Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LANGUAGE STYLE IN TASYA FARASYA™S ADVERTISEMENT VIDEO YOUTUBE ANISAFITRI, SRI AYU; MEISURI, MEISURI
LINGUISTICA Vol. 13 No. 2 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jalu.v13i2.57914

Abstract

Language style in advertisement was conduct on Tasya Farasya™s YouTube Video. The article aimed to investigate the types and describe the realization the language style in Tasya Farasya™s advertisement video YouTube. This research using William Well™s theory and qualitative descriptive method. The data source is YouTube videos and 50 styles of English advertisements were found as data. The result emerged with nine types of language style advertisement: Hard Sell (8%), Soft Sell (4%), Lecture and Drama (2%), Straightforward (10%), Demonstration (24%), Problem Solution (20%), Slice of Life (6%), Spokeperson (12%), and Comparison (14%). Each language style has a different communication style, the hard sell style shows promotional language, the soft sell style shows more subtle promotional language such as lots of stories, the lecture and drama language styles show the language of drama stories created by advertisers, the straightforward style shows honest language. A style shows the language influences the audience by promoting products while using it. The problem and solution style indicates language that points out the problem and then suggest a solution. Lifestyle dramas show language that involves their personal lives through the products they advertise. The spokesperson™s style indicates the advertising language that advertisers usually use. Finally, comparative style shows the language of comparing one product with another.
Membaca Ulang Distopia: Identitas dan Kontrol Sosial dalam Film Uglies (2024) dan A World Without (2021) Melalui Perspektif Jacques Derrida Anisafitri, Sri Ayu; Suryaman, Maman
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/76qnz910

Abstract

Film distopia tidak hanya merepresentasikan masyarakat masa depan yang dikendalikan sistem, tetapi juga membangun konstruksi identitas dan kontrol sosial melalui berbagai praktik representasi. Penelitian ini bertujuan mendekonstruksi representasi identitas dan kontrol sosial dalam film Uglies (2024) dan A World Without (2021) berdasarkan perspektif dekonstruksi Jacques Derrida. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis teks digunakan untuk menganalisis dialog, narasi, dan adegan yang merepresentasikan identitas dan kontrol sosial melalui tiga konsep utama dekonstruksi: oposisi biner, hierarki makna, dan kontradiksi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua film membangun identitas melalui oposisi biner yang menempatkan satu konsep sebagai pusat dan konsep lain sebagai pinggiran. Dalam Uglies, oposisi diwujudkan melalui pasangan Pretty/Ugly, sempurna/tidak sempurna, dan bebas/terikat, sedangkan A World Without membangunnya melalui pasangan patuh/melawan, kontrol/kebebasan, komunitas/individualitas, dan moral/penyimpangan. Struktur tersebut menghasilkan hierarki makna yang melegitimasi kesempurnaan dan kepatuhan sebagai nilai dominan. Namun, pembacaan dekonstruktif menunjukkan bahwa hierarki tersebut tidak stabil karena makna dominan selalu bergantung pada unsur yang dimarginalkan, melahirkan kontradiksi ketika nilai yang dijanjikan sebagai kebahagiaan justru berkembang menjadi mekanisme kontrol dan penindasan. Temuan ini menegaskan bahwa identitas dan kontrol sosial dalam kedua film merupakan konstruksi ideologis yang dinamis dan terbuka terhadap pembacaan ulang.