Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ALIH STATUS DAN MEKANISME PERAYAAN YAA QOWIYYU DI JATINOM KLATEN TAHUN 1986-2022 Arya Bagus Nur Ajiyanto; Muh Fajar Shodiq; Nor Huda Ali; Irma Ayu Kartika Dewi
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i01.9566

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Sejarah alih status dan mekanisme perayaan Yaa Qowiyyu dari tahun ke tahun dalam kurun waktu 1986-2022. Permasalahan yang penulis bahas ialah eksistensi tradisi Yaa Qowiyyu dalam sudut pandang politik, ekonomi, dan pariwisata di Jatinom Klaten, proses alih status perayaan Yaa Qowiyyu di Jatinom Klaten, dampak dan pengaruh yang terjadi pasca alih status di Jatinom Klaten. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yakni pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi dan penulisan sejarah. Penulis menitikberatkan pada sumber primer berupa arsip sekertariat yayasan P3KAG dan koran sezaman. Perpaduan hasil penelitian dari masa lampau dan masa kini yang dikomparasikan oleh penulis menjadikan suatu pandangan yang mengkerucut bahwa terdapat perbedaan dalam perayaan Yaa Qowiyyu di beberapa aspek-aspek tertentu yang dikaji oleh peneliti dari tahun 1986 hingga 2022. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan perkembangan dari Tradisi Yaa Qowiyyu seiring berjalannya waktu memiliki catatan tersendiri di setiap zaman dalam peristiwanya, hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pasca pemerintah turut andil dalam penyelenggaraan Yaa Qowiyyu kemudian memberikan pengaruh baik yang signifikan terhadap penyelenggaraan kegiatan yang selalu diadakan setiap tahunnya. Kata Kunci: Yaa Qowiyyu Jatinom; Alih Status; Mekanisme
“POLITIK REPRESI” MUSLIM JAWA DALAM DISKURSUS SERAT WEDHATAMA Arya Bagus Nur Ajiyanto; Dewa Alfaquin Faturangga
Vol. 2 No. 1 (2024): Proceeding of International Conference on Cultures & Language 2024 596-607
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/qfvpx217

Abstract

Serat Wedhatama merupakan salah satu karya sastra termasyur yang banyak dikupas diberbagai penelitian baik kajian pendidikan, filsafat maupun sejarah. Reproduksi manuskrip ini dilakukan pada beberapa masa diantaranya pertengahan abad ke-20 sebagai lokal genius masyarakat jawa, para ahli banyak mengangkat terkait nilai-nilai luhur dalam kajian manuskrip tersebut. Akan tetapi, yang menjadi pertanyaan penting adalah dibalik penanaman nilai pada masanya, diskursus apa yang sengaja dimunculkan dalam serat wedhatama pada abad 19 Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan diskursus dalam menganalisa wacana represi muslim jawa dalam serat wedhatama karya KGPAA Mangkunegara IV sekitar tahun 1856-1871 berdasarkan analisis, ditemukan bahwa adanya pengaruh politik islam pasca perang jawa menjadikan momok bagi pemerintah kolonial, selain daripada pemberantasan tokoh-tokoh serta saluran penggerak islam, upaya menjawakan orang jawa nyatanya suatu hal yang dianggap efektif pada masanya. Hal ini menekankan pada bagaimana muslim jawa sebagai representasi kemandulan teologis yang jauh daripada ajaran Muhammad.
“Digital Storytelling and Podcasts: The Islamic Studies Project as an Innovative Model for Language Education in the Digital Age” Arya Bagus Nur Ajiyanto; Hasna; Ilham
Vol. 3 No. 1 (2025): Proceeding of International Conference on Cultures & Languages 2025 928-942
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to language learning strategies, including the integration of creative media such as digital storytelling and podcasts. The Islamic Studies Project is an initiative that utilizes both media to teach language while introducing Islamic history and culture in a contextual manner. This study aims to examine how the Islamic Studies Project developed an innovative language learning model based on Islamic history content packaged through digital and audiovisual narratives. This research approach used a qualitative case study method with data collection techniques such as video and podcast content analysis, in-depth interviews with the creative team, and observation of audience interactions on social media platforms. The results showed that the integration of digital storytelling and podcasts can increase participants' vocabulary, deepen their understanding of the cultural context, and encourage active audience engagement in the learning process. The success of this model lies in its ability to combine communicative language, engaging visuals and audio, and historical narratives relevant to the needs of the digital generation. Furthermore, the Islamic Studies Project serves as a medium for preserving cultural heritage through the documentation of local narratives and Islamic history presented in a creative format. These findings suggest that the combination of digital storytelling and podcasts has the potential to be an effective alternative approach to language education in the digital era and can be replicated in other language learning contexts with content tailored to local cultural characteristics.