p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGROINOTEK
Mahardika, Muhammad Wisnu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pekarangan sebagai Sumber Pangan Keluarga di Wilayah Desa Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang Bushron, Raushanfikr; Mahardika, Muhammad Wisnu; Arifanty, Revina Devi; Septiani, Deva Eka
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.05

Abstract

ahan pekarangan di sekitar rumah hunian merupakan asset keluarga yang mudah diakses untuk beragam pemanfaatan, termasuk untuk memproduksi beragam jenis tanaman pangan, seperti sayuran dan buah-buahan. Lahan pekarangan secara tradisional telah dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman sayuran dengan aneka teknologi, termasuk tanaman pot, polybag, hidroponik, dan vertikultur. Kegiatan ini dilakukan di wilayah Desa Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang untuk menganalisis beragam teknologi pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam tanaman sayuran dan tanaman hias. Kegiatan ini menggunakan metode survei lapangan di lahan-lahan pekarangan milik warga masyarakat untuk mengamati teknik-teknik budidaya tanaman pekarangan dan mewawancarai pemilik lahan pekarangan. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, seperti menanam tanaman buah, sayuran, rempah, obat-obatan dan tanaman hias. Beberapa teknologi budidaya tanaman yang dilakukan warga masyarakat adalah teknologi Pot atau Verttikultur dengan media tanam campuran tanah atau hidroponik. Warga Masyarakat umumnya sudah memahami dan memanfaatkan lahan pekarangannya untuk budidaya berbagai jenis tanaman sayuran, buah, obat-obatan, bumbu dapur, dan tanaman hias. Beragam teknik penanaman pot dan vertikultur dapat ditemukan di lingkungan pemukiman warga masyarakat. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah pemanfaatan media tanam campuran yang dapat dimanfaatkan sec ara berulang (daur ulang) dan pemilihan jenis tanaman sayuran yang berumur pendek dan dapat ditanam dan dipanen setiap waktu.
Pupuk Kandang Kambing dalam Lubang Resapan Biopori (LRB) untuk Memperbaiki Ketersediaan Fosfat Tanah Berpasir di Kebun Kopi Rakyat Alfathin, Syifa Chairani; Ramadhani, Muhammad Hibatullah; Septiani, Deva Eka; Mahardika, Muhammad Wisnu; Ifadah, Nisfi Fariatul; Hanuf, Atiqah Aulia
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.01.04

Abstract

Rata-rata produktivitas kopi rakyat sangat rendah dan beragam. Kesuburan tanah berpasir yang miskin fosfat dianggap sebagai salah satu kendala utama yang membatasi produktivitas kopi. Upaya yang dapat dilakukan adalah aplikasi pupuk kandang kambing ke zona perakaran tanaman kopi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh aplikasi pupuk kandang kambing melalui LRB terhadap ketersediaan fosfat tanah dan kinerja tanaman kopi. Penelitian dilakukan di kebun kopi rakyat di wilayah Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Perlakuan dosis pupuk kandang kambing adalah 0, 5, 10,15 dan 20 ton.ha-1 yang diaplikasikan melalui LRB 40 cm. Setiap perlakuan diulang empat kali dalam Rancangan acak kelompok (RAK). Pengamatan dilakukan lima bulan setelah aplikasi, meliputi pH tanah, C-organik, N-total, P-tersedia, N-daun, P-daun, klorofil daun dan hasil buah kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aplikasi pupuk kandang kambing melalui lubang resapan biopori (BIH) meningkatkan kandungan C organik tanah sebesar 26% dan P-Bray 1 sebesar 35% pada kedalaman tanah 0-60 cm, dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Perlakuan ini juga meningkatkan hasil kopi sekitar 45% dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Ada hubungan linear berganda antara hasil kopi (Y) dengan kandungan P-tersedia topsoil (X1), kandungan P-tersedia subsoil (X3),  kandungan P-daun kopi (X4), kandungan C-organik subsoil (X2), dan kandungan klorofil daun kopi (X5), dengan urutan besarnya kontribusi pengaruh terhadap hasil kopi: X1 > X3 > X4 > X2 > X5.