Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN TRAUMA HEALING SEBAGAI UPAYA PENANGANAN KASUS KEKERASAN TERHADAP ANAK Adha, Sasi Kirana
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7013

Abstract

ABSTRACT Trauma healing is a psychological approach aimed at helping child victims of violence overcome emotional, behavioral, and social impacts resulting from traumatic experiences. This study aims to analyze the trauma healing efforts implemented by the Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children (UPTD PPA) in Lima Puluh Kota Regency. The research employed a descriptive qualitative method with data collected through observation, documentation, and in-depth interviews with key informants and related parties. The findings indicate that the Office of Women’s Empowerment, Child Protection, Population Control, and Family Planning (DPPKBPPA) plays a central role in handling cases, including victim outreach, legal and medical assistance, as well as psychological recovery through trauma healing. The intervention process conducted by psychologists involves several stages: initial assessment to map the victim’s psychological condition, counseling sessions, progress evaluation, and continuous follow-up monitoring. These efforts have proven effective in helping child victims reduce psychological distress, increase their sense of safety, restore self-confidence, and improve adaptive social functioning. This study emphasizes that trauma healing becomes more effective when integrated with legal and medical services, and requires collaboration among professionals, institutions, and families to ensure sustainable child protection and recovery. ABSTRAK Trauma healing merupakan pendekatan psikologis yang bertujuan membantu anak korban kekerasan dalam mengatasi dampak emosional, perilaku, dan sosial akibat pengalaman traumatis. Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya trauma healing yang dilaksanakan oleh UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Lima Puluh Kota. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, serta wawancara mendalam terhadap informan kunci dan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPKBPPA) memiliki peran sentral dalam penanganan kasus, meliputi penjangkauan korban, pendampingan hukum dan medis, serta pemulihan psikologis melalui trauma healing. Proses intervensi dilakukan oleh psikolog melalui beberapa tahap, yaitu asesmen awal untuk memetakan kondisi psikologis korban, pelaksanaan sesi konseling, evaluasi perkembangan, serta tindak lanjut dengan monitoring berkelanjutan. Upaya ini terbukti membantu anak korban dalam mengurangi tekanan psikologis, meningkatkan rasa aman, memulihkan kepercayaan diri, dan memperbaiki keberfungsian sosial secara lebih adaptif. Penelitian ini menegaskan bahwa trauma healing akan lebih efektif apabila diintegrasikan dengan layanan hukum dan medis, serta membutuhkan kolaborasi antara profesional, lembaga terkait, dan keluarga untuk menjamin keberlanjutan perlindungan dan pemulihan anak.
Peningkatan Pengendalian Sosial Terhadap Kenakalan Anak Di Sekolah Dasar Negeri 21 Pekanbaru Melalui Tim Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan (TPPK) Rinaldi, Kasmanto; Lestari, Ria; Adha, Sasi Kirana; Alfarizi, Muhammad Wildan; Hendria, Shakira Eka; Dinda, Trisia Rahma; Putri, Rizka Septia Pratama; Patdilah, Patdilah; Kurniawan, Reski; Daulay, Suci Azhari; Hidayat, Rahmad; Pratama, Yogi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v5i2.4815

Abstract

Penulis ingin menjabarkan hasil kegiatan mengenai peningkatan pengendalian sosial terhadap kenakalan anak di sekolah dasar. Sebagai objek observasi ialah kelas 5B dari SDN 21 Pekanbaru. Bersama ibu kartika sebagai narasumber pada wawancara terhadap beberapa pertanyaan seputar pengendalian sosial terhadap kenakalan anak kelas 5B yang beliau pegang sebagai wali kelasPenulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memahami strategi guru dalam menangani kenakalan siswa di SDN 21 Pekanbaru. Informan dipilih secara purposive dari guru wali kelas 5B. Instrumen penelitian meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data deskriptif. Tujuan utama adalah memberikan gambaran mendalam tentang upaya pencegahan kenakalan siswa.Hasil analisis di SD Negeri 21 Pekanbaru menegaskan peran penting konsistensi tenaga pendidik, penyuluhan kepolisian, pembentukan TPPK, dan budaya sekolah positif dalam mencegah kenakalan siswa. Temuan ini sejalan dengan pendekatan kolaboratif dan nilai-nilai positif dalam lingkungan sekolah. Langkah- langkah ini dapat dijadikan pedoman bagi sekolah lain dalam mencegah kenakalan siswa.Sosialisasi lancar di SDN 21 Pekanbaru. Peran konsisten tenaga pendidik, penyuluhan kepolisian, dan pembentukan Tim TPPK berhasil mencegah kenakalan siswa. Kolaborasi antar pihak, seperti guru, kepolisian, dan tim sekolah, efektif dalam pencegahan.