Eriska, Ratih
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIFITAS TEKNIK KURSI KOSONG UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI REMAJA PUTRI DALAM PERMASALAHAN BODY IMAGE Nanditya Putra, Bramana; Eriska, Ratih; Utami, Wahyu; Ikrom, Muhammad
MUHAFADZAH: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2 No 1 (2021): November 2021, Muhafadzah: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/muhafadzah.v2i1.551

Abstract

Adolescence is a time when a person experiences and feels the breadth of the social world. Associating in the world of teenagers cannot be separated from the assessment of appearance and lifestyle in the order of life. A serious problem if a teenager experiences and feels ostracized in his association due to problems with his body shape (Body Image), especially in young women. Body Image in question is the form of a large body posture (obese) or thin. The two problems in the body become a serious problem for young women. And what is expected as a young woman is to have an ideal and sexy body. So with all that can appear proudly in front of his friends in the association. Masa remaja adalah masa seseorang mengalami dan merasakan luasnya dunia pergaulan. Bergaul dalam dunia remaja tak lepas dari penilaian penampilan dan gaya hidup dalam tatanan kehidupan. Banyak sekali dinamika yang dihadapi individu ketika memasuki dunia remaja, salah satunya sangat berfokus memeperhatikan penampilan fisik. Meskipun dari hasil riset lebih banyak remaja perempuan yang mempersepsikan bahwa penampilan fisik merupakan hal yang utama dan sangat penting. Memiliki body image negatife akan menyebabkan sebuah ketidakpuasan pada diri individu yang bedampak kurangnya kepercayaan diri, rendahnya penerimaan diri sendiri sehingga sering merasa insecure terhadap fisik oranglain. Suatu permasalahan yang serius jika seorang remaja mengalami dan merasakan dikucilkan dalam pergaulannya dikarenakan permasalahan pada bentuk tubuhnya (Body Image) terutama pada remaja putri. Body Image yang dimaksud adalah bentuk postur tubuh yang besar (obesitas) atau kurus kering. Dua persoalan pada tubuh itu menjadi problem terserius bagi remaja putri. Dan yang sangat diharapkan bagai remaja putri adalah memiliki tubuh yang ideal dan seksi. Sehingga dengan semua itu bisa tampil dengan bangga di hadapan kawan-kawannya dalam bergaul.
CARA MENGATASI PERMASLAHAN PEMILIHAN JURUSAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN TRANSAKSIONAL Nanditya Putra, Bramana; Rasyid Asidiq, Muhammad; Eriska, Ratih; Mabruria, Arni
MUHAFADZAH: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2 No 2 (2022): Mei 2022, Muhafadzah: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/muhafadzah.v2i2.555

Abstract

Guidance and Counseling is the process of providing assistance to students who have problems in their lives, guidance and counseling is a component in the entire education system, especially in schools which is used to help students overcome their problems. Teachers as one of the supporting elements of implementing education who have the responsibility of supporting the implementation of educational guidance services in schools, are required to have adequate insight into the basic concepts of guidance and counseling in schools. Students who experience problems in adjusting to their environment, children who experience discomfort in adjustments, the guidance and counseling teacher must provide assistance to solve the problem. Bimbingan dan Konseling adalah proses pemberian bantuan kepada siswa yang mempumyai permasalahan dalam hidupmnya, bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen dalam keseluruhan sistem pendidikan khususnya di sekolah yang digunakan untuk membantu siswa dalam mengatasi permasalahannya. Guru sebagai salah satu pendukung unsur pelaksana pendidikan yang mempunyai tanggung jawab sebagai pendukung pelaksana layanan bimbingan pendidikan di sekolah, dituntut untuk memiliki wawasan yang memadai terhadap konsep-konsep dasar bimbingan dan konseling di sekolah. Siswa yang mengalami permasalahan dalam penyesuaian diri terhadap lingkungannya, anak yang mengalami ketidak nyamanan dalam penyesuaian maka guru bimbingan konseling harus memberikan bantuan untuk menyelesaika masalahnya.