Yuliyana, Triagung
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Associations between Nutrition Knowledge, Vitamin C Intake, Nutritional Status, and Blood Pressure among Elderly with Hypertension in Klaten, Central Java, Indonesia Triagung Yuliyana; Kusnandar Kusnandar; Diffah Hanim
International Journal of Integrated Health Sciences Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.412 KB) | DOI: 10.15850/ijihs.v6n1.1114

Abstract

Objective: To analyze the correlation between nutrition knowledge, vitamin C intake, and nutritional status on blood pressure among elderly with hypertension.Methods: This was a cross-sectional study with purposive random sampling which was conducted from April to May 2017. This study included one hundred twenty-five elderly subjects with hypertension who met the inclusion criteria (17 males and 108 females), aged ≥60 years, who lived in the work area of Juwiring Public Health Center in Klaten district, Central Java, Indonesia. The data were analyzed statistically by using normality, correlation, and multiple linear regression tests.  Results: The results of the correlation test showed that there was a correlation between nutrition knowledge (p=0.011), vitamin C intake (p=0.012), nutritional status (p=0.048), and blood pressure hypertension in elderly based on the results of multiple linear regression. All data were analyzed statistically using Spearman correlation test to examine the distributed data. A significant correlation was found between nutrition knowledge, vitamin C intake, and nutritional status (p<0.05) using multiple linear regression (p<0.05). A normality test using the Kolmogorov-Smirnov test resulted in normal residue with p-value 0.000. The results showed that the regression analysis could be used to predict the blood pressure.Conclusion: There was a correlation between nutrition knowledge and blood pressure of hypertension in elderly. There was a correlation between vitamin C intake and a blood pressure of hypertension in elderly. There was a correlation between nutritional status and a blood pressure of hypertension in elderly.Keywords: Blood pressure, elderly hypertension, nutrition knowledge, nutritional status, vitamin C intake DOI: 10.15850/ijihs.v6n1.1114
Hubungan perilaku sedentary dan asupan makan dengan obesitas karyawan Sulastri, Santi; P, Retno Inten Rizqi; Yuliyana, Triagung
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i01.1169

Abstract

Latar Belakang: Obesitas menjadi faktor risiko berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, stroke, dan kanker. Sebelum timbulnya penyakit tersebut, seringkali muncul suatu kondisi yang dikenal sebagai sindrom metabolik. Di antara kriteria sindrom metabolik, obesitas sentral dan pola asupan gizi yang tidak seimbang menempati frekuensi tertinggi, terutama terkait konsumsi karbohidrat, lemak, dan protein yang tidak sesuai dengan anjuran diet sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara perilaku sedentary dan pola asupan makanan terhadap kejadian obesitas pada karyawan.Metode: Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif melalui desain studi potong lintang (cross-sectional) pada 98 karyawan di RSUD Khidmat Sehat Afiat, Kota Depok. Sampel diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dengan analisis data menggunakan uji Chi Square pada tingkat kepercayaan 95%. Pengumpulan data mencakup pengukuran antropometri, kuesioner perilaku sedentary, recall 24 jam, serta wawancara langsung.Hasil: Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku sedentary (p=0,01), asupan karbohidrat (p=0,01), protein (p=0,01), dan lemak (p=0,01) dengan kejadian obesitas pada karyawan.Kesimpulan: Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengidentifikasi lebih lanjut faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian obesitas pada karyawan.
Hubungan Asupan Zat Gizi Mikro, Pola Tidur dan Kebiasaan Meorok dengan Kejadian Hipertensi pada Laki-laki Usia 26-45 tahun di Desa Gunungkencana Kabupaten Lebak Utami, Kurniyati; Yuliyana, Triagung; Badriyah, Lulu’ul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 22 No 02 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Agustus Volume 22 Nomor 02 Tahun 2023
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v22i02.2483

Abstract

Hipertensi sering diberi gelar The Silent Killer karena merupakan pembunuh tersembunyi yang prevalensinya sangat tinggi dan cenderung meningkat di masa yang akan datang, juga karena tingkat keganasannya yang tinggi berupa kecacatan permanen dan kematian mendadak. Di Puskesmas Gunungkencana hipertensi termasuk dalam peringkat ke 1 untuk penyakit tidak menular yaitu sebanyak 5.443 kasus. Banyak faktor resiko yang menyebabkan terjadinya hipertensi, terutama pola makan dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya hubungan asupan zat gizi mikro, pola tidur dan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 26-45 tahun di Desa Gunungkencana Kabupaten Lebak. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional dan menggunakan tehnik total sampling. Responden penelitian ini 45 orang laki-laki usia 26-45 tahun yang datang ke posbindu di Desa Gunungkencana. Pengukuran asupan zat gizi mikro, pola tidur dan kebiasaan merokok dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter. Hasil analisis chi-square didapatkan ada hubungan antara asupan natrium dengan kejadian hipertensi dengan nilai p=0,05, ada hubungan pola tidur dengan kejadian hipertensi dengan nilai p=0,000, dan ada hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi dengan nilai p=0,004. Asupan natrium tinggi, pola tidur buruk, dan perokok memicu angka kejadian hipertensi yang lebih tinggi.