Wafa, Muhammad Chafidz Ali
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Landscape Dakwah Islam Kultural Sunan Kalijaga di Jawa Abbas, Ngatmin; Suparman, Fatah; Suryanto, Lilis; Wafa, Muhammad Chafidz Ali
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 2 No. 2 April 2023: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v2i2.95

Abstract

This research aims to reveal the role of Sunan Kalijaga as a wali in spreading Islamic teachings in Java through a cultural approach that respects the cultural diversity of the local community. The method used in this research is qualitative with Sunan Kalijaga as the research subject. The data sources used in this research are historical books and religious texts related to Sunan Kalijaga. The data collection techniques used in this research are literature study and documentation. The data analysis technique used is content analysis. The results show that Sunan Kalijaga played an important role in spreading Islamic teachings in Java through a cultural approach by utilizing art and culture, such as wayang, traditional Javanese dances, and songs in his preaching. He taught these dances and songs with Islamic content that was adapted to the Javanese cultural context. Sunan Kalijaga transformed wayang from merely entertainment into a means of preaching and teaching Islamic religion by teaching wayang characters as examples of virtues and role models in Islamic teachings. Based on the results of the research, it is concluded that Sunan Kalijaga played an important role in spreading Islamic teachings in Java through a cultural approach that respects the cultural diversity of the local community. Through the use of art and culture, Sunan Kalijaga strengthened interfaith relationships and instilled the values of tolerance in Java at that time. Therefore, this research suggests that the values taught by Sunan Kalijaga, such as diversity, tolerance, and the use of art and culture as a means of preaching, must be preserved and strengthened as part of Indonesia's cultural heritage.
Pendidikan Multikultural di Pondok Pesantren Tradisional dan Modern sebagai Upaya Menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (Studi di Pondok Pesantren Asy Syamsuriyah Brebes) Abu Kholish; Wafa, Muhammad Chafidz Ali
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 1 No. 1 Agustus 2022: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.12 KB) | DOI: 10.59944/jipsi.v1i1.1

Abstract

Latar belakang penelitian ini ada 4 (empat), yaitu, pertama, arus globalisasi saat ini mengharuskan pendidikan multikultural dipondok pesantren tradisional dan modern dilaksanakan secara konstruktif. Kedua, model pendidikan multikultural pondok pesantren tradisional dan modern terus dilestarikan dan dijaga guna menjawab tantangan zaman. Ketiga, pola model pendidikan multikultural pondok pesantren tradisional dan modern perlu untuk terus dikaji dan dikembangkan guna menemukan pola yang ideal. Keempat, diperlukan sebuah model pendidikan multikultural pondok pesantren tradisonal dan modern. Penelitian lapangan ini menggunakan analisis data kulitatif deskriptif, sehingga tujuan penelitian ini mendeskripsikan integrasi model pendidikan pondok pesantren salaf dan khalaf di Pondok Pesantren Asy Syamsuriyah Brebes. Hasil penelitian ini meunjukkan bahwa implementasi model pendidikan multikultural pondok pesantren tradisional dan modern di Pondok Pesantren As Syamsuriyah Brebes dapat dilihat dalam pola aplikasi integralistik pendidikan sekolah ke dalam lingkungan pendidikan pesantren yang terdiri dari TK Taswirul Afkar, MTs As Syamsuriyah, MA dan SMK As Syamsuriyah. Landasan filosofis model pendidikan multikultural pondok pesantren tradisional dan modern di Pondok Pesantren As Syamsuriyah Brebes mengacu pada Al Qur’an surat Al Hujurat ayat 13. implementasi model pendidikan multikultural pondok pesantren tradisional dan modern di Pondok Pesantren As Syamsuriyah Brebes didasarkan pada tiga aspek, yaitu aplikasi penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari santri di lingkungan pondok pesantren, penerapan nilai-nilai filosofis berbasis multikultural dan implementasi pemberian materi pelajaran berbasis multikultural. Pondok pesantren asy syamsuriyah juga turut andil dalam menjaga NKRI, itu terbukti dengan kontribusi pendidikan dan pengajaran yang sudah di berikan kepada santri dan masyarakat sekitar baik secara internal dalam pendidikan formal pesantren maupun eksternal dalam bentuk diskusi maupun pelatihan.