Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Risk factors for gestational hypertension at RSIA Sitti Khadijah 1 year 2019-2022 Ainun Jariah Fahay; Fadli Ananda; Nur Fatimah Sirajuddin; M. Hamsah; Susiawaty, Susiawaty
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal eduHealt, Edition January - March, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gestational hypertension (also called transient hypertension) is hypertension that occurs in pregnancy without proteinuria. This research was conducted at RSIA Khadijah Makassar 1 year 2019-2022, using a retrospective descriptive method, using total quota sampling that met the inclusion criteria. The number of samples obtained was 32 samples with the characteristics of gestational hypertension occurring most frequently at the age of 20-35 years, namely 26 (81.25%), with grand multigravida, namely 13 (40.6%), BMI >25 kg/m2 27 ( 84.4%), and in patients without a history of hypertension, namely 17 (53.12%). Based on statistical tests, it was found that there is a relationship between gravida and the incidence of gestational hypertension with a p-value of 0.083, which is smaller than 0.10, meaning that pregnant women with primigravida and grand multigravida have a 9.3 times higher risk of developing gestational hypertension than pregnant women. with multigravida, while age, BMI, and history of hypertension had no significant relationship to the incidence of gestational hypertension at RSIA Sitti Khadijah 1. .
Peran Asam Folat pada Masa Kehamilan Terhadap Pencegahan Stunting Pada Anak Shafa Nathania Utami; Nur Fatimah Sirajuddin; Abdi Dwiyanto
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 22 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/08bfm854

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan anak yang serius dan berdampak jangka panjang pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas di masa dewasa. Kekurangan asam folat pada ibu hamil menjadi salah satu faktor risiko utama terjadinya stunting karena folat berperan penting dalam pembelahan sel, sintesis DNA, perkembangan sistem saraf pusat, dan pembentukan hemoglobin pada janin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis 15 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020–2025. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dengan kata kunci terkait asam folat, kehamilan, dan stunting. Artikel yang dianalisis dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, kemudian dianalisis secara naratif untuk memahami hubungan antara asam folat pada masa kehamilan dengan pencegahan stunting pada anak.. Hasil: Hasil review menunjukkan bahwa kecukupan asam folat sejak masa pra-konsepsi dan selama kehamilan berperan signifikan dalam mencegah stunting. Asupan folat yang adekuat mendukung perkembangan otak janin, fungsi plasenta yang optimal, dan ketersediaan nutrisi yang memadai bagi janin. Ibu hamil dengan defisiensi energi, anemia, atau kekurangan mikronutrien termasuk folat memiliki risiko lebih tinggi melahirkan anak dengan pertumbuhan terhambat. Intervensi gizi tepat waktu dapat menurunkan prevalensi stunting hingga 20%. Kesimpulan: Asam folat merupakan nutrisi penting yang efektif dalam pencegahan stunting. Pemenuhan folat sejak pra-konsepsi hingga kehamilan dapat mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak secara optimal. Upaya edukasi, suplementasi, dan pemantauan gizi ibu hamil menjadi strategi kunci dalam pencegahan stunting di masyarakat.