Siregar, Fajar Siddik
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesulitan Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Materi “Keberagaman Budaya Indonesia” Kelas V SDN 060856 Medan T.A. 2024/2025 S, Gherin Jesica Siregar; Ambarita, Doddy Feliks P.; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Gandamana, Apiek; Siregar, Fajar Siddik
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyebab kesulitan belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di SDN 060856 Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V sebanyak 21 orang. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, tes, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi penyebab kesulitan belajar peserta didik kelas V SD di SDN 060856 Medan, terbagi menjadi dua faktor yang pertama berasal dari dalam diri sendiri (faktor internal) yang meliputi kondisi fisik, bakat dan minat, motivasi, konsentrasi, intelegensi, dan cita-cita. Sedangkan faktor yang kedua yaitu faktor yang berasal dari luar diri (eksternal) yang meliputi lingkungan sekolah, teman sebaya, media dan sumber belajar, guru, dan orangtua. Berdasarkan dari faktor-faktor tersebut adapun persentase yang mempengaruhi kesulitan belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila pada peserta didik kelas V yaitu dari faktor internal meliputi kondisi fisik sebesar 43%, aspek bakat dan minat sebesar 47,5%, motivasi sebesar 53,66%, konsentrasi sebesar 57%, intelegensi sebesar 46%, dan cita-cita sebesar 76%. Sedangkan dari faktor eksternal adapun persentase yang mempengaruhi kesulitan belajar peserta didik yaitu dari lingkungan sekolah sebesar 52,5%, teman sebaya sebesar 47,5%, media dan sumber belajar sebesar 38%, guru sebesar 74,33%, dan orangtua sebesar 33,33%. Artinya, sekolah termasuk teman sebaya, media dan sumber belajar, serta guru dan lingkungan keluarga yang berada di sekitar peserta didik akan memberikan pengaruh terhadap proses dan hasil belajar peserta didik.
The Effect of Learning Approach and Hand-Eye Coordination Level on Two-Point Jump Shot Accuracy: An Experimental Study in Basketball Course Abady, Andi Nur; Siregar, Fajar Siddik; Syahruddin, Syahruddin; Helmi, Boby; Almunawar, Ahmad; bin Abdullah, Nagoor Meera
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 7, No 2 (2026): Article in Press
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v7i2.2991

Abstract

Two-point shooting ability is an essential skill in basketball learning, but third-semester PJKR students still show differences in accuracy influenced by learning approaches and hand-eye coordination levels. This study aims to analyze the effects of learning approaches, hand-eye coordination, and their interaction on two-point shooting accuracy. The study used a quantitative method with a 2×2 factorial experimental design. The research subjects consisted of 32 third-semester PJKR students at STOK Bina Guna, who were grouped by learning approach (Technical Approach and Progressive Skill Practice) and hand-eye coordination level (high or low). Data were collected using eye-hand coordination tests and two-point shooting accuracy tests, and analyzed using a two-way ANOVA. The results showed that the learning approach and eye-hand coordination significantly affected two-point shooting accuracy, with Progressive Skill Practice yielding better results. There was also a significant interaction between the two variables, confirming that learning effectiveness depends on students' coordination abilities. This study contributes to the development of sports pedagogy by emphasizing the importance of adaptive, individual-characteristic-based shooting instruction in physical education.