Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kualitas Fisik, Bakteriologis, dan Higiene Pengolahan Air Minum dengan Kejadian Stunting Sulung, Neila; Hasnita, Evi; Rahmadani, Putri; Iswahyudi, Abdi; Irfan, Muhammad
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v9i1.443

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan fisik anak-anak terhambat, terutama tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia mereka. Jika tidak dicegah atau diatasi sejak dini, kondisi ini dapat sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Target nasional untuk tahun 2024 adalah menurunkan prevalensi stunting hingga 14%. Namun, di Kota Payakumbuh, terdapat 291 balita yang mengalami stunting pada tahun 2022, dan 43 balita mengalami kondisi pendek di wilayah kerja Puskesmas X. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas fisik, bakteriologis, dan higiene pengolahan air minum. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain case control. Sampel terdiri dari 41 rumah balita kasus stunting dan 41 rumah balita yang tidak stunting sebagai kontrol. Indikator pengukuran bakteri E.coli dilakukan dengan mengambil sampel air minum yang diperiksa menggunakan Sanitarian KIT Compact Dry EC/DC, dan Koliform diperiksa dengan metode yang sama, menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,2% kualitas fisik air memenuhi syarat, namun 84,1% kualitas bakteriologis tidak memenuhi syarat, dan 58,5% higiene pengolahan air minum tidak baik. Hasil analisis bivariate diperoleh bahwa higiene pengolahan air minum dengan p-value 0,014. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara higiene pengolahan air minum dengan stunting. Rekomendasi dari penelitian ini perlunya edukasi keluarga mengenai pengolahan air minum yang aman dan higienis.
Heavy Metal Distribution and Policy Impact from Illegal Mining in Sijunjung: A Systematic Review Amelia, Kiki; Frinaldi, Aldri; Rembrandt, Rembrandt; Aprilliani, Cici; Audia, Washilla; Batubara, Fanny Yuliana; Hatika, Rindi Genesa; Febrina, Cory; Iswahyudi, Abdi
Science and Environmental Journal for Postgraduate Vol. 7 No. 2 (2025): Science and Environmental Journals for Postgraduate (SENJOp)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/senjop.v7i2.298

Abstract

Illegal gold mining (PETI) in Sijunjung Regency has triggered a severe environmental crisis, characterized by widespread heavy metal pollution from mercury (Hg) and arsenic (As) that threatens ecosystems and public health. To comprehensively assess this issue and evaluate existing management policies, this study conducted a systematic review following the PRISMA 2020 guidelines, synthesizing evidence from 20 empirical studies. The results reveal that heavy metal concentrations in water, sediment, soil, and biota significantly exceed quality standards, with a clear spatial gradient emanating from PETI sites and a worrying increasing trend over time. Concurrently, the evaluation of management policies uncovered critical weaknesses, including institutional fragmentation, low law enforcement effectiveness (achieving only 45% of its target), and an over-reliance on ineffective repressive measures. In conclusion, the findings underscore the urgent need for a fundamental policy shift from a repressive to an integrative and sustainable model. This study proposes an evidence-based framework that combines stringent regulation, real-time monitoring, community-based economic empowerment, and public health interventions to holistically address the root causes and multifaceted impacts of PETI in Sijunjung.