Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Tingkat Penerimaan Mahasiswa terhadap Model Hybrid Learning Pada Perguruan Tinggi Dedi Gunawan Saputra; Fajriani Azis; Ekha Mustika Putri; Ozhi Rezky A.R; Juwandi; Nabila Athifa Azzahra; Rahma Awalia
Journal of Vocational, Informatics and Computer Education Vol 2, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/voice.v2i1.27

Abstract

Pembelajaran campuran pada pendidikan tinggi jarak jauh menjadi penelitian yang cukup menarik dalam beberapa tahun terakhir, dimana pembelajaran campuran digunakan saat pandemic covid-19 beberapa tahun lalu untuk mendukung pembelajaran walapun terbatas karena adanya virus covid-19 yang mengharuskan orang-orang berada di rumah untuk bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur aspek online berbasis LMS atau teknologi Blended sehingga aspek tatap muka terdegradasi. Dengan hasil yang diharapakan adalah pengembangan dari validasi melalui model persamaan struktural kuadrat terkecil parsial dan Blended Learning Acceptance Scale (BLAS) yang digabungkan dengan pembelajaran online berbasis LMS dan aspek tatap muka untuk mengukur penerimaan Blended Learning pada Pendidikan tinggi jarak jauh. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif untuk memvalidasi BLAS. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, kuesioner sembilan sesi digunakan untuk mengumpulkan data dari sampel 43 tutor dari total 100 tutor program pembelajaran jarak jauh melalui survei interupsi. Sebanyak 43 tutor berpartisipasi dalam uji coba proyek pembelajaran campuran berbasis LMS secara nasional. Survei cross-sectional digunakan karena responden tersebar di seluruh negeri di berbagai pusat penelitian, dengan program yang berbeda (Matematika dan Sains; Perdagangan; dan Pendidikan) dan tingkat dukungan (Gelar, Sarjana dan Pascasarjana). Hasilnya adalah Teknik pembelajaran campuran dalam proses pembelajaran tetapi manfaat yang dirasakan dari Teknik campuran ini masih kurang mendukung responden dalam proses pembelajarannya. Untuk penelitian selanjutnya dapat lebih fokus menggunakan mahasiswa sebagai objek penelitian agar lebih jelas memvalidasi skalanya dan juga dapat memperbaiki kata yang terapat di instrument penelitian agar lebih terfokus ke objek mahasiswanya. Pembaca dapat memberikan masukan terkait pengalaman pribadi mereka dengan instrumen penelitia  yang diperbaharui.
Sentiment analysis of political figure glorification on social media Juwandi; Herdiansyah, Haris
JURNAL SPIRITS Vol 16 No 1 (2025): volume 16 n0 1 2025
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v16i1.21316

Abstract

Di era digital, di saat akses terhadap pengetahuan terbuka luas, banyak yang mengira masyarakat akan lebih logis, kritis, dan objektif, sehingga glorifikasi yang mengarah pada pemberhalaan terhadap figur akan berkurang. Faktanya, glorifikasi justru menemukan tempat yang lebih masif dan luas di era digital. Meskipun banyak laporan media dan opini publik tentang glorifikasi terhadap tokoh politik, studi akademik yang menggunakan pendekatan sistematis untuk memahami fenomena ini sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi glorifikasi tokoh politik di media sosial menggunakan metode sentiment analysis. Ada 8.000 tweets yang dianalisis. Hasilnya, mayoritas tweets memuat sentimen positif, yaitu sebanyak 4.200 tweets atau 52,5% dari keseluruhan data, mengindikasikan adanya glorifikasi terhadap tokoh politik. Glorifikasi yang ditemukan, yaitu Overgeneralization (22% tweets), Hero Worship (15% tweets), dan Dismissive of Criticism (12% tweets). Pola glorifikasi yang banyak muncul sering kali tidak didasarkan pada fakta objektif, yang menunjukkan kecenderungan pemberhalaan, di mana tokoh politik diposisikan sebagai figur yang ideal, sempurna, dan berada di luar kritik. Menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya glorifikasi bagi kohesi sosial, kualitas demokrasi, dan akuntabilitas publik