Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Masyarakat Tentang Stunting Melalui Workshop Edukasi “Cegah Stunting, Langka Sehat Generasi Kuat” Di Desa Mekar Nangka Istikhori, Istikhori; Latifah, Aeni; Sumpena, Sumpena; Janah, Raudatul; Raharja, Anisa Dewi
Jurnal Pengabdian West Science Vol 1 No 01 (2022): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v1i01.1068

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan global yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan anak-anak pada usia dini, dengan dampak jangka panjang yang signifikan terhadap kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat tentang stunting menjadi esensial dalam upaya pencegahan dan pengendaliannya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari workshop edukasi berjudul "Cegah Stunting, Langka Sehat Generasi Kuat" terhadap peningkatan kesadaran masyarakat tentang stunting di Desa Mekar Nangka. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra dan pasca workshop pada populasi masyarakat Desa Mekar Nangka. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan setelah workshop, serta tanggapan peserta terhadap materi dan penyajian workshop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workshop edukasi efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang stunting. Terdapat peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta setelah mengikuti workshop, dengan peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 30%. Selain itu, tanggapan peserta terhadap workshop secara umum sangat positif, dengan sebagian besar peserta merasa bahwa materi yang disampaikan bermanfaat dan mudah dipahami. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa workshop edukasi "Cegah Stunting, Langka Sehat Generasi Kuat" memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting di Desa Mekar Nangka. Upaya berkelanjutan dalam menyediakan pendidikan dan informasi yang relevan kepada masyarakat perlu ditingkatkan guna mengurangi angka stunting dan dampak buruknya pada generasi mendatang. Hasil studi ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan program-program serupa di berbagai komunitas untuk mengatasi tantangan stunting secara lebih efektif.
PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) (Studi Kasus Di Desa Neglasari, Desa Cijangkar, Desa Bojongkalong, Desa Mekarsari, Desa Bojongsari Dan Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung KabSukabumi Jawa Barat Raharja, Anisa Dewi; Suherman, Acep; Alamsyah , Sakti
Prosiding Seminar Nasional Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi Vol. 5 No. 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN, EKONOMI DAN AKUNTANSI 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the influence of human resources competency, on the management of village fund allocation. The survey was devoted only to 6 villages in the Nyalindung sub-district of Sukabumi Regency. The study used quantitative methods with data collection techniques used by literature studies, dissemination of questionnaires, and documentation. The number of questionnaire distributed by researchers amounted to 70 questionnaires addressed to village heads, village secretaries, village Treasurer, chief affairs, sexy heads, and village consultative bodies. To know the regression model is carried out testing of normality, multi-kolienirity, and heteroskedastisity. IBM SPSS 26 for Windows software. The results of the study showed that the competency of human resources simultaneously has a significant influence on the management of Village Fund allocation (ADD). The result of coefficient of determination test indicates that the value of R Square in this study is 0.731 or at 73.1%. This can mean that the human resource competency variables influence the management variables of the village's funding allocation by 73.1%, while the remaining 26.9% is influenced by other factors not examined in this study.