Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK : PELATIHAN DESAIN TEMPLATE BOOTSTRAP DI SMK NEGERI 8 KOTA PEKANBARU Nasution, Nurliana; Nasution, Feldiansyah; Hasan, Mhd Arief; Alfajar, Muhammad
J-COSCIS : Journal of Computer Science Community Service Vol. 4 No. 2 (2024): J-COSCIS : Journal of Computer Science Community Service
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jcoscis.v4i2.18995

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan rekayasa perangkat lunak siswa di SMK Negeri 8 Kota Pekanbaru melalui pelatihan desain template menggunakan Bootstrap. Dalam konteks visi SMK Negeri 8, yang menargetkan menghasilkan lulusan teknologi informasi yang terampil dan dapat bersaing secara global, pelatihan ini diinisiasi sebagai solusi terhadap tantangan utama, yaitu kurangnya keterampilan desain web yang relevan dan akses terbatas terhadap materi terkini.Melalui dana dari Fakultas Ilmu Komputer UNILAK melalui skema APBF Semester Gasal 2023/24, program ini dapat diwujudkan. Pelatihan intensif mencakup pemahaman konsep desain web responsif, penggunaan Bootstrap, dan praktik terbaik industri. Evaluasi formatif dan sumatif dilakukan untuk mengukur pemahaman peserta, dan hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 85% peserta dapat memahami dan mengimplementasikan pembuatan template Bootstrap. Kemitraan yang solid dengan SMK Negeri 8 Pekanbaru menjadi kunci kesuksesan program ini. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Fakultas Ilmu Komputer UNILAK atas dukungan finansialnya dan kepada SMK N 8 Pekanbaru atas kerjasama yang erat. Hasil positif ini memberikan kontribusi pada pencapaian visi sekolah dan membuka peluang bagi siswa untuk bersaing dalam dunia teknologi informasi yang terus berkembang. Program ini juga menunjukkan model kolaboratif yang dapat diadopsi oleh lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tuntutan industri.
EFEKTIVITAS EDUKASI PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN REMAJA TERHADAP RISIKO PERNIKAHAN DINI DI MTS SIRAJUL MUNIR YASIM KABUPATEN KONAWE SELATAN Rahman, Rahman; Jumai, La Jumai; Yusuf, Muhamad Nurhayudin; Mursalin, La Ode; yanti, Lili; Afranisa, Nida Rahmi; Uke, Nadin Aprilian; Yanti, Milda; Mirna, Mirna; Adzania, Mufida Nur; Alfajar, Muhammad; Ismawati, Ismawati
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 3 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi remaja masih menjadi tantangan utama di Indonesia, dengan dampak signifikan terhadap masa depan generasi muda. Berdasarkan penelitian Komisi Perlindungan Anak (KPAI) dan Kementrian Kesehatan pada Oktober 2020, sekitar 62,7% remaja Indonesia telah melakukan hubungan seksual pranikah, dimana 20% dari 94.270 kehamilan diluar nikah terjadi pada remaja putri, dan 21% diantaranya melakukan aborsi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi MTs Sirajul Munir Yasim tentang pentingnya kesehatan reproduksi, serta mengukur tingkat pengetahuan mereka melalui pembagian kuesioner pre-post dengan media edukasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pra-Eksperimental dengan desain One Group Pre-test - Post-test Design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 9 MTs Sirajul Munir Yasim, dengan jumlah sampel 29 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada responden sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tentang kesehatan reproduksi. Berdasarkan hasil pre-test, 6 (20.69%) siswa berada pada kategori "sangat baik", 5 (17.24%) pada kategori "baik" dan 18 (62.07%) pada kategori “cukup” . Kemudian, terjadi perubahan signifikan pada distribusi pengetahuan berdasarkan post-test, di mana 8 (27.59%) siswa berada pada kategori "sangat baik", 18 (62.07%) pada kategori "baik" dan 3 (10.34%) pada kategori “cukup”. Analisis data menggunakan uji-t sampel berpasangan menunjukkan bahwa p(0,000)<α(0,05), yang berarti terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Oleh karena itu, perlu edukasi secara intensif yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.