Napitupulu, Angelica Tessalonica
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

An Analyzing The Types of Suspense in 10 Story Narratives of Sunday School Children Siahaan, Sanggam; Napitupulu, Angelica Tessalonica; Simanjuntak, Tio Lestari; Simanjuntak, Eksaulina; Fitria, Dwi; Naibaho, Layola; Lumbanraja, Bela Rosa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan suspense yang terdapat dalam teks naratif. Spoto (1991) mengatakan bahwa suspense adalah reaksi emosional penonton terhadap suatu karakter yang diakibatkan oleh penundaan atau penahanan informasi dari cerita film. Menurutnya, suspense dapat bekerja dengan melibatkan tokoh protagonis dan lawannya (hlm. 150). Diperkuat oleh Mckee (1997) yang mengatakan bahwa suspense dapat menciptakan rasa penasaran dan perhatian penonton terhadap cerita film. Suspense dapat dilakukan dengan cara menunda informasi. Menurutnya, 90% film menggunakan suspense dalam ceritanya. Hal ini dilakukan oleh penulis skenario karena suspense dapat membuat penonton berempati dengan karakter. Ia melanjutkan bahwa empati dilakukan oleh penonton dengan melakukan eksplorasi sepanjang film untuk mendapatkan informasi yang tertunda. Menurutnya, ketika penonton melakukan hal tersebut, ketegangan dalam cerita akan menimbulkan kecemasan (hlm. 351). Hal ini didukung oleh teori Cowgill (2008) yang mengatakan bahwa suspense adalah kondisi ketika penonton menaruh perhatian pada cerita film. Suspense didasari oleh ketidakpastian perasaan penonton terhadap penyelesaian karakter terhadap situasi sulit yang dihadapinya. Menurutnya, ketidakpastian antara masalah yang dihadapi karakter dengan harapan penonton terhadap penyelesaian cerita akan meningkatkan ketegangan dalam skenario. Sebagaimana hasil dari data cerita, dapat disimpulkan bahwa suspense yang paling dominan adalah suspense kecemasan 26/48% dan ketidakpastian 25/46%, dan yang paling sedikit adalah suspense kurangnya informasi hanya 3/6%. Kunci untuk menciptakan suspense menurut Cowgill adalah dengan menciptakan masalah bagi karakter. Jenis ketegangan yang paling umum di seluruh cerita ini adalah ketidakpastian dan kecemasan, dengan beberapa cerita juga mencerminkan keraguan. Ketegangan ini digunakan untuk menyoroti ketegangan emosional, pergulatan dengan keyakinan, dan tantangan yang dihadapi oleh tokoh-tokoh kunci dalam perjalanan mereka.