Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

POTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN KACAPIRING (Gardenia augusta) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus epidermidis Alfin Surya; Fitri Nadira; Hesti Marliza; Zaiyar
JURNAL KATALISATOR Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Katalisator, Volume 6, No 2, 2021
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.191 KB) | DOI: 10.22216/katalisator.v6i2.528

Abstract

Kacapiring (Gardenia augusta) merupakan salah satu tanaman Indonesia yang berkhasiat obat. Seluruh bagian dari tanaman kacapiring dapat dimanfaatkan bagi kehidupan manusia. Daun kacapiring memiliki kemampuan sebagai antikarsinogenesis dan antimikroba. Analisis fitokimia ekstrak daun kacapiring menunjukkan kandungan melabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak etanol daun kacapiring, diantaranya alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun kacapiring (Gardenia augusta) dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium menggunakan metode difusi (Kirby & Bauer), kanamisin sebagai kontrol positif, etanol sebagai kontrol negatif dan konsentrasi 2,5%, 5%, 10% dan 20%. Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil daya hambat esktrak etanol daun kacapiring terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 2,5%, 5%, 10% dan 20% adalah 6 mm, 6 mm, 6 mm, dan 6,7 mm. Maka, dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kacapiring (Gardenia augusta) pada konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10% belum mampu menghambat pertumbuhan dari bakteri Staphylococcus epidermidis sedangkan pada konsentrasi 20% mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dengan besar rata-rata zona hambat 6,7 mm masih dikatakan dalam kategori zona hambat sedang.  
POTENSI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM DAN KEJI BELING DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) Alfin Surya; Andre Ajis Saputra; Hesti Marliza; Zaiyar
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 1, April 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.596 KB) | DOI: 10.62769/katalisator.v8i1.2078

Abstract

A natural product that contains compounds that act as anticancer can be detected by conducting a preliminary test, namely the toxicity test. One of the methods in the Toxicity test is the BSLT test method as an initial step in the search for new anticancer compounds. The toxicity value of this method has been shown to correlate with cytotoxicity. anticancer compound. and can show a correlation to a specific anticancer. Bay plants contain saponins, triterpenoids, flavonoids, polyphenols, alkaloids, tannins, and essential oils consisting of sesquiterpenes, lactones, and phenols, which can be used as an alternative to prevent dyslipidemia, antioxidants, anti-inflammatories, antidiabetics, antidiarrheals and antihypertensives. Vile shard plant. contains various kinds of secondary metabolites and chemical substances such as potassium, sodium, silicic acid, calcium, saponins, alkaloids, polyphenols and flavonoids which act as antioxidants and can inhibit the growth and development of cancer cells. The purpose of this study was to compare the toxic effects of the ethanol extract of bay leaves and keji shard leaves on Artemia Salina Leach larvae. The type of research used was quantitative. The novelty of this research is to get the thick extract using sonification so that the time is more efficient compared to just doing maceration which takes longer. The results showed that the extracts of bay leaves and keji shard leaves are very toxic so they have the potential to be anticancer, as evidenced by the LC50 values of the bay leaf and koji shard leaf extracts which were 32.35 ppm and 194 ppm. From the LC50 value, bay leaves have higher toxicity than bitter shard leaves. The results obtained in this study can be used as an illustration for further research for the export of natural plant materials that have the potential as anticancer drugs.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK 2 PROPANOL DAUN SIRIH CINA (Peperomia pellucida) DENGAN METODE DPPH Alfin Surya; Alvira Rahma Fissilmi; Hesti Marliza; Zaiyar
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2532

Abstract

Daun sirih cina secara empiris dapat digunakan sebagai obat sakit kepala, obat jerawat, dan obat nyeri perut pada beberapa penelitian juga di laporkan ekstrak etanol tanaman daun  sirih cina (Peperomia pellucida) diduga memiliki kandungan antioksidan yang baik bagi tubuh. Namun belum ada penelitian yang melaporkan bagaimana aktivitas antioksidan dari ekstrak 2 propanol daun sirih cina dimana dari tingkat kepolaran pelarut propanol lebih polar dibanding etanol dan methanol. Kebaharuan dalam penelitian ini adalah menggunakan 2 propanol sebagai pelarut untuk mendapatkan ekstrak daun sirih cina. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana aktivitas ekstrak 2 propanol daun sirih cina. Metode yang digunakan untuk mendapatkan nilai aktivitas antioksidan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Daun sirih cina dikeringkan dan dihaluskan kemudian dimaserasi dengan larutan 2 propanol. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-Dyphenyl-2-Pycrylhydrazyl) menggunakan alat microplate reader pada panjang gelombang 520 nm. Adapun hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak 2 propanol daun sirih cina dengan nilai IC50 603,03 ppm yang menyatakan tingkatan aktivitas antioksidannya termasuk dalam kategori lemah. Dapat disimpulkan bahwa antioksidan ekstrak daun sirih cina menggunakan pelarut 2 propanol tidak lebih baik dalam menarik senyawa aktif