk pembelajaran jarak jauh. Elixxier (set.a.light 3D) menyediakan personalisasi ekstensif, yang mencakup opsi pakaian, kosmetik, dan postur. Selain menawarkan banyak template dan contoh komunitas, Elixxier (set.a.light 3D) memiliki keunggulan tidak memerlukan kuota internet yang besar dan memiliki fungsi yang terus diupdate. Hal ini mendorong konsumen untuk lebih mengadopsi dan menggunakan teknologi, sehingga membuat perdebatan dan presentasi dalam pembelajaran jarak jauh menjadi lebih mudah. Sehingga peneliti menyarankan agar kedepannya dapat disempurnakan alat secara realistis, pengguna aplikasi Elixxier (set.a.light 3D) menyertakan fitur Virtual reality (VR) dan dapat mengatur pengaturan berdasarkan tingkat kemampuan dalam linkup fotografi. , serta dapat meningkatkan bakat fotografi pelajar atau masyarakat secara bertahap dari dasar hingga mahir. Kata kunci: pembelajaran jarak jauh, aplikasi Elixxier (set.a.light 3D), media pembelajaran, fotografi studio
The gap between heritage branding and visual implementation: A case study of Sarinah Braga Apriani, Destia; Soewardikoen, Didit; Sudarisman, Irwan
International Journal of Culture and Art Studies Vol. 10 No. 1 (2026): International Journal of Culture and Art Studies (IJCAS)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijcas.v10i1.23619

Abstract

This study examines the gap between the intended heritage branding strategy and its visual implementation at the Sarinah Braga Building in Bandung, Indonesia, a historic commercial property undergoing revitalization. While heritage branding is widely adopted to strengthen place identity, discrepancies often emerge between strategic intentions and their material visual expression. This research aims to identify key factors contributing to such disparities and to explore differing stakeholder perceptions of the building’s visual identity. A qualitative case study approach was employed. Data were collected through in-depth interviews with four stakeholder groups—management, tenants, heritage community representatives, and visitors—supported by direct observation of visual elements and analysis of relevant documents. The data were analyzed using thematic analysis to identify recurring patterns, tensions, and inconsistencies between branding objectives and visual execution. The findings indicate a significant misalignment between heritage branding goals and visual implementation. Management primarily emphasizes historical preservation and symbolic continuity, whereas tenants prioritize commercial visibility and market appeal. These conflicting interests result in fragmented visual expressions that weaken the building’s historical coherence. Visitors acknowledge the cultural and historical significance of Sarinah Braga but perceive its visual identity as insufficiently distinctive and poorly reflective of its heritage value. This study offers practical implications for heritage site managers seeking to formulate cohesive visual guidelines that reconcile preservation imperatives with commercial demands. Theoretically, it contributes to place branding and heritage studies by demonstrating the importance of multi-stakeholder perspectives in bridging the gap between strategic branding intentions and visual implementation in heritage buildings.