Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Improving Quality of Inceptisol Soil from Smallholder Coffee Plantation in Karangploso Area by Utilizing Organic Compost and Animal Manure Soemarno; Putrideny, Ayesha Ammara; Putri, Rr. Audry Alivianisha; Arifanty, Revina Devi; Pramesti, Gitri Ardia; Ifadah, Nisfi Fariatul
Journal of Coffee and Sustainability Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Directorate of Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcs.2024.01.03.02

Abstract

Smallholder coffee plantations cover a very large area on inceptisol soil with low productivity; so far, the provision of organic materials in coffee plantations is done by placing it on the surface of the soil so that it is susceptible to loss due to runoff and erosion. This study was conducted by mixing organic materials with topsoil and subsoil to determine their effect on the characteristics of topsoil and subsoil. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 8 treatments and 4 replications. The experimental treatments consisted of P1 (topsoil), P2 (subsoil), P3 (topsoil + Compost); P4 (subsoil + compost); P5 (topsoil + cow manure); P6 (subsoil + cow manure); P7 (topsoil + goat manure); P8 (subsoil + goat manure). The soil was incubated at field capacity conditions for 16 weeks. Soil parameters include: soil pH, soil CEC; soil organic C levels; Ca exchange, Mg exchange, K exchange, and Na exchange. The dose of organic material (cow and goat manure) is 30 tons. ha-1. Providing compost and manure can increase inceptisol soil fertility at the depth of the topsoil and bottom soil (exchangeable K, exchangeable Ca, exchangeable Mg, soil pH, Organic C, and soil CEC levels), this increase is significant compared to the control.
Pekarangan sebagai Sumber Pangan Keluarga di Wilayah Desa Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang Bushron, Raushanfikr; Mahardika, Muhammad Wisnu; Arifanty, Revina Devi; Septiani, Deva Eka
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.05

Abstract

ahan pekarangan di sekitar rumah hunian merupakan asset keluarga yang mudah diakses untuk beragam pemanfaatan, termasuk untuk memproduksi beragam jenis tanaman pangan, seperti sayuran dan buah-buahan. Lahan pekarangan secara tradisional telah dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman sayuran dengan aneka teknologi, termasuk tanaman pot, polybag, hidroponik, dan vertikultur. Kegiatan ini dilakukan di wilayah Desa Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang untuk menganalisis beragam teknologi pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam tanaman sayuran dan tanaman hias. Kegiatan ini menggunakan metode survei lapangan di lahan-lahan pekarangan milik warga masyarakat untuk mengamati teknik-teknik budidaya tanaman pekarangan dan mewawancarai pemilik lahan pekarangan. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, seperti menanam tanaman buah, sayuran, rempah, obat-obatan dan tanaman hias. Beberapa teknologi budidaya tanaman yang dilakukan warga masyarakat adalah teknologi Pot atau Verttikultur dengan media tanam campuran tanah atau hidroponik. Warga Masyarakat umumnya sudah memahami dan memanfaatkan lahan pekarangannya untuk budidaya berbagai jenis tanaman sayuran, buah, obat-obatan, bumbu dapur, dan tanaman hias. Beragam teknik penanaman pot dan vertikultur dapat ditemukan di lingkungan pemukiman warga masyarakat. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah pemanfaatan media tanam campuran yang dapat dimanfaatkan sec ara berulang (daur ulang) dan pemilihan jenis tanaman sayuran yang berumur pendek dan dapat ditanam dan dipanen setiap waktu.