Penelitian ini membahas bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif netizen pada komentar unggahan hasil pertandingan Indonesia melawan Australia di akun Instagram resmi @timnasindonesia. Kekalahan telak 1–5 yang terjadi setelah pergantian pelatih secara mendadak menjadi pemicu munculnya komentar emosional dari warganet. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis tindak tutur ekspresif dan fungsi pragmatik yang muncul dalam komentar-komentar tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak bebas cakap, teknik lanjutan rekam, dan catat. Sampel data diambil secara purposive dari 100 komentar netizen yang mengandung ekspresi psikologis seperti pujian, sindiran, kemarahan, kritik, atau ucapan terima kasih. Analisis menggunakan teori tindak tutur ekspresif dari Searle dan fungsi ilokusi menurut Leech. Hasil penelitian menunjukkan lima bentuk utama tindak tutur ekspresif, yaitu mengejek (38 data), memuji (33), menyalahkan (30), menghina (29), dan berterima kasih (3). Bentuk mengejek menjadi yang paling dominan dengan ciri sarkastik atau ironis yang diarahkan pada PSSI dan pelatih. Fungsi pragmatik yang paling menonjol adalah conflictive, terutama pada ujaran yang menyampaikan kritik, kemarahan, dan hinaan. Sementara itu, fungsi convivial muncul dalam tuturan yang menyemangati dan menunjukkan empati. Temuan ini memperlihatkan bahwa komentar warganet tidak hanya menyampaikan emosi pribadi, tetapi juga membentuk wacana publik tentang nasionalisme, kepercayaan pada otoritas, dan peran media sosial sebagai kanal kritik kolektif.