Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Unveiling the Dynamic Between Land Conversion and Food Security of Farmers Households in Bakalan Village, Pasuruan Regency Novianty, Puput Cindy; Soemarno, Soemarno; Efani, Anthon; Bushron, Raushanfikr
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 21, No 3 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v21i3.907-916

Abstract

System Dynamics serves as an approach to unravel behavioral patterns by exploring fundamental structures. In this study, the dynamic system was crafted using STELLA software. The research methodology involved conducting primary surveys with both farmers and conversion farmers' households to gather essential data on their perspectives, practices, and circumstances related to land conversion and food security. Through this data, the System Dynamic model was constructed to depict the interplay among key variables impacting food security, specifically focusing on Food Availability, Affordability, and Needs. The analysis revealed that the Food Affordability indicator consistently played a pivotal role in shaping these trends over the analyzed years. However, a significant discrepancy in food security levels emerged between farming and non-farming households. This divergence primarily stemmed from income inequalities within the agricultural sector, affecting the purchasing power for essential foods like rice across the village. Additionally, a concerning trend of diminishing agricultural land and a subsequent decline in food availability was observed.
Pekarangan sebagai Sumber Pangan Keluarga di Wilayah Desa Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang Bushron, Raushanfikr; Mahardika, Muhammad Wisnu; Arifanty, Revina Devi; Septiani, Deva Eka
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.05

Abstract

ahan pekarangan di sekitar rumah hunian merupakan asset keluarga yang mudah diakses untuk beragam pemanfaatan, termasuk untuk memproduksi beragam jenis tanaman pangan, seperti sayuran dan buah-buahan. Lahan pekarangan secara tradisional telah dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman sayuran dengan aneka teknologi, termasuk tanaman pot, polybag, hidroponik, dan vertikultur. Kegiatan ini dilakukan di wilayah Desa Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang untuk menganalisis beragam teknologi pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam tanaman sayuran dan tanaman hias. Kegiatan ini menggunakan metode survei lapangan di lahan-lahan pekarangan milik warga masyarakat untuk mengamati teknik-teknik budidaya tanaman pekarangan dan mewawancarai pemilik lahan pekarangan. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, seperti menanam tanaman buah, sayuran, rempah, obat-obatan dan tanaman hias. Beberapa teknologi budidaya tanaman yang dilakukan warga masyarakat adalah teknologi Pot atau Verttikultur dengan media tanam campuran tanah atau hidroponik. Warga Masyarakat umumnya sudah memahami dan memanfaatkan lahan pekarangannya untuk budidaya berbagai jenis tanaman sayuran, buah, obat-obatan, bumbu dapur, dan tanaman hias. Beragam teknik penanaman pot dan vertikultur dapat ditemukan di lingkungan pemukiman warga masyarakat. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah pemanfaatan media tanam campuran yang dapat dimanfaatkan sec ara berulang (daur ulang) dan pemilihan jenis tanaman sayuran yang berumur pendek dan dapat ditanam dan dipanen setiap waktu.
Indeks Lengas Tanah (Ilt) dan Indeks Kerapatan Vegetasi (Ndvi) Sebagai Penduga Produksi Kopi Di Kebun Kopi Bangelan, Kabupaten Malang, Jawa Timur Riezta, Saniya; Almira, Almira; Ayu, Febri; Ifadah, Nisfi Fariatul; Soemarno, Soemarno; Bushron, Raushanfikr
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.01.05

Abstract

Perkebunan kopi tadah hujan mengandalkan suplai air hujan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman kopi, sehingga ketersediaan air dalam tanah sangat penting. Sementara itu, pengukuran dan pemantauan ketersediaan air dalam tanah memerlukan waktu dan biaya yang mahal, sehingga diperlukan metode yang murah, cepat dan akurat untuk memantau status ketersediaan air tanah pada perkebunan kopi. Soil Moisture Index (SMI) merupakan metode yang dapat digunakan untuk menaksir status kelembaban tanah dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh untuk menaksir nilai NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dan LST (land surface temperature). Indeks NDVI dan LST digunakan untuk menaksir SMI pada suatu lokasi tertentu, seperti perkebunan kopi.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis (1) SMI (soil moisture index), LST, dan NDVI, (2) hubungan antara SMI (Remote sensing) dan SMI (Field survey), dan (3) hubungan antara SMI, NDVI dan produksi kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) indeks kelembaban tanah (IMT) perkebunan kopi Bangelan pada fase pematangan buah kopi tergolong “Sedang” hingga “Tinggi”. (2) indeks kerapatan vegetasi (NDVI) perkebunan kopi Bangelan pada fase pematangan buah kopi tergolong “Sedang” hingga “Tinggi”. (3) Metode SMI-Remote dapat digunakan untuk menduga kelembaban tanah perkebunan kopi, menggantikan metode SMI-Field. (4) SMI-Remote dan NDVI pada fase pematangan buah kopi merupakan prediktor yang baik untuk menduga produksi kopi pada saat panen. Persamaan regresinya adalah: Prod = 19857,69 +16049,00 IMTremote + 4096,26 NDVI (R^2 = 0,8173; Sig F = 0,0000005).
Pendampingan Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Pada Petani Cabai Rawit Di Desa Sukoharjo, Kabupaten Tuban Lutfi, M. Wasilul; Hanuf, Atiqah Aulia; Bushron, Raushanfikr; Suyadi, Suyadi; Siswantoro, Ajik
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.09

Abstract

Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) pada budidaya cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh petani cabai rawit di Desa Sukoharjo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, serta memberikan pelatihan dan pendampingan melalui sekolah lapang untuk penerapan GAP. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan diskusi dengan petani untuk mengidentifikasi tantangan utama, seperti serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan kelangkaan pupuk bersubsidi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa hama dan penyakit merupakan masalah utama pada musim kemarau dan hujan, serta kelangkaan pupuk bersubsidi menjadi kendala dalam meningkatkan produktivitas. Dalam upaya mengatasi masalah ini, petani diberi pelatihan tentang teknik pengelolaan hama terpadu dan penggunaan pupuk organik. Selain itu, kegiatan demonstrasi penerapan GAP menunjukkan bahwa penggunaan metode budidaya yang lebih ramah lingkungan dapat meningkatkan hasil panen. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan dalam penerapan GAP dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, yang pada gilirannya berdampak positif pada produktivitas dan kesejahteraan petani. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam mendorong adopsi praktik pertanian berkelanjutan di sektor pertanian cabai rawit, khususnya di Desa Sukoharjo.
Pengelolaan Kebun Jeruk Manis (Citrus Sinensis L. Osbeck) Lahan Pekarangan Di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang: Sweet Orange (Citrus sinensis L. Osbeck) Management in Homeyard Land, Karangploso District, Malang Regency Lestari, Nina Dwi; Maulana Iksan, Ridho; Debora, Defrina Amanda; Mahdiyyah, Refi Erika; Tri Pamungkas, Rigel Ramadhan; Nopriani, Lenny Sri; Hanuf, Atiqah Aulia; Bushron, Raushanfikr; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Desa Karangploso merupakan salah satu sentra produksi jeruk di wilayah penelitian yang menunjukkan variasi produktivitas antar kebun. Perkebunan jeruk berproduktivitas tinggi menghasilkan 52,9 ton ha⁻¹ tahun⁻¹, sedangkan perkebunan berproduktivitas rendah hanya mencapai 21,4 ton ha⁻¹ tahun⁻¹. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan produktivitas jeruk melalui analisis sifat tanah dan sistem pengelolaan kebun. Survei dilakukan pada 15 kebun jeruk milik masyarakat yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Karangploso. Pengamatan lapangan meliputi observasi tanaman, deskripsi dan pengambilan sampel tanah, serta wawancara dengan pemilik kebun mengenai praktik pengelolaan. Dua lokasi pengamatan dipilih sebagai perwakilan lahan berproduktivitas tinggi (High Productivity Field/HPF) dan lahan berproduktivitas rendah (Low Productivity Field/LPF). Sampel tanah dari setiap lokasi dianalisis untuk parameter kapasitas tukar kation (KTK), kandungan karbon organik (C-organik), kejenuhan basa, tekstur, dan pH tanah guna mengevaluasi kesesuaian lahan terhadap pertumbuhan jeruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tanah pada kedua lokasi relatif serupa, sehingga nutrisi tanah bukan merupakan faktor dominan yang membedakan produktivitas jeruk. Perbedaan utama ditemukan pada kandungan C-organik, yaitu 0,94–1,12% pada HPF dan 0,72–0,98% pada LPF. Hasil evaluasi kesesuaian lahan menunjukkan bahwa HPF termasuk kelas S3eh, sedangkan LPF termasuk kelas S3eh.nr. Dengan demikian, kandungan C-organik tanah, kemiringan lahan, dan praktik pengelolaan tanaman merupakan faktor utama yang menentukan produktivitas kebun jeruk di Desa Karangploso.