Simanjuntak, Kelly
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Teori Psikologi Behavioristik Dalam Pendidikan Agama Kristen Anak: Perspektif Dan Implementasi: Application of Behavioristic Psychological Theory in Children's Christian Religious Education: Perspectives and Implementation Simanjuntak, Kelly; Boililu, Noh Ibrahim
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 2 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i2.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teori psikologi behavioristik dalam pendidikan Agama Kristen anak, dengan menyoroti perspektif teoritis serta implementasi praktisnya dalam konteks pembelajaran. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana prinsip-prinsip behavioristik yang menekankan pada stimulus-respons, penguatan, dan pembentukan perilaku melalui pembiasaan dapat digunakan secara efektif dalam membentuk karakter dan pemahaman keagamaan anak-anak dalam pendidikan Kristen. Tujuan penulisan adalah untuk mengevaluasi relevansi dan efektivitas teori ini dalam menciptakan proses pembelajaran yang mendukung pertumbuhan spiritual dan moral anak sejak usia dini. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis berbagai literatur terkait teori behavioristik dan pendidikan Kristen anak. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggambarkan serta menafsirkan konsep-konsep teoritis dan aplikasinya dalam konteks pendidikan agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori behavioristik dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pendidikan Agama Kristen anak, terutama melalui penggunaan metode penguatan positif, repetisi materi, dan pembentukan kebiasaan rohani. Misalnya, penguatan berupa pujian atau hadiah saat anak menunjukkan sikap kasih atau hafalan ayat Alkitab dapat memperkuat perilaku positif yang diharapkan. Namun, pendekatan ini perlu dilengkapi dengan unsur kasih, relasi personal, dan nilai-nilai iman Kristen agar tidak terjebak pada aspek mekanistik semata. Dengan demikian, implementasi teori behavioristik dalam pendidikan Kristen perlu diintegrasikan secara bijaksana agar tujuan pengajaran tidak hanya membentuk perilaku luar, tetapi juga menyentuh pertumbuhan iman anak secara holistik. Kata kunci: Behavioristik; Anak; Pendidikan Agama Kristen; Penguatan; Pembentukan Perilaku;
Inerancy Alkitab Dan Korelasinya Dalam Pendidikan Agama Kristen di Keluarga: Biblical Inerrancy and Its Correlation with Christian Religious Education in the Family Simanjuntak, Kelly; Sianipar, Desi
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 1 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i1.214

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ineransi Alkitab yakni keyakinan bahwa Alkitab secara keseluruhan adalah firman Allah yang benar, akurat, dan bebas dari kesalahan dalam penyataan kebenaran teologisnya serta mengkaji korelasinya terhadap implementasi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam konteks keluarga. Dalam perspektif teologis dan pedagogis, ineransi Alkitab menjadi dasar yang tak tergantikan dalam membentuk pola pikir dan karakter Kristiani yang berlandaskan pada otoritas ilahi. Keluarga, sebagai unit pertama dan utama dalam pendidikan iman, memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai Kristen yang bersumber dari Alkitab. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan observasi deskriptif terhadap praktik PAK dalam keluarga Kristen, penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman orang tua terhadap konsep ineransi Alkitab sangat menentukan kualitas pembinaan iman di rumah. Keluarga yang menjadikan Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam kehidupan sehari-hari cenderung menjalankan praktik-praktik spiritual secara konsisten, seperti ibadah keluarga, pembacaan Alkitab bersama, dan pengambilan keputusan yang selaras dengan prinsip firman Tuhan. Sebaliknya, ketidaktegasan dalam meyakini kebenaran Alkitab berpotensi menciptakan relativisme moral dalam pendidikan iman anak. Oleh karena itu, penguatan pemahaman tentang ineransi Alkitab kepada orang tua perlu menjadi bagian penting dari pelayanan gereja agar PAK dalam keluarga dapat dilaksanakan secara utuh dan berdampak jangka panjang. Kesimpulannya, terdapat korelasi yang signifikan antara keyakinan terhadap ineransi Alkitab dan efektivitas Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga Kristen masa kini.