Zulaikhah, Silmiy
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH RASIO UBI KAYU (Manihot esculenta) : UWI UNGU (Dioscorea Alata L.) DAN PENAMBAHAN TEPUNG IKAN NILA MERAH (Oreochormis sp.) TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN TINGKAT KESUKAAN GETUK Zulaikhah, Silmiy; Tamaroh, Siti; Suryani, Chatarina Lilis
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Getuk merupakan salah satu makanan tradisional khas Magelang. Umumnya getuk terbuat dari ubi kayu. Getuk dibuat melalui proses pengupasan, pencucian, pengukusan, penghancuran, pencampuran bahan, dan pencetakan. Getuk ubi kayu yang disubtitusikan dengan uwi ungu dan penamban tepung ikan nila merah dapat meningkatkan kandungan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan getuk dengan rasio ubi kayu:uwi ungu dan penambahan tepung ikan nila merah yang disukai panelis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan penelitian adalah rasio ubi kayu:uwi ungu (100:0g, 90:10g, 80:20g, 70:30g) dan penambahan tepung ikan nila merah (0g, 5g, 7,5g, 10g). Hasil penelitian menunjukkan panelis lebih menyukai getuk dengan rasio ubi kayu:uwi ungu 80:20g dan tepung ikan nila merah 5g. Rasio ubi kayu:uwi ungu memberikan pengaruh nyata terhadap tekstur, warna, aktivitas antioksidan, dan fenol total. Nilai aktivitas antioksidan dan fenol tertinggi yaitu getuk dengan rasio ubi kayu kukus:uwi ungu 80:20g dan tepung ikan nila merah 5g  dengan nilai 32,02 %RSA dan 5,30 mg GAE/g. Analisis proksimat getuk rasio rasio ubi kayu:uwi ungu 80:20g dan tepung ikan nila merah 5g memiliki kadar air 50,75%, kadar abu 2,02%, kadar protein 8,29%, kadar lemak 8,77%, dan karbohidrat 30,25%.Kata kunci: getuk, uwi ungu, ubi kayu, tepung ikan nila merah
Pengaruh Suhu Penyangraian Terhadap Sifat Fisikokimia dan Tingkat Kesukaan Kopi Robusta Baselia, Della; Zulaikhah, Silmiy; Rejeki, Addellya Putri Sri; Govi, Billy Gustian; Rizki, Rido
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i1.4335

Abstract

Kopi mengandung senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan seperti perlindungan dari berbagai penyakit. senyawa antioksidan tersebut antara lain kafein, fenol, dan asam klorogenat (Sari, 2018). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu biji kopi robusta 100g, sedangkan bahan kimia yang digunakan untuk analisis yaitu larutan DPPH, ethanol, dan aquades. Alat yang digunakan dalam pembuatan bubuk kopi robusta yaitu mesin roasting kopi, grinder, timbangan digital, dan ayakan 40 mesh. Sedangkan alat yang digunakan dalam analisis yaitu timbangan analitik, gelas ukur, labu ukur, pH meter, pipet gondok, desikator, beaker glass, erlenmeyer, kertas saring, colorimeter, spektrofotometri Uv-Vis, dan oven merk memmert. Uji sensoris menunjukkan suhu penyangraian sangat mempengaruhi sifat fisik seperti warna, aroma, rasa dan kenampakan sehingga memiliki perbedaan yang nyata. Uji warna pada bubuk kopi robusta menunjukkan warna L*, a*, b*, C*, h* dan ΔΕ ada beda nyata. Suhu penyangraian tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air bubuk kopi robusta. kadar air tertinggi sebesar 3,14 ± 0,21 dan kadar air terendah sebesar 2,89 ± 0,15. Suhu penyangraian tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pH bubuk kopi robusta. pH tertinggi 5,68 ± 0,00 dan terendah sebesar 5,36 ± 0,01. Suhu penyangraian memberikan pengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan seduhan bubuk kopi robusta. Nilai tertinggi sebesar 76,66 ± 1,52 dan nilai terendah sebesar 60,00 ± 1,54. Suhu penyangraian tidak memberikan pengaruh nyata terhadap zat padat terlarut seduhan bubuk kopi robusta. Nilai tertinggi 30,72 ± 1,51 dan nilai terendah 28,32 ± 2,26.