Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Aktivitas Merobek Kertas dengan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Amalia, Aulia
JOURNAL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION STUDIES Vol 4 No 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAI YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/joeces.2024.4.2.1-38

Abstract

Aktivitas merobek kertas ini berhubungan dengan kemampuan motorik halus karena otak mempengaruhi perkembangan motorik halus anak dan otak merupakan yang mengontrol setiap gerakan yang dilakukan oleh anak. Kegiatan merobek kertas sangat penting karena melibatkan otot, syaraf, otak, dan jari-jari tangan, serta memberikan pengalaman yang menyenangkan dan unik bagi anak-anak. Berdasarkan hasil observasi peneliti di kelompok B RA Al-Gozali Kabupaten Bandung menunjukkan rendahnya kemampuan anak untuk mengontrol gerakan jari jemarinya sehingga pada saat melakukan kegiatan merobek kertas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas merobek kertas dengan kemampuan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Karena populasi di kelompok B RA Al-Gozali Kabupaten Bandung kurang dari 30 anak, maka penulis mengambil seluruh populasi sebagai subjek penelitian, yaitu sebanyak 16 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil analisis terhadap aktivitas merobek kertas dengan kemampuan motorik halus anak usia dini berdasarkan hasil analisi uji hipotesis diperoleh hasil thitung (4,921) dan nilai ttabel (2,145) dengan db 14 pada taraf signifikasi 5%. Hasil perhitungan thitung = 4,921 > ttabel = 2,145, maka diinterpretasikan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas merobek kertas dengan kemampuan motorik halus anak usia dini, maka anak-anak yang memiliki aktivitas merobek kertas yang baik cendrung memiliki kemampuan motorik halus yang baik juga. Dengan difokuskan aktivitas merobek kertas ini dilatih dengan optimal di lingkungan pendidikan anak usia dini maka dapat menjadi langkah yang efektif untuk mendukung kemapuan motorik halus anak usia dini.
Fomo dan Perilaku Komunal: Dampak Psikologi Komunikasi Massa di Media Sosial Amalia, Aulia; Riya, Riya; Fatmah, Nor; Faisal, Ijang; Origenes, Ritchelle W.
Edumulti: Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63142/edumulti.v1i2.340

Abstract

Social media has become a space for gathering and socializing horizontally and vertically, enabling direct and simultaneous communication. However, with increasing use, a social psychology issue has emerged: FOMO (Fear of Missing Out), or the fear of missing out on information. FOMO encourages individuals to behave as if they are part of something bigger, even if they are not actively involved. This phenomenon impacts mental health and communication styles in a digital society. This study examines the impact of FOMO and communal behavior on the psychology of mass communication on social media, particularly among millennials and Generation Z. The method used was a literature review, referencing recent journals and scientific articles. The results indicate that social conditions acquired through social media are directly related to increased FOMO. Therefore, effective communication and digital literacy are crucial for managing social media use to minimize the negative impacts of FOMO while maintaining healthy social interactions. These findings emphasize the need for user awareness and greater discretion in using social media to support mental well-being and quality communication in a digital society.