Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EMPING MELINJO BUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY (CASE STUDY: IN ALUR GADUNG VILLAGE, PADANG TUALANG DISTRICT, LANGKAT REGENCY) As'ad, Octasella Ainani; Yanti, Mariana Eva; Nasution, Nurhadida; Surbakti, Supriadi
Agripreneur : Jurnal Pertanian Agribisnis Vol. 13 No. 1 (2024): June: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/agripreneur.v13i1.5237

Abstract

 The emping melinjo business has been running for quite a long time. However, the people in Alur Gadung Village are experiencing difficulties in developing their emping melinjo business, especially in marketing. Apart from that, there is also the problem of limited capital and production or it is difficult to find old melinjo seeds, because melinjo seeds bear fruit depending on the season, they are not always available in the area. Emping Melinjo business in Alur Gadung Village, District. Padang Tualang District. Langkat Therefore, Emping Melinjo emping entrepreneurs must have a good and reliable marketing strategy, so that their products not only sell well in the market, but are able to compete and will last a long time in the existing competitive world. The Emping Melinjo Business Enterprise is expected to truly be able to know all forms of product strengths and weaknesses in the internal conditions of the Emping Melinjo business, so that it is able to manage conditions well in terms of production.  
Efisiensi Pemasaran Daun Bawang (Allium fistulosum) Di Kabupaten Karo Mulia, Sukri; Surbakti, Supriadi; As'ad, Octasella Ainani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13098

Abstract

Permasalahan komoditas hortikultura berupa bawang daun adalah fluktuasi harga yang tinggi dan selisih harga yang tidak seimbang di tingkat petani produsen dengan harga di tingkat konsumen. Hal ini dikarenakan rantai perdagangan dari produsen ke konsumen cukup panjang, melibatkan banyak pelaku, dan menjadi beban biaya dalam proses pemasaran yang pada akhirnya akan mengurangi keuntungan rantai pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran saluran pemasaran bawang daun saat ini dan menganalisis efisiensi  saluran pemasaran berdasarkan margin pemasaran dan farmer’s share. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, dimana data kualitatif digunakan untuk menganalisis saluran pemasaran yang telah terbentuk dan data kuantitatif digunakan untuk menganalisis efisiensi operasional pemasaran dengan menggunakan Microsoft Excel  dan tabulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 saluran pemasaran bawang daun yang umum dilalui oleh petani di Kabupaten Karo yaitu: I. Petani → Perantara Pedagang Pengepul desa → Pedagang Pengepul → Pedagang Pengepul besar → Pengecer Pedagang → Konsumen Akhir II. Petani → Pengepul Pedagang besar → Pengecer Pedagang → Konsumen Akhir III. Petani → Perantara Pedagang Pengepul desa → Pedagang Pengepul besar → Pengecer Pedagang→ Konsumen Akhir. Saluran II dimanfaatkan oleh 42,6% petani, saluran I sebesar 21,6% dan saluran III hanya sebesar 16,8%. Pangsa harga yang diterima petani pada masing-masing saluran pemasaran sebesar 50% untuk saluran I dan 62,5% untuk saluran II dan50% untuk saluran  III. Jadi secara operasional saluran II lebih efisien karena dimanfaatkan oleh 62,5% petani