Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RELASI INTELEKTUAL KASUNANAN SURAKARTA DENGAN PESANTREN GEBANG TINATAR TEGALSARI, JETIS, PONOROGO TAHUN 1800-1862 Dewa Alfaquin Faturangga; Moh. Ashif Fuadi; Hamdan Maghribi; Aly Mashar
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i01.9624

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang sejarah terbentuknya relasi itelektual antara Kasunanan Surakarta dengan Pondok Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang dimulai dari pemilhan topik, pengumpulan sumber, memverifikasi sumber, interpretasi atau penafsiran dan penulisan sejarah. Penulis mendapatkan manuskrip berupa kitab Ihya’ Ulumuddin di Masjid Agung Surakarta, Kitab Primbon Jawa milik Ahmad Wahyu Sudrajat, Kitab Sittin Adliyah, Kitab Bahjatul Ulum fi Syarh Aqidatul Ushul, dan arsip kolonial, buku, dan wawancara. Metode penelitian sejarah yang dimulai dari pemilihan topik, pengumpulan sumber, memverifikasi sumber, interpretasi atau penafsiran dan penulisan sejarah. Penulis menitikberatkan pada sumber-sumber primer dan sekunder berupa manuskrip kitab Ihya’ Ulumuddin di Masjid Agung Surakarta, Kitab Primbon Jawa milik Ahmad Wahyu Sudrajat, Kitab Sittin, Kitab Bahjatul Ulum fi Syarh Aqidatul Ushul, Arsip Kolonial, buku, artikel, dan wawancara. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa dengan adanya relasi intelektual ini mampu mengembangkan khazanah sejarah islam mengenai jaringan ulama yang berdasarkan sanad keilmuan bukan hanya nasab keluarga saja. Terbukti dengan munculnya beberapa tokoh yang berpengaruh berasal dari sanad keilmuan ini. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembaca guna mengembangkan kembali sejarah dari jaringan keulamaan di wilayah masing-masing terutama di bidang sanad keilmuan. Kata Kunci: Relasi Intelektual; Kasunanan Surakarta; Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari
Kemunduran Kesultanan Mataram Islam: Analisis Dinamika Kekuasaan Perspektif Ibnu Khaldun Umam, Fuadul; Wulanah, Konah; Humayroh, Siti; Nur Amanda, Siti; Dewa Alfaquin Faturangga
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 6 No. 01 (2025): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v6i01.11939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab kemunduran Kesultanan Mataram Islam dengan menggunakan perspektif teori siklus kekuasaan Ibnu Khaldun. Fokus utama kajian ini adalah dinamika politik, sosial, dan ekonomi yang memengaruhi stabilitas kekuasaan Mataram pada masa transisi dan pasca kejayaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan historis dan analisis kritis terhadap sumber primer dan sekunder, termasuk kronik, babad, dan catatan kolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunduran Mataram tidak semata disebabkan oleh faktor eksternal seperti tekanan VOC, tetapi juga akibat melemahnya solidaritas kelompok penguasa (asabiyah), konflik internal dinasti, serta hilangnya legitimasi politik dan spiritual pemimpin. Temuan ini sejalan dengan pola teoritis Ibnu Khaldun bahwa setiap kekuasaan memiliki siklus naik dan turun seiring perubahan moralitas dan solidaritas sosial. Simpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya memahami dinamika kekuasaan melalui pendekatan multidisipliner untuk menjelaskan kejatuhan suatu peradaban. Kata Kunci: Asabiyah; Kemunduran; Ibnu Khaldun; Mataram Islam; Kekuasaan.
Mbok Mase dan Peran Perempuan Priyayi dalam Industri Batik Laweyan Surakarta Pada Masa Kolonial, 1900-1970 Arianingrum, Nabila; Ahmad Dzaky Benson Irani; Dewa Alfaquin Faturangga
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 6 No. 02 (2025): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v6i02.12158

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran "Mbok Mase" atau perempuan bangsawan/priyayi dalam memimpin dan mengembangkan industri batik di sentra Laweyan, Surakarta, selama era kolonial (1900-1970). Berbeda dengan narasi umum yang sering menonjolkan peran pengusaha laki-laki, studi ini berfokus pada dinamika kepemimpinan perempuan dalam ranah ekonomi, khususnya di tengah tekanan pasar global. Melalui pendekatan historis-analitis, ditemukan bahwa perempuan priyayi tidak hanya berperan sebagai pengelola keuangan atau pewaris, tetapi juga sebagai inovator desain, pengambil keputusan strategis dalam produksi dan pemasaran, serta penjaga kualitas dan tradisi motif batik. Posisi sosial mereka, yang terintegrasi dengan jaringan kekuasaan keraton, memberikan keuntungan unik dalam mengakses modal, bahan baku, dan pasar elit, menjadikannya kunci sukses. Masa kolonial, dengan segala tantangan perubahan sosial dan ekonomi, termasuk masuknya batik cap dan persaingan impor, justru menempatkan Mbok Mase sebagai figur sentral yang menjembatani tradisi dan modernitas. Mereka sukses mempertahankan keberlangsungan usaha keluarga (Batik Kompeni/Saudagar) melalui manajemen yang adaptif, sekaligus menegaskan otonomi dan kekuatan ekonomi perempuan dalam masyarakat Jawa, memberikan sumbangsih penting bagi perekonomian lokal. Kata Kunci: Mbok Mase; Perempuan Priyayi; Batik Laweyan; Surakarta; Masa Kolonial